
Obrolan Greyson dan Alexa harus terhenti saat mereka mendengar suara Stevi.
"Sayang apa yang sedang kalian bicarakan?" tanya Stevi cukup penasaran.
Alih-alih menjawab pertanyaan istrinya, Greyson malah bertanya kembali kepada Stevi. "Apa kamu baru saja bangun?"
"Hem!" gumam Stevi. Ia lalu melangkah ke arah putrinya.
"Mengapa pulang ke mansion klan king tidak bilang-bilang?" tanya Stevi melipat kedua tangannya di depan dada.
"Ada sedikit urusan urgent mom?" sahut Alexa cengengesan.
"Apa tadi Paskal ke sini?" tanya Stevi menatap suami dan putrinya bergantian. Ia cukup penasaran dengan pembahasan yang sedang Alexa dan Greyson obrolkan.
"Tidak sayang! kami sedari tadi mengobrol di dalam. Apa kamu tadi memerintahkan pemuda itu naik ke atas?" tanya Greyson menatap wajah bantal istrinya.
Stevi menganggukkan kepalanya mendengar pertanyaan suaminya.
"Ada apa? apa kamu sudah lapar?" tanya Greyson mengelus lembut kepala istrinya.
Alexa tersenyum kecil melihat bagaimana perhatian ayahnya kepada ibunya. Alexa tahu bagaimana perjalanan cinta kedua orangtuanya. Bagaimana ramah dan pemaafnya kedua orang tua dari ibunya.
"Tidak sayang--"
"Aku mencari mu karena saat aku bangun barusan, aku tidak menemukan keberadaan mu." ucap Stevi melingkarkan tangannya di pinggang suaminya.Ia lalu menyenderkan kepalanya di dada bidang suaminya.
"Sepertinya Alexa keluar saja. Alexa tidak sanggup melihat kemesraan kalian Mom, Dad."ucap Alexa turun dari ranjangnya. Ia lalu meletakkan laptopnya di atas meja di dekat TV kamarnya.
"Come on sayang...."
"Sebentar lagi kamu juga akan melakukan hal yang sama!" dengus Stevi menatap sekilas putrinya.
"Mom, Alexa tidak akan melakukan hal menggelikan seperti itu. Alexa lebih suka hal-hal yang menantang ketimbang hal-hal bucin seperti itu.
"Lihat saja nanti! awas jilat ludah sendiri!" teriak Stevi tersenyum kecil melihat kepergian putrinya.
Greyson tersenyum kecil mendengar perdebatan biasa istri dan putrinya. "Apa kamu belum lapar?" tanya Greyson membalas pelukan istrinya.
"Belum! dibawah sudah ada Jack dan istrinya. Apa kamu tidak mau kebawah, hem?" tanya Stevi mengangkat kepalanya hingga wajahnya sejajar dengan wajah suaminya.
Cup
#
#
Sementara Alexa turun ke lantai bawah setelah keluar dari kamarnya. Dari lift Ia melihat Jack dan istrinya melangkah menuju ruangan tamu.
"Hello--"
"Uncle J! Aunty Cla!" panggil Alexa sembari melangkah menuju ruangan tamu.
"Nona muda!" sahut Jack dan Claudia bersamaan.
"Mengapa kalian masih berdiri? duduk lah!" ujar Alexa menatap bingung ekspresi sepasang suami-istri itu.
"Dimana Chris?" sambung Alexa bertanya sembari memperhatikan sekeliling ruangan tamu.
"Dia tadi diluar menemui Paskal, Nona muda." ujar Claudia singkat mendudukkan bokongnya di atas sofa. Sementara suaminya belum berani duduk karena tujuannya kesana menemui Greyson.
Alexa lalu keluar dari ruangan tamu menuju halaman mansion klan king. Ia cukup rindu dengan putra Jack dan Claudia yang usianya masih di kategori remaja itu.
Tak beberapa lama Greyson dan Stevi ikut turun dari lantai atas. Sementara beberapa pelayan juga ikut menyajikan beberapa jenis cemilan untuk mereka.
"Apa kalian sudah lama menunggu?" tanya Greyson merangkul pinggang istrinya. Mereka lalu duduk di sofa ruangan itu.
"Tidak Tuan! kami baru saja sampai!" jawab Jack belum berani mendudukkan bokongnya di sofa yang sama dengan istrinya.
"Duduklah Jack! bukankah kita tubuh bersama sedari kecil. Kau akan tetap menjadi saudara, sahabat sekaligus asisten kepercayaanku." ujar Greyson menatap wajah gugup Jack.
"Duduklah! dan jelaskan mengenai hasil penyelidikan yang kau dapatkan!" perintah Greyson.
"Aku menyuruhmu duduk sebagai atasan!" sambung Greyson menatap tajam wajah gugup Jack.
Jack lalu duduk di atas sofa saat mendengar instruksi Greyson. Jack kemudian menyerahkan sebuah map coklat berisi beberapa data informasi mengenai tuan mudanya.
Greyson mengamati beberapa foto yang ada di map itu cukup lama. Ia tidak bisa menghilangkan raut wajah terkejutnya. Sementara Stevi tidak ikut terkejut karena Ia tidak terlalu mengenal orang-orang yang ada di foto itu. Ia hanya penasaran dengan hasil penyelidikan apa yang maksud suaminya.
...***Bersambung***...