IT'S YOUR BABY

IT'S YOUR BABY
Season 2 Keantusiasan Stevi



"Oh iya dimana putramu?" tanya Greyson mengalihkan pembicaraan mereka.


"Sepertinya dia ada di mansion belakang Tuan!" jawab Rain menunggu perintah dari Greyson.


"Nanti suruh putra mu menemui ku!" ucap Greyson merapikan pakaiannya.


"Ayo keluar. Aku ingin memastikan persiapan penyambutan kedua putraku dan keluarganya." sambung Greyson melangkah keluar dari ruangan kerjanya. Rain mengikuti langkah Greyson dari belakang sembari melamun memikirkan apa yang akan terjadi hari esok.


Di lantai atas Stevi membantu para pelayan mendekorasi kamar yang akan di tempati kedua cucunya. Ibu empat anak itu sangat antusias mendengar gosip para pelayanannya mengenai perintah suaminya. Ia sangat bahagia saat mengetahui putra pertamanya ternyata sudah memiliki seorang putra. Meskipun itu hanya dugaan sementara sebelum hasil tes DNA keluar. Namun Stevi cukup bahagia dan yakin kalau dia akan mempunyai 3 cucu. Meskipun satu diantara tiga itu tidak pernah terlahir ke dunia.


"Sayang...."


"Kamu ngapain disini? lebih baik kamu olahraga, yoga atau beristirahat di gazebo kita." tanya Greyson tiba-tiba masuk ke dalam kamar yang sedang di dekorasi Stevi dan beberapa pelayan. Sementara Rain berdiri di balik punggung Greyson tanpa sepengetahuan Stevi. Karena tubuh Rain terhalang tubuh tegap Greyson.


"Sayang, aku cukup antusias mendengar kepulangan kedua putra kita! apa lagi mereka akan pulang bersama menantu dan cucu-cucu kita." ucap Stevi tersenyum hangat mendengar pertanyaan suaminya.


"Ini tidak akan menguras energi ku." sambung Stevi penuh keyakinan.


"Setelah ini beristirahatlah di kamar atau di ruangan tamu! jangan terlalu kecapean!" tegas Greyson tidak mau dibantah.


"Iya sayang...." ucap Stevi merapikan tempat tidur untuk cucunya.


"Apa kamar ini dan kamar sebelah saling terhubung?" tanya Greyson kepada seorang pelayan yang melintas di sampingnya.


"Benar Tuan! kamar ini dan kamar sebelah saling terhubung. Kita hanya perlu menekan tombol kontrol di atas nakas mengeser dinding pembatas." ucap pelayan itu membungkukkan sedikit tubuhnya menghormati Greyson.


Greyson mengangguk-anggukkan kepalanya tanda mengerti. Pelayan itu lalu berlalu dari sana melanjutkan pekerjaannya.


"Iya Tuan?" tanya Rain berdiri di samping Greyson.


"Dimana Jack?" tanya Greyson tiba-tiba


"Bukannya tadi Anda menyuruh Jack mengawasi gerak-gerik penyusup?" celetuk Rain.


"Aku hampir saja melupakan perintahku." ucap Greyson memijit pelipisnya. Memikirkan kehidupan keempat putra-putrinya cukup menguras tenaga dan pikirannya.


"Apa Jack sudah menangkap orang yang memata-matai mansion klan king?" tanya Greyson menaikan sebelah alisnya melirik sekilas ke arah Rain.


"Saya belum tahu mengenai itu Tuan, karena sedari tadi saya mengikuti Anda." ucap Rain cengengesan mengaruk kepalanya.


"Ehem!!!"


"Keluarlah Rain, tidak perlu mengikuti ku lagi. Kita sedang berada di mansion, tidak akan ada bahaya yang menghampiri." ucap Greyson menyembunyikan rasa malunya.


"Jangan lupa beritahu putramu temui aku nanti malam setelah makan malam usai." ingatkan Greyson sebelum Rain keluar dari kamar itu.


"Baik Tuan!" jawab Rain kemudian berlalu dari sana.


Greyson lalu mengamati aktivitas istrinya dari jarak dekat. Daya tahan tubuh Stevi akhir-akhir ini sedikit menurun karena setiap malam pria itu meminta jatah. Meskipun usia Greyson sudah masuk usia lansia, tapi jangan ragu tenaganya untuk hal satu itu. Adik kecilnya akan tetap kuat dan tahan lama kalau sedang bertempur bersama istrinya.


Semakin hari rasa cinta mereka semakin tumbuh subur dan terikat erat. Greyson semakin jatuh hati kepada istrinya. Setiap kali Stevi merengek meminta sesuatu, Greyson akan menuruti keinginan istrinya, begitupun sebaliknya.


...***Bersambung***...