
"Sayang apa yang kamu lakukan?" tanya Greyson. Dia kesal istri-nya mengarahkan senjata tajam kearah putranya. Tentu saja dia takut, hal yang tidak diinginkan-nya terjadi.
"Aku hanya bergurau dengan putra kita. Tidak-kah kamu melihat bagaimana matanya berbinar menatap benda ini" terang Stevi. Istri-nya menunjukkan sebuah keris peninggalan generasi pertama keluarga Douglas. Dia sama sekali tidak mengetahui betapa berbahaya-nya keris itu.
"Sayang itu ada isi-nya!"terang-nya. Greyson melangkah cepat kearah istri-nya, lalu mengambil keris itu dari tangan Stevi. Dia juga bisa melihat mata berbinar putra-nya melihat benda itu. Namun ada terselip sedikit rasa takut di hati-nya melihat tatapan berbinar putra-nya.
"Jangan memberikan benda tajam lagi untuk putra kita! Ingat dia masih kecil!" tegas-nya. Dia kemudian berjalan ke ruangan yang tadi Stevi datangi.
"Ada isi-nya?" gumam Stevi mendengar ucapan Suami-nya. Dia menatap punggung Suami-nya yang semakin berjalan menjauh menuju ruangan penyimpanan senjata. Stevi kemudian mengalihkan pandangan-nya ke-arah putra-nya, dia mengecup gemas pipi cabi Steven.
Cup
Cup
Cup
"Kita mandi saja yuk!"ujar Stevi menggendong putra-nya, mereka melangkah menuju kamar mandi.
#
#
Di sisi lain
"Apa dia berhasil memperbaiki mesin itu?" tanya seorang pria paruh baya kepada Kurama. Meskipun dia sudah berumur, ketampanan dan kegagahan itu masih terlihat jelas di tubuh tegap-nya.
"Iya, Itu benar, dia akan datang kemari untuk menemukan sesuatu yang ingin dia tahu!" seru Kurama sembari menatap seorang wanita cantik duduk di singgasana-nya. Wanita itu masih terlihat awet muda dan sangat cantik. Tubuh dan wajah-nya tidak terlihat seperti usia-nya.
"Aku berharap kau akan selalu menjaga-nya!" seru pria itu. Dia menatap istri-nya dengan penuh cinta, Istri yang mengorbankan banyak hal untuknya.
"Mengapa kau berkata begitu?" tanya pria paruh baya itu memandang bingung.
"Dia akan tahu ketika dia sudah datang kesini" seru Kurama
"Aku pergi dulu" teriak-nya. Kurama menghilang dari pandangan kedua paruh baya yang masih terlihat seperti pasangan berumur 30 tahunan.
"Apa kau tidak sabar bertemu dengan-nya?" tanya wanita itu. Dia menatap suami yang sangat dia cintai dengan sorotan mata teduh dan hangat.
"Iya, Aku berharap dia bisa menerima ku" ujar-nya lirih. Dia mengingatkan bagaimana penolakan putra-nya di masa lalu.
"Tenanglah dia tidak akan sama seperti Daddy-nya" seru wanita itu lembut. Wanita itu mengelus lembut bahu suami-nya untuk menyalurkan energi positif agar dia merasa tenang.
Pria itu memandang penuh cinta kearah wajah awet muda istri-nya. Dia merasa senang bisa bertemu kembali dengan wanita yang dulu pergi dari-nya secara tiba-tiba. Meskipun dia harus menunggu sampai puluhan tahun lamanya untuk terbangun kembali.
#
#
Di Kamar Greyson
Stevi memakaikan pakaian tidur untuk putra-nya, tanpa lupa dia mengusap sedikit minyak angin ke-area tertentu.
Steven yang merasa geli dengan usapan Mommy-nya tertawa lepas sembari menendang-nendang kaki-nya ke atas.
"Apa putra mommy merasa geli?" tanya Stevi menatap tingkat mengemaskan putra-nya. Dia merasa bahagia, kehadiran Steven membuat hidup-nya lebih berwarna.
...***Bersambung***...