
"Aish.... Sialan!!" gerutu Alexa mengelus keningnya.
"Ah.... Benjol lagi dahi mulus gue." dengusnya kesal menyentuh benjolan di dahinya.
"Mengapa mobil itu tiba-tiba berhenti di tengah jalan." omel Alexa lagi menatap mobil di depannya.
"Apa wajah imut dan menggemaskan ini akan terlihat berbeda?" tanyanya sembari menurunkan kaca spion mobil yang ada di atas kepalanya. Gadis itu sibuk memperhatikan benjolan yang ada di dahinya dengan teliti.
Tak beberapa lama seorang pria mengetuk kaca mobil Alexa.
Tok tok tok
Gadis itu lalu menurunkan kaca mobilnya tanpa mengalihkan pandangannya dari kaca spion di atas kepalanya.
"Nona anda harus menganti rugi biaya perbaikan kerusakan mobil saya, anda sudah menabrak mobil saya hingga penyok dari belakang." tegas pria itu menatap intens wajah Alexa dari samping.
"Cih.... Kau juga harus mengganti biaya operasi pencangkokan benjolan yang ada di dahiku!!" teriak Alexa mengalihkan pandangannya ke luar kaca mobilnya.
"Eh.... Kamu...." ujar mereka bersamaan. Mata mereka saling menatap beberapa detik hingga perkataan Alexa membuyarkan tatapan itu.
"Apa kau serius meminta biaya ganti rugi perbaikan mobil mu? apa kau tidak melihat benjolan di dahiku ini? kau tiba-tiba mengerem mendadak, saat aku sedang mengemudi di tengah jalan raya!" ujar Alexa beruntun.
Sementara Haykal berusaha menahan tawanya melihat benjolan besar yang ada di dahi Alexa. Wajah Alexa terlihat lucu dengan benjolan besar yang terlihat mulai bengkak dan membiru.
"Apa kau berniat mengejek ku?" ujar Alexa memincingkan matanya menatap ekspresi Haykal seperti orang yang sedang menahan tawanya.
"Tidak Nona. Saya hanya merasa lucu melihat ekspresi Anda." ujar Haykal mengaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Cih.... Ngeles lagi." dengus Alexa memutar bola matanya malas.
Tin tin tin
Tiba-tiba terdengar suara keras klakson mobil dari belakang mobil Alexa. Gadis itu lagi-lagi mendengus kesal menatap mobil di belakangnya.
"Enggak sabaran banget deh!" monolognya menepikan mobilnya ke pinggir jalan.
Sementara Haykal tersenyum tipis melihat kebar-baran Alexa. Ia tidak menyangka mereka akan bertemu lagi untuk ke empat kalinya, di situasi dan tempat yang berbeda.
Alexa lalu keluar dari dalam mobilnya. Ia mengamati kondisi kap mobilnya. Ia kemudian menatap Haykal yang sudah ikut berdiri di depan mobilnya.
"Baiklah sekarang apa lagi yang akan kau tagih?" ujar Alexa memincingkan matanya menatap intens wajah Haykal dari samping. Gadis itu cukup kesal dengan permintaan Haykal. Ia merasa Haykal tipe pria yang suka mencari keuntungan.
"Aku hanya minta ganti rugi untuk memperbaiki kerusakan mobilku." ujar Haykal menaikan sebelah alisnya menatap wajah cemberut bercampur kesal Alexa.
"Baiklah...."
"Aku akan mengantar mobilmu ke bengkel untuk diperbaiki. Dan aku juga ingin kau ganti rugi dengan kerusakan mobil sport milikku. Bukan hanya itu kau juga harus menghilangkan benjolan yang ada di dahiku. Kau juga harus melakukan hal yang sama dengan apa yang aku lakukan. Bukankah seperti ini akan terlihat lebih deal!" tegas Alexa melipat kedua tangannya di depan dadanya. Ia menatap tajam wajah Haykal menunggu respon pria itu.
"Apa kau pikir hanya kau saja yang bisa berpikir licik dan perhitungan?" monolog Alexa dalam hati. Ia tersenyum menyeringai tanpa sepengetahuan Haykal.
"Aku tidak akan menabrak mobilmu, kalau kau tidak berhenti secara mendadak di tengah jalan!" kesal Alexa menatap sinis Haykal.
"Apa kau tidak melihat lampu sen mobilku? aku jelas-jelas menghidupkan lampu sen di belakang mobilku." sahut Haykal menatap Alexa.
"Cih.... Mengapa hari ini aku harus mengalami tragedi menyebalkan seperti ini?" monolognya pelan menatap mobil Haykal sedikit lecet.
"Nasib.... Nasib" sambung Alexa sembari menggerutu menatap mobil Haykal.
Haykal berusaha menahan tawanya mendengar gerutuan Alexa.
"Gadis menggemaskan" batinnya.
"Apa kau sangat suka menindas gadis muda sepertiku?" ujar Alexa menatap ekspresi Haykal seperti seseorang yang sedang menahan tawanya.
"Apa kau tidak takut kentut-kentutan jika terus-menerus menahan tawa seperti itu." tanya Alexa datar.
"Aku tahu kalau aku terlihat mengemaskan dan imut di saat lagi kesal seperti ini.
"Tapi aku tidak akan tertarik dengan pria licik dan perhitungan seperti mu." omel Alexa.
"Idih...."
"Emang siapa juga yang akan suka dengan gadis bar-bar seperti mu?"
"Lagian aku sudah punya kekasih." sambung Haykal mendengus kesal.
"Syukurlah...."
"Aku akan menganti biaya perbaikan mobilmu. Jika kau juga melakukan hal yang sama!" tegas Alexa masuk ke dalam mobilnya.
Gadis itu meninggalkan Haykal yang masih berdiri terpaku mendengar ucapan Alexa.
"Apa pria itu pikir aku semudah itu mau mengganti biaya perbaikan mobilnya. Bukankah aku yang di rugikan disini. Seenaknya saja pria itu meminta ganti rugi." gerutunya mengemudikan mobil sport mewah miliknya masuk ke area parkiran apartemennya.
Sementara Haykal terdiam lama menatap mobil sport yang dikemudikan Alexa. Mobil itu semakin lama semakin menjauh dan tidak terlihat lagi di penglihatannya.
"Dasar gadis bar-bar." monolog Haykal tersenyum tipis. Pria itu lalu masuk ke dalam mobilnya.
Ia tiba-tiba berhenti karena mendapatkan panggilan gawat darurat dari rumah sakit tempatnya bekerja. Saat pria itu ingin memutar arah mobilnya ke arah kanan. Tiba-tiba mobil yang dikemudikan Alexa melaju dengan kecepatan di atas rata-rata menyusul di belakang mobilnya. Dan terjadilah tragedi menyebalkan itu.
"Setidaknya gue terhibur dengan tingkah mengemaskan gadis itu." ujar Haykal melajukkan kendaraan roda empatnya kembali ke rumah sakit.
......***Bersambung"***......
...Guys untuk DANGEROUS LOVE akan author Crazy Up di awal bulan okey. Author sementara nyicil bab nya. Biar kalian yang masukkan ke favorit dapat tambah bacaan ❤️...