IT'S YOUR BABY

IT'S YOUR BABY
Bab 26



Stevi yang melihat itu seketika berdecak pelan "Cih... kalau Lihat cowok tampan pada langsung cari muka. Apa lagi ini di desa wajar aja sih huuh" ujarnya dengan meneruskan langkahnya


"Selamat pagi tuan" ujar seorang pria kepada Rinc sembari membungkukkan sedikit badannya


"Sebentar 30 menit sebelum makan siang berikan Salad dan buah ke pegawai bernama Stevi Lorens. Dia perlu memakan makanan yang bergizi" ujarnya lalu berlalu ke ruangannya tanpa menunggu jawaban manajer produksi.


"Wah wah apa bos jatuh cinta pada wanita itu? bukankah dia sedang hamil? Berarti dia punya suami dong! Aish bos menyukai istri orang? aish jadi pebinor dong" gumamnya melangkahkan kakinya ke arah pabrik untuk mengawasi proses kegiatan produksi.


...🌷🌷🌷🌷...


Di Bagian Produksi


Stevi melakukan tugas nya di bagian pengemasan barang. Dia hanya akan duduk dan mengemasi beberapa produk yang siap di edarkan ke dalam kardus. Itu tidak akan menganggu kandungannya, hanya saja tangannya sering kali terasa pegal bila di malam hari.


"Stevi kurasa tugas ini menguras lumayan banyak tenagamu, jika kulihat dari usia kandunganmu. Kuharap kamu bisa segera mengurus surat cutimu" ujar seorang karyawan bernama Charlotte sambil mengemasi beberapa produk ke dalam kardus dengan cekatan.


"Aku baik-baik saja Charlotte. Terima kasih sudah mengingatkan ku" ujar Stevi terus melanjutkan aktivitasnya mengemasi produk yang sama dengan Charlotte.


Charlotte yang mendengar jawaban Stevi hanya membalas jawaban tersebut dengan senyuman. Karena dia tahu Stevi memiliki sifat yang sedikit keras kepala.


Jam istirahat karyawan telah tiba dari arah pintu masuk pabrik itu datang seorang pria membawa tas tentengan kecil. Dengan langkah cepat, pria itu berjalan ke arah Stevi dan Charlotte.


"Stevi ini makanan untukmu. Seseorang menitipkannya padaku. Jangan lupa dimakan" ujarnya tegas lalu menyerahkan tas tentengan kecil itu ke depan Stevi.


Stevi yang melihat semua mata mengarah ke arahnya seketika merasa risih. "Bukankah mereka terlihat seperti memiliki hubungan" bisik-bisik beberapa karyawan melihat tindakan manajer produksi pabrik tempat mereka bekerja. Hal seperti itu akan terlihat aneh di mata setiap orang, Apalagi mereka tidak memiliki ikatan kekeluargaan.


"Hus jangan sembarang, Stevi sudah memiliki suami yaitu ayah dari bayinya.!! Jadi jangan asal ceplas-ceplos!!! jangan menyebarkan fitnah" marah Charlotte mendengar bisikan beberapa karyawan. Lalu mata Charlotte mengarah ke arah Stevi. "Yuk kita makan siang di kantin karyawan saja dan kamu terima aja bekalnya" sambung Charlotte dengan mengelus punggung Stevi memberikan support. Charlotte tidak mau perkataan karyawan lain mengganggu pikiran Stevi.


Stevi yang mendengar ucapan Charlotte hanya tersenyum kecil "Terima kasih Pak" seru Stevi lalu menerima bekal yang di berikan atasannya kepadanya.


"Kami permisi pak" ujar Charlotte ke Dede yang masih berdiri di tempatnya. Charlotte menarik pelan tangan Stevi lalu melangkah menuju kantin karyawan di depan gedung pabrik.


"Aish benarkan Stevi sudah punya suami? Kok bos tega banget jadi pebinor" gumam Dede di dalam hati terus memandangi punggung kedua bawahannya itu yang akan segera menghilang di balik pintu


Dede lalu melangkahkan kakinya menuju ruangan Rinc. Setibanya di ruangan Rinc, Dia bisa melihat aktivitas yang dilakukan bosnya di dalam.


"Apa kau sudah memberikan makanan itu kepadanya?" tanya Rinc tanpa mengalihkan pandangannya dari dokumen-dokumen penting yang sedang di periksanya


"Sudah Tuan. Hanya saja mengapa tuan memberikan makanan untuk karyawan biasa?" tanya Dede dengan bingung mengamati dengan detail ekspresi bosnya itu.


Rinc menghentikan aktivitasnya lalu memandang Dede "Kau tidak perlu tahu." ujarnya dingin "Cukup kau laksanakan perintah yang ku berikan. Setiap siang kau harus mengantar makanan untuknya!" tegasnya lalu pandangannya kembali ke arah dokumen-dokumen yang sedang diperiksanya tadi.


"Baik Tuan" ujar Dede Haryanto dengan cepat. Dia takut di sembelih bosnya yang terkenal kejam itu.


...🌷🌷🌷🌷...


...***Bersambung***...