IT'S YOUR BABY

IT'S YOUR BABY
Bab 92



Sebulan kemudian


Hoek Hoek Hoek


Stevi terus menerus mengalami muntah muntah setelah menghabiskan sarapan paginya.


"Stevi.... Apa kamu baik-baik saja?" tanya Dena dengan cemas


"Hmm...." gumam Stevi melewati Dena yang berdiri di depan pintu kamar mandi


"Apa kamu tidak merasa tubuhmu semakin berisi akhir akhir ini Stevi?" tanya Dena memperhatikan tubuh Stevi yang terlihat mulai berisi di area tertentu.


"Apa kau juga akan tetap menyembunyikan tentang kehamilan mu?" sentak Stevi menatap tajam kearah Dena tanpa berniat menjawab pertanyaan yang diajukan Dena.


Deg


Dena tertegun mendengar perkataan Stevi " Maafkan aku Stevi...." lirihnya menatap sendu kearah Stevi


"Nop" singkat Stevi tanpa menatap Dena


"Jika suatu hari, ingatanmu pulih kembali.... Kuharap kau akan memaafkan ku Stevi...." lirih Dena menangis tersedu-sedu


"Apa maksudmu Denada?" tanya Stevi menatap aneh dengan sikap Denada.


"Suatu hari kau akan mengingat semuanya!" tandas Dena belum siap menceritakan semuanya kepada Stevi.


#


#


Di sebuah rumah mewah


Hoek Hoek Hoek


"Makanan apa yang sudah pelayan itu sajikan? mengapa rasanya sangat aneh di Indra penciumanku?" kesalnya memuntahkan semua isi perutnya.


"Grey.... Apa kau baik-baik saja, Son?" tanya Nyonya Douglas kepada putranya


"Aku merasa perutku di aduk-aduk, Mom!" tandasnya dengan wajah pucat. Peluh keringat membasahi wajahnya yang mulai terlihat tirus.


"Maka-nya, kalau Mommy suruh makan!, Iya makan!. Pakek acara muntah-muntah segala, Kamu-nya" ceramah Nyonya Douglas kepada putranya.


Selama tujuh bulan Greyson harus mengalami gejala muntah-muntah. Dokter yang memeriksa seluruh tubuh Greyson tidak menemukan penyakit apa pun yang di deritanya. Tubuh Greyson semakin hari, semakin terlihat kurus, makanan yang sudah masuk ke dalam tubuhnya akan Ia muntahan kembali. Nyonya dan Tuan Douglas merasa perihatin melihat kondisi putranya.


#


#


9 Bulan kemudian


"Stevi.... bayi kembar mu sangat lucu dan menggemaskan" ujar Dena menatap dua pasang bola mata biru memikat dari bayi yang sudah lahir dua minggu lalu.


"Bayimu juga lucu dan menggemaskan Denada" ujar Stevi menatap lembut bayi Dena yang sedang berbaring di atas tempat tidur. Bayi mereka memiliki selisih usia 1 bulan.


"Iya aku setuju! Mereka terlihat sangat mengemaskan!" tandas Dena dengan bangga membenarkan perkataan Stevi.


"Baiklah sudah waktunya aku berangkat ke peternakan.... dan sekarang, giliran mu menjaga ketiga bayi mengemaskan ini!" tandas Dena dengan semangat


"Aku sudah menyiapkan ASI botol untuk putriku di dalam lemari pendingin" sambung Dena menatap hangat Stevi.


"Baiklah.... Hati-hati" gumam Stevi sembari menyusui putranya


#


#


Dua Minggu Lalu


"Dena sepertinya aku mau melahirkan...." lirih Stevi mencengkram kuat daster longgar yang di pakainya.


"Apa....?" Dena tertegun mendengar ucapan Stevi


"Ah.... Dena aku sudah tidak kuat!!" bentak Stevi merasa perutnya mulas.


Dena langsung memapah Stevi melangkah keluar menuju mobil "Nola...!!" teriak Dena kepada baby sitter putrinya.


"I-iya nona?" ujar Nola bejalan terburu-buru


"Jaga putriku dulu! Aku mau mengantar Stevi ke rumah sakit!" tegasnya, melanjutkan langkahnya.


#


#


Di Rumah sakit


"Dokter!! Suster!!" teriak Dena memanggil-manggil petugas yang sedang berjaga di tengah malam begini.


Beberapa orang petugas yang mendengar teriak Denada langsung melangkah cepat ke arahnya


"Suster tolong teman saya mau melahirkan!" ujarnya khawatir


Stevi kemudian dimasukan ke ruangan operasi untuk mengeluarkan bayi kembar yang tumbuh subur di rahimnya.


...***Bersambung***...