IT'S YOUR BABY

IT'S YOUR BABY
Bab 90



"Dena.... Aku belum berfikir ke arah situ...." lirih Stevi berkaca-kaca tanpa mengalihkan pandangannya.


Dia bersyukur, Tuhan masih memberinya kesempatan untuk hidup dan menyelamatkan dua nyawa yang sudah tumbuh di rahimnya. Padahal testpack yang di cobanya kemarin menunjukkan kalau dia tidak hamil. Namun mungkin ini hasil percintaan terakhirnya dengan suaminya pikirnya. Beberapa tahun ini dia mengalami lupa ingatan akibat benturan di kepalanya. Saat dia dan Dena terjatuh ke dalam air, mereka berakhir dengan terdampar di sebuah kota terpencil di brazil. Saat sadar, Stevi sudah tidak mengenali siapa dirinya.


"Siapa kau? Siapa aku?" tanya Stevi dengan ekspresi bingung melihat sekelilingnya.


"Ka-u ada---lah Stevi...." lirih Dena terbatuk-batuk terlalu banyak menelan air.


"Apa yang sebenarnya sudah terjadi? mengapa kita ada disini?" tanyanya lagi melihat sekelilingnya banyak pohon rimbun dan besar.


Dena kemudian mulai menceritakan apa yang terjadi meskipun tidak sepenuhnya benar "Jadi...."


Byur Byur


Stevi dan Dena terjatuh ke dalam aliran air terjun yang langsung terhubung langsung dengan aliran air sungai panjang. Dena yang memang perenang yang cukup handal berusaha berenang ke tepian sembari menarik tubuh lemah Stevi. Namun karena arus sungai dari aliran air terjun yang terlalu besar, membuatnya kesulitan berenang ke tepian.


Pada akhirnya tubuh mereka terbawa arus sungai, hingga terdampar di tempat itu. Entah mengapa sikap Dena ke Stevi kali ini tidak seperti sebelumnya. Dia hanya menjelaskan dari bagian itu tanpa menjelaskan apa yang terjadi sebelum mereka terjatuh.


"Ooo.... Dimana ini?" seru Stevi sembari berdiri


"Aku juga tidak tahu" serunya, ikut menatap kondisi sekitar.


"Mari kita berjalan menembus jalan itu" tunjuk Dena mengamati sebuah jalan setapak.


"Ayo...." seru Stevi, tanpa sadar Ia mengenggam tangan Dena sembari melangkah mengikuti jalan setapak itu. Sementara Dena yang melihat perlakuan Stevi termenung lama. Dia masih belum percaya, jika keadaan ini akan benar-benar terjadi. Bagaimana mungkin Stevi yang hampir saja dibunuh oleh Dena, memperlakukannya dengan baik meskipun dia tahu Stevi masih mengalam amnesia.


#


#


3 Jam kemudian mereka tiba di persimpangan jalan raya dengan pakaian yang berantakan "Akhirnya...." lega Stevi menatap senang ke arah jalan raya. Dena hanya tersenyum kecil mendengar ucapan singkat Stevi. Tak beberapa lama dari kejauhan terlihat mobil melintasi jalan raya itu. Mereka berdua melambai-lambaikan tangannya untuk menghentikan laju kendaraan itu. Mereka juga memberikan tanda SOS kepada sang pengemudi.


"Tuan.... Nyonya.... Bolehkah kami menumpang hingga tiba di daerah penduduk setempat?. Kami sudah berhari-hari terdampar di tempat ini!" seru Stevi sedikit dramatis.


"Boleh masuklah, Nak!" seru seorang wanita paruh baya kepada mereka.


"Mengapa kalian bisa terdampar di hutan ini? Apa tempat tinggal kalian sangat jauh?" tanya wanita paruh baya itu


"Kami terjatuh ke dalam sungai, aliran air terjun dari sebuah tebing. Emang ini dimana Nyonya?" tanya Dena penasaran


"Kota kecil yang terletak di sebelah timur Negara Brazil!" ujarnya.


"Ternyata kami terdampar sejauh ini" batin mereka, terlihat jelas ekspresi sedih di kedua wajah mereka.


"Saya memiliki sebuah rumah sederhana di Kota N, kalian bisa tinggal disana! itupun jika kalian mau." ujarnya tersenyum kecil melihat raut sedih di wajah Stevi dan Dena.


"Kami sangat berterima kasih untuk tawarannya Nyonya. Tentu saja kami tidak akan menolak tawaran ini!" tandas Dena tersenyum antusias. Stevi juga setuju dengan apa yang Dena ucapkan.


...***Bersambung***...