IT'S YOUR BABY

IT'S YOUR BABY
Season 2 Kejahilan Grace



Sementara di Korea


Grace melompat-lompat bahagia di atas ranjang saat mendengar perkataan kekasihnya.


"Grace kekasihmu sangat manis." monolognya tersenyum puas.


"Pria sempurna yang cocok menjadi pendamping hidup Grace Natalie." ujarnya pelan meletakkan telapak tangan di pipinya. Ia sudah berandai-andai bagaimana kalau Albara menjadi suaminya dimasa depan.


Cklek


"Apa putri mommy sedang jatuh cinta?" tanya Stevi melangkah masuk ke dalam kamar putrinya.


Grace berusaha menyembunyikan perasaan gugupnya saat mendengar pertanyaan Mommynya.


"Mom...." lirih


"Tidak apa-apa...."


"Mommy dan Daddy tidak akan melarang kamu pacaran di usia muda. Tapi...."


"Jaga batasan kalau pacaran! jangan melakukan hal yang diluar batas!" tegas Stevi menatap tajam wajah cantik putrinya.


Stevi tidak mau karma dari perilaku kedua putranya akan berbalik arah ke kehidupan percintaan kedua putrinya.


"Mom...." lirih Grace turun dari atas ranjang, lalu memeluk tubuh Mommynya.


Stevi dengan hangat membalas pelukan putri kecilnya. Satu-satunya anak yang dari dalam kandungan sudah dilimpahkan banyak kasih sayang.


"Putri kecil Mommy yang dulu memiliki sifat pemaksaan. Menangis kencang saat permintaanya tidak di turuti ternyata sudah tumbuh dewasa."


"Apa pria itu yang mengubah sifat pemaksaan ini berubah menjadi pendiam?" tanya Stevi cukup penasaran sembari melonggarkan sedikit pelukannya menatap wajah putrinya.


"Mom...." lirih Grace melepaskan pelukannya. Ia lalu melangkah cepat naik ke atas ranjang menenggelamkan kepalanya kebawah bantal.


Grace malu mendengar perkataan Stevi, bagaimana pun itu merupakan pengalaman pertamanya menjalin kasih dengan pria berdarah Spanyol itu.


Grace jatuh cinta kepada Albara yang memiliki tubuh tinggi, tatapan mata hitam tajam dan juga sifatnya yang tengil terkadang membuat Grace terhibur.


"Ayolah Grace...."


"Mommy hanya bertanya."


"Dad!!!"


"Kata Mommy, dia ingin mencari Daddy baru untuk Grace!!!" teriak Grace kuat agar Grayson mendengar ucapannya.


Wajah Stevi langsung memerah mendengar teriakan putrinya. Sifat jahil gadis itu tidak pernah berubah.


"Grace!" geram Stevi. Perkataan putrinya itu tentu saja akan membahayakan Stevi. Ia tidak akan bisa tidur selama 1 x 24 jam. Moment seperti ini akan selalu menjadi jackpot bagi Greyson.


Stevi langsung keluar dari kamar putrinya. Sebenarnya Ia tadi berniat mengambil air putih ke lantai bawah. Namun suara berisik dari kamar putrinya menghentikan langkah Stevi. Ia cukup penasaran dengan apa yang dilakukan putrinya.


Sementara Grace tersenyum puas melihat kepergian Mommynya.


"Akhirnya mommy tidak banyak bertanya hari ini." ucapnya bernapas lega. Grace lalu membaringkan tubuhnya menghadap ke atas langit-langit kamarnya.


Hembusan angin sejuk dari luar jendela membuat kedua mata Grace semakin memberat. Setelah Grace tertidur lelap seorang pria paruh baya masuk ke dalam kamar Grace.


Greyson menutup jendela kamar putrinya yang terlihat masih terbuka. Ia lalu melangkah kembali mendekati ranjang putrinya.


Cup


"Good night sayang...."


"Mimpi indah" ucapnya mengecup kening putrinya sebelum keluar dari kamar putrinya.


#


#


Di rumah sakit


Setelah membersihkan tubuh putranya, Haykal melangkah keluar dari kamar. Ia berniat pergi ke ruangan kerjanya mengambil sesuatu. Sekembalinya Haykal dari ruangan kerjanya, Ia melihat air mata sudah membasahi pipi hangat Albiano.


"Apa Mommy mu juga merasakan apa yang sedang kamu rasakan sayang?" monolog Haykal menghapus jejak air mata di pipi Albiano.


Air mata pria itu juga ikut menetes memikirkan keadaan Albiano yang harus dirawat di rumah sakit. Dan keadaan Albina yang belum ditemukan sampai sekarang.


...***Bersambung***...