IT'S YOUR BABY

IT'S YOUR BABY
Bab 41



Setiap hari Greyson rutin melakukan perawatan, Dia mendapatkan support penuh dari orangtuanya. Dia juga sudah mengetahui kondisi Gabi yang mengalami depresi, mengetahui bagaimana keadaan Greyson setelah insiden pengeboman itu.


Sekarang merupakan bulan keenam setelah insiden itu. Orangtuanya juga sudah kembali ke Korea sekaligus membawa Gabi dan keponakannya. Mereka tahu meninggalkan Gabi dengan keadaan seperti itu bukanlah pilihan yang baik.


Tok..Tok..tok


"Selamat pagi Tuan" sapa Jack membungkukkan sedikit badannya di depan meja kerja Greyson


"Apa kau sudah mendapatkan informasi mengenai keberadaan Stevi?" tanya Greyson dengan datar


"Sudah tuan. Ternyata kita dan nona muda selama ini berada di negara yang sama" ujar Jack dengan memberikan beberapa dokumen informasi mengenai lokasi Stevi.


"What? Stevi bekerja di pabrik produksi kuaci kita?" Greyson antusias membaca informasi yang ada di genggamannya


"Benar tuan. Nona muda bekerja di bagian pengemasan" tutur Jack. Pria itu tersenyum lega melihat keantusiasan tuannya. Dia tahu kepribadian itu akan muncul disaat seseorang memberikannya suatu hal yang bisa memenuhi rasa penasarannya.


"Baiklah Jack. Buatkan jadwal untuk mengontrol proses produksi produk kuaci di pabrik itu Jack! Jangan memberikan informasi kepada karyawan lain. Cukup beritahu Dede Haryanto saja mengenai kedatanganku." ujarnya dengan tersenyum kecil.


Pria itu tidak sabar bertemu dengan Stevi dan calon bayinya. Ia tahu kalau Stevi sedang hamil besar sekarang. Karena sebelum keluar dari rumah sakit bersama Gabi beberapa bulan lalu. Greyson memerintahkan anak buahnya mencari informasi mengenai apa yang dilakukan Stevi, di ruangan dokter kandungan yang sama dengan Gabi beberapa bulan lalu.


Sebenarnya saat itu dia melihat Stevi berjalan dengan seorang wanita kearahnya. Namun karena saat itu Gabi sedang bersamanya, membuat Greyson menghiraukan keberadaan Stevi.


Informasi yang anak buahnya dapatkan membuat senyum tipis terbit di sudut bibirnya. Terlihat kedua matanya berbinar bahagia seperti seorang CEO yang baru saja mendapatkan tender besar.


"Ya Bos wanita itu hamil!" ujar anak buahnya yakin.


Mendengar kalimat itu membuatnya semakin bersemangat bertemu dengan Stevi dan anaknya.


🌷🌷🌷


Pabrik Kuaci


Greyson memandang Stevi dan Charlotte dari kejauhan. Mereka terlihat sedang bekerja mengemasi produk siap jadi untuk di edarkan.


"Akhirnya aku menemukanmu" gumamnya dalam hati. Greyson kemudian berlalu menuju rumah yang akan Ia tempati sementara waktu. Jaraknya kurang lebih 100 M dari pabrik.


"Bagaimana? Apakah rumah itu sudah terisi dengan barang-barang yang aku butuhkan?" tanya Greyson kepada Jack yang sedang mengemudikan mobil yang mereka tumpangi.


"Sudah Tuan beres" ujar Jack. Ia menatap Greyson dari kaca spion di atas kepalanya.


#


#


Tok...tok...tok


Stevi beranjak menuju pintu masuk rumahnya saat Ia mendengar suara ketukan pintu dari luar. Ia baru saja selesai mandi dan berganti pakaian.


Cklek


"Ada apa ya?" tanya Stevi kepada seseorang yang baru saja mengetuk pintu rumahnya. Ia tidak mengenal pria yang ada di hadapannya.


Sementara Greyson diam tidak bergeming sama sekali. Karena sedari tadi pandangannya hanya fokus ke satu arah yaitu perut Stevi yang terlihat semakin membuncit.


"Helloooo?" Stevi mengerakkan kedua tangannya di depan wajah Greyson untuk membuyarkan pandangan pria itu.


Suara Stevi membuyarkan pandangan Greyson "Hmm.... Perkenalkan namaku Rinc Douglas. Aku baru saja pindah ke sebelah rumahmu" ujar Greyson percaya diri menatap ke arah Stevi


"Stevi Lorens" ujar Stevi singkat menatap teliti wajah Rinc


"Mata itu " gumamnya memang lekat mata biru keabu-abuan milik Greyson yang dia kenal sebagai Rinc


"Hmm.... ini beberapa bingkisan untukmu. Semoga kita bisa menjadi tetangga yang sohib dan akrab" ujar Greyson dengan mata berbinar.


"Iya Rinc, terima kasih untuk bingkisannya" ujar Stevi menerima bingkisan yang di sodorkan Greyson.


"Kalau begitu aku permisi" ujar Greyson lalu berlalu dari sana tanpa menunggu jawaban Stevi.


Stevi yang melihat Greyson berjalan dengan cepat kembali ke rumah pria itu merasa heran "Apa aku terlihat aneh?" gumamnya lalu menutup pintu membawa bingkisan tetangga barunya.


Sementara di rumah Greyson. "Huf.... Kemana Greyson yang dulu?" ujarnya memegang dadanya yang berdetak kencang. "Kenapa semenjak hamil auranya semakin memikat?" tanyanya lagi pada dirinya sendiri.


"Hah...." Greyson menghela napas lega


"Sabar Grey kita tunggu waktu yang tepat" gumamnya lagi. Ia melangkah ke arah kamarnya.


...🌷🌷🌷...


...***Bersambung***...


...Like, Komen dan Vote dong πŸ˜„...