
Di rumah sakit
Banyak pasang mata yang terpesona dengan penampilan feminim Alexa. Jika biasanya Alexa terlihat seperti gadis tomboy yang selalu mengenakan pakaian serba hitam dan ketat namun tidak dengan hari ini. Gadis itu terlihat mengenakan dress selutut berwarna merah muda. Suara ketukan high heels miliknya terdengar nyaring di pendengaran orang-orang yang berlalu-lalang di sekitarnya.
Setibanya di depan ruangan rawat inap Davin, Alexa terdiam sebentar menghembuskan napasnya. Alexa lalu membuka pintu ruangan itu tanpa mengetuknya terlebih dahulu
Cklek
"Ops... " Alexa menutup mulutnya melihat adegan mesra di depannya. Ia melihat Davin dan salah satu rekan mereka sedang berciuman mesra. Davin sedang bersandar di kepala ranjang sementara wanita itu berdiri di samping ranjang Davin.
"Apa aku menganggu ciuman mesra kalian?" tanya Alexa menahan tawanya melihat wajah merah merona Davin.
"Aku tidak akan lama disini. Aku hanya akan singgah sebentar melihat keadaan mu sebelum kembali ke negara asalku." sambung Alexa tanpa menunggu jawaban Davin.
"Apa tubuhmu sudah lebih baik?" tanya Alexa melangkah mendekat ke arah ranjang rawat Davin.
"Aku sudah lebih baik...."
"Jika kalian datang terlambat mungkin aku sudah mati di tangan pria psikopat itu." seru Davin
Alexa menatap dalam wajah gadis yang berdiri di samping ranjang Davin. Gadis itu masih malu akibat kepergok sedang berciuman.
Alexa lalu membisikan sesuatu ketelinga Davin hingga membuat mata pria itu membulat. Alexa lalu keluar dari kamar rawat inap Davin setelah memastikan keadaan rekannya itu baik-baik saja.
"Apa kau akan terus menyia-nyiakan gadis yang ada di depanmu ini? apa kau tahu betapa beraninya gadis itu membunuh psikopat yang menyakitimu."
"Dor...."
"Dor...."
"Dor...."
"Tiga kali tembakan dari pelurunya menewaskan psikopat itu. Apa kau akan tetap menganggapnya penganggu? bukankah wanita itu terlihat seperti malaikat penolong bagimu?" bisik Alexa sebelum keluar dari kamar rawat Davin.
#
#
Cklekk
Alexa masuk ke ruangan rawat inap Albiano setelah memastikan tidak ada orang di dalam.
Sementara Haykal sedang mandi di kamar mandi setelah memastikan putranya menghabiskan sarapannya. Sementara kedua orangtuanya tidak tidur di rumah sakit.
Alexa terdiam lama di depan pintu menatap mata terpejam Albiano. Gadis itu tersenyum kecil melihat wajah tenang dan damai anak kecil itu.
"Ternyata wajahnya benar-benar mirip dengan Daddy dan kedua saudaraku." gumamnya pelan.
Alexa lalu mendekati ranjang rawat inap Albiano sembari berjalan menjinjing pelan. Agar suara high heels nya tidak membangunkan anak kecil itu dari tidurnya.
Alexa memeriksa suhu tubuh Albiano menggunakan telapak tangannya. Gadis itu bernapas lega saat merasakan suhu tubuh Albiano sudah mulai menurun.
"Cepat sembuh...."
"Al-Albiano"sambung Alexa membaca nick name yang tertulis di gelang pasien Albiano.
Cup
"Sampai jumpa di lain waktu anak kecil." bisik Alexa mengecup lama kening albiano.
Alexa kembali menegakkan tubuhnya setelah mengecup kening Albiano. Gadi muda itu melirik sekilas jam tangannya sudah menunjukkan pukul 6 pagi.
"Sepertinya aku harus segera berangkat ke bandara" gumam Alexa membalikkan tubuhnya. Namun suara pintu kamar mandi terbuka mengejutkan Alexa. Matanya membesar melihat pemandangan yang ada di hadapannya.
...***Bersambung***...