
Di mobil
Drettt drettt drettt
[Hallo kak? Kau akan pergi kemana?] tanya Stevenson dari seberang sana.
"Aku akan pergi ke San Fransisco memeriksa Club yang dikelola klan king" ujar Steven sembari mengemudi memasuki jalan tol.
[Baiklah, semoga kakak bertemu gadis-gadis seksi disana.] ujar Stevenson langsung mematikan panggilannya.
"Dasar" batin Steven mendengar perkataan adiknya.
#
#
Setibanya di Club KK
Steven langsung melangkah menuju ruangannya yang berada di lantai paling atas bangunan tinggi itu.
Tanpa sengaja seorang gadis muda menyenggol bahunya.
"Maaf....Maafkan saya tidak sengaja, Tuan." ujarnya sembari membereskan alat-alat penyadap yang baru saja Ia dapatkan.
"Stop...."
"Siapa yang mengizinkanmu masuk ke sini? apa kau mata-mata?" tanya Steven menatap tajam gadis muda yang ada di hadapannya.
Perkataan Steven tentu saja membuat gadis muda itu menghentikan gerakannya. Gadis itu menepuk-nepuk gaun seksi yang digunakannya untuk membersihkan tangannya.
"Anda salah paham Tuan. Saya hanya sedang bekerja." ujarnya menatap datar wajah Steven.
[Cepat kau keluar dari sana. Beberapa anak buahnya sudah mulai berlari masuk ke dalam.] ujar seorang wanita di seberang interkom yang terpasang di telinganya.
Gadis itu kemudian berlalu dari sana dengan cara menyelinap dari satu kamar VIP yang masih terbuka.
#
#
Keesokan harinya
Di Club KK
"Selamat pagi" ujar Sherin sambil menenteng tas kertas berisikan beberapa cup coffee dan sandwich.
Steven menatap datar gadis yang ada di depannya yang baru dikenalnya beberapa hari yang lalu.
"Untuk apa kau membawa ini kesini?" ujar Steven dingin
"Kau sudah menolong ku kemarin.Jadi aku memberikan ini sebagai ucapan terima kasih." jawab Sherina.
Wanita itu mengeluarkan segelas coffee dan sebungkus sandwich dari dalam tas tentengannya. Gadis itu lalu memberikannya kepada Steven.
"Stop. Bukankah kau harus menghargai pemberian tulus orng lain." ujar Sherina menyeringai kecil.
Anggota klan king berbisik-bisik melihat tindakan berani Sherina.
"Gadis itu sungguh lancang! apa gadis itu tidak tahu ketua itu siapa?" bisik mereka menggeleng-gelengkan kepalanya melihat keberanian Sherina.
"Lihatlah ketua menyentuh tangannya. Apa ketua sudah mulai luluh dengan yang namanya wanita?" tanya yang lain
"Sss.... diam lah. Gadis itu mungkin hanya sok kenal saja dengan Ketua." tandas anggota klan king yang lain
"Mana mungkin ketua menyukai gadis seperti itu." bisik yang lain lagi
"Aku tahu apa tujuanmu kemari. Tapi kau harus tahu, aku tidak akan mengijinkan mu mencoba memata-matai klien bisnisku! apa lagi itu di daerah kekuasaan ku." tandas Steven dingin.
Pria tampan itu menatap tajam mata biru gadis berponi di depannya.
"Ah.... Kau terlalu berpikir jauh. Tentu saja aku melakukan ini sebagai tanda terima kasih ku atas pertolonganmu tadi malam." tandas Sherina penuh percaya diri.
"Jadi ini...." sambung Sherin menyerahkan segelas kopi kepada Steven.
#
#
"Ketua apa gadis ini pacar Anda?" kepo anggota klan king yang sedang ikut mengawal Steven.
Sherina tersenyum hangat mendengar pertanyaan para anggota klan king serba berpakaian hitam yang mengawal Steven.
"Bukan! Aku tidak mengenalnya sama sekali." tandas Steven menatap datar ke arah Sherina.
Sherina yang mendengar perkataan Steven langsung berkata, "Lihatlah...." ucapnya sembari menatap intens wajah Steven
"Wajah tampan ini akan cepat pudar, kalau kau terus-menerus memperlihatkan wajah dingin dan datar ini. Itu tentu akan membuat orang-orang salah paham dengan hubungan kita." sambung Sherina menyeringai kecil memindai wajah tampan Steven.
Sentuhan gadis itu tentu saja membuat anggota klan king semakin salah paham.
"Jangan khawatir, karena kalian sudah sangat peduli dengan Kekasihku. Maka aku akan memberikan masing-masing segelas coffee dan sandwich untuk kalian." ujarnya semakin menarik perhatian anggota klan king.
"Maaf sudah menganggu waktu kalian. Kalau begitu aku pergi dulu." sambung gadis itu lagi
"Apa yang kau katakan! apa kau gila!" bentak Steven menatap tajam punggung gadis itu.
Sherin menghentikan langkahnya saat mendengar bentakan Steven. Gadis itu kemudian membalikkan badannya dan menjulurkan lidahnya ke arah Steven.
"Sampai jumpa lagi." teriak Sherin melanjutkan langkahnya keluar dari Club.
Steven tersenyum kecil melihat tingkah mengemaskan gadis itu.
......***Bersambung***......