
Paskal menundukkan kepalanya tidak berani melihat raut wajah arogan Alexa. Sementara Chris senyum-senyum sendiri menatap kearah Paskal yang langsung menunduk saat mendengar teriakan Alexa.
Alexa lalu mengalihkan pandangannya melihat wajah senyum-senyum Chris melihat Paskal menundukkan kepalanya saat Alexa meneriaki mereka. "Hello Chris? apa sebegitu bahagianya kau mendengar teriakan! teriakan itu bukan hanya untuk Paskal! tapi untukmu juga!" ucap Alexa menatap sinis kearah Chris.
"Apa kau pikir aku tidak tahu apa tujuan mu mengekor Uncle dan Aunty kemari? Grace tidak akan pulang ke mansion! karena dia sudah memiliki kekasih oppa-oppa Korea!" ucap Alexa tersenyum puas melihat wajah merah sekaligus malu remaja itu.
"Bocah sok-sokan menasehati orang dewasa! padahal Lo berdua memiliki nasib yang sama!" sambung Alexa.
"Kalian ikut aku sekarang juga ke hutan!" perintah Alexa tidak mau di bantah.
"Apa nona muda mau taruhan sekarang?" monolog Paskal di dalam hati.
"Tapi aku belum mengatur strategi sama sekali! apa yang harus aku lakukan! sementara nona muda memiliki ilmu sihir dan juga pergerakannya sangat cepat." sambung Paskal termenung lama.
"Ayo cepat ikut aku!! jangan melamun!" teriak Alexa menatap Paskal dan Chris bergantian.
Mereka lalu mengikuti langkah Alexa masuk ke dalam cruel ghost forest.
#
#
Sementara di dalam mansion
Greyson lansung merogoh kantong celananya mengambil ponselnya. Setelah membaca semua informasi yang didapatkan asisten kepercayaannya.
[Hallo Dad--]
"Pulang hari ini juga ke mansion klan king! bawa sekalian istrimu!" perintah Greyson memotong perkataan putranya.
[Ta-tapi Dad, Livia masih harus diterapi karena--.]
"Daddy tidak mau tahu! pulang hari ini juga! atau--"
"Daddy memerintahkan beberapa anggota klan king menyeret mu secara paksa pulang ke mansion klan king saat ini juga!"ancam Greyson melalui sambungan teleponnya.
[Baiklah Dad!] ucap Steven mematikan panggilan telepon dari Daddynya.
"Nanti kalau mereka sudah tiba di mansion klan king, kamu juga akan tahu tujuanku memanggil mereka kembali ke mansion klan king." sahut Greyson menghubungi nomor Stevenson.
[Hallo Dad?]
"Pulanglah malam ini! Daddy ingin membicarakan sesuatu! bawa sekalian menantu dan cucuku!" ujar Greyson menatap wajah ceria istrinya.
"Sayang! pulanglah ke mansion! Mommy ingin menggendong cucu pertama Mommy! sekaligus bawa menantu cerewet Mommy!" kata Stevi antusias.
Jack dan Claudia tersenyum kecil melihat keantusiasan Nyonya mereka.
"Apa kau mendengar perkataan Mommy mu? pulanglah! ada hal penting yang ingin Daddy bicarakan kepada kalian semua!" ujar Greyson menunggu jawaban dari putranya.
*
*
Sementara di kolombia
Stevenson tersenyum manis mendengar keantusiasan Mommy. Pria itu menatap lama wajah termenung istrinya. Perkataan Daddynya membuat Stevenson cukup penasaran.
"Baiklah Dad! kami akan ke mansion klan king, tapi kemungkinan tidak malam ini. Karena kami masih mau ke California terlebih dahulu." ujar Stevenson pelan.
[Daddy berharap kalian secepatnya tiba di mansion.] ucap Greyson dari seberang sana.
[Titip salam untuk menantu kami.] tambah Stevi dari seberang sana.
"Iya Mom, nanti Stevenson sampaikan." ujar Stevenson mematikan panggilan telepon dari Daddynya.
Stevenson lalu melangkah mendekati istrinya. "Apa yang sedang kamu pikirkan?" tanya Stevenson mendudukkan bokongnya di atas karpet.
"Apa kamu benar-benar mau kembali ke California? dan meninggalkan kami disini?" tanya Sherina menatap wajah tampan suaminya.
"Kalau kalian mau ikut, aku ikut senang sayang. Aku juga berharap kamu dan putra kita ikut serta ke California. Aku mau memakamkan bayi kita di--"
...***Bersambung***...