
"Apa mereka menikah muda? tanpa sepengetahuan Daddy?" tanya Grace penasaran.
"Cuma Mommy yang mengetahui semuanya!" ujar Greyson memperhatikan wajah istrinya.
"Mommy takut Daddy juga akan menjodoh-jodohkan mereka seperti kak Alexa." ujar Grace
"Itu tidak mungkin sayang! Alexa memang sudah dipinang dari beberapa tahun yang lalu."
"Daddy harapan kamu fokus ke studi mu dan lulus dengan nilai memuaskan! Perhatikan keadaan Opa dan Oma karena mereka sudah tua sekarang. Khusus untuk kamu! Daddy tidak mau kamu sampai mengikuti jejak saudara-saudara mu!" tegas Greyson dengan tatapan serius.
"Siap Tuan Douglas!!" ucap Grace dengan semangat empat lima.
Gadis remaja itu lalu berdiri dari duduknya dan memeluk tubuh Mommynya. "Mom, Grace pasti akan merindukan Mommy dan juga masakan Mommy." ujar Grace memeluk hangat tubuh Mommynya.
"Apa kamu tidak akan merindukan Daddy?" tanya Greyson pura-pura cemburu mendengar perkataan putrinya yang terdengar seperti orang yang sedang pilih kasih.
"Tentu saja Grace juga akan merindukan Daddy." ujar Grace memeluk lengan Greyson.
Stevi dan Albara tersenyum hangat melihat keakraban ayah dan anak itu.
Namun jauh di lubuk hati terdalam pria itu, ada sedikit rasa iri di hatinya melihat keakraban Grace dan keluarganya.
Keakraban keluarga seperti itu belum pernah lagi Ia rasakan, sejak kedua orangtuanya lost contact dengan saudara perempuannya. Keakraban dan kebahagiaan itu hilang dalam sekejap.
"Baiklah...."
"Nikmati makanannya. Daddy dan Mommy ke atas dulu."
Greyson dan Stevi lalu melangkahkan menuju lantai atas setelah mendapatkan anggukan dari Grace.
#
#
"Lima menit lagi kita akan mendarat di lapangan mansion klan king, Tuan!"
Greyson mengiyakan perkataan pramugari tanpa mengalihkan pandangannya dari wajah terlelap istrinya.
"Terima kasih sudah menerima ku apa adanya. Terima kasih sudah mencintaiku dan memberikanku dua pasang putra-putri yang hebat. Aku tidak akan pernah lelah menyampaikan ucapan terima kasih ini kepadamu." bisiknya pelan.
Sementara Stevi tersenyum kecil mendengar bisikan suaminya. Namun mata itu terlalu berat untuk dibuka.
Beberapa anggota kepercayaan klan king sudah berbaris di bawah sana menanti kepulangan Greyson dan istrinya. Itu merupakan tradisi yang biasa mereka lakukan sejak kepemimpinan King Douglas.
"Selamat datang kembali Tuan!!" serentak mereka bersamaan sehingga mengusik tidur Stevi. Suara bas para anggota klan king terdengar nyaring di pendengarannya.
Greyson menatap tajam ke arah anggota kepercayaan klan king. Sementara Stevi kembali terlelap setelah tidak mendengar suara bas dari para anggota klan king.
Setibanya di kamar pribadi mereka, Greyson membaringkan tubuh istrinya di atas ranjang lalu keluar dari kamar. Ia ingin menemui putrinya terlebih dahulu. Pembicaraan Alexa dan Stevenson terdengar jelas sampai ke telinga pria paruh baya itu.
Greyson terdiam lama di depan kamar Alexa menunggu obrolan kedua saudara kembar itu sampai selesai.
"Sepertinya aku memang harus menyuruh mereka berkumpul di mansion klan king. Aku juga penasaran dengan rupa cucuku!" gumam Greyson lalu mengetuk pintu kamar putrinya.
Tok tok tok
"Masuk!"
Greyson lalu masuk ke dalam kamar putrinya setelah mendengar sahutan dari dalam.
"Dad!" panggil Alexa menetralkan degup jantungnya.
"Pulang ke mansion klan king saat Daddy dan Mommy masih di Korea. Giliran disuruh pulang malah tidak mau pulang!"
Greyson menatap tajam ekspresi cengengesan putrinya.
"Dad! Alexa pulang ke mansion karena urusan mendadak!" sahut Alexa melakukan pembelaan.
"Apa dengan cara menyembunyikan banyak hal?"
"Sebenarnya apa yang kamu lakukan diluar sana? Daddy sampai sekarang belum tahu pekerjaan seperti apa yang kamu geluti?" ucap Greyson beruntun menatap ekspresi putrinya.
...***Bersambung***...