
"Apa kau baru saja menyumpahi ku?" tanya Gion menghentikan langkahnya.
"Hem...." Arabella terlihat berpikir beberapa saat hingga melanjutkan perkataannya.
"Mohon maaf atas keterlambatan saya, Tuan. Saya tidak akan pergi, karena saya sangat membutuhkan pekerjaan ini." ujar Arabella melangkah mendekati Gion.
"Baiklah...."
"Belikan makan siang untukku di lantai satu. Kau hanya perlu membelinya di seberang jalan dan bawa kembali ke ruangan ku."
"Cih, pria menyebalkan ini sepertinya sedang ingin mengerjai ku." gumam Arabella dalam hati.
"Baik, Tuan." jawab Arabella dengan senyum terpaksa.
Sementara Gion tersenyum licik melihat Arabella melangkah keluar dari ruangannya.
Sepuluh menit kemudian, Arabella datang dengan ngos-ngosan.
Arabella kemudian meletakkan makanan pesanan Gion di atas meja. Karena terlalu sibuk dengan kegiatannya, Arabella tidak menyadari sebuah senyuman kecil tercetak tidak jelas di sudut bibir Gion.
Gion menatap lama makanan yang di sajikan Arabella di atas meja.
"Saya memesan spaghetti bolognese dan orange jus untuk Anda Tuan. Saya harap Anda menyukainya."ujar Arabella setelah selesai menyajikan makanan pesanan Gion.
"Apa saya sudah bisa melanjutkan pekerjaan saya Tuan? Saya tidak mau Anda kecewa dengan hasil kinerja saya yang nantinya kurang maksimal di hari pertama saya bekerja." lanjut Arabella memberanikan diri.
"Keluarlah! temui Hans dan tanyakan kepadanya mengenai pekerjaanmu."jawab Gion tanpa mengalihkan pandangannya dari makanan cepat saji yang dibeli Arabella.
"Kalau begitu, saya langsung undur diri, Tuan." balas Arabella berniat keluar dari ruangan CEO itu. Namun, saat ingin membuka pintu ruangan Gion. Perkataan Gion menghentikan langkahnya.
"Aku merasa tidak berselera melihat makan yang kau beli."
"Aku ingin menu yang lain!"ketus Gion dengan wajah datar.
Mau tidak mau, dengan terpaksa Arabella menuruti perintah Gion. "Baik Tuan, Saya akan mencari menu yang lain." jawab Arabella menahan gerumuh dihatinya.
"Sabar Arabella.... Kamu sangat membutuhkan pekerjaan ini." gumam Arabella mengepalkan tangannya menuruni tangga.
Setelah kepergian Arabella, tak beberapa lama seorang wanita cantik masuk ke dalam ruangan Gion.
"Gion!" panggil seorang gadis berusia 16 tahun melangkah memeluk Gion.
"Aku sangat merindukanmu." lanjut gadis itu tersenyum tipis.
"Me too, Michelle. Dimana Michael? Apa Bocah tengil itu juga ikut bersama mu?"
"Tentu saja ikut. Dia tidak akan sanggup jauh dariku." jawab Michelle percaya diri. Memang benar, Michael akan selalu ikut kemanapun Michelle pergi. Karena Michael tumbuh menjadi remaja yang sedikit posesif.
"Lalu dimana Michael?"balas Gion mempersilahkan Michelle duduk di ruangan tamu.
"Dia masih di jalan."jawab Michelle menatap makanan cepat saji yang tersedia di atas meja Gion.
Cklek
Arabella tiba-tiba masuk ke dalam ruangan Gion dan melihat Michelle duduk sedikit lebih dekat dengan Gion.
"Hem... mohon maaf menganggu waktu kalian, Tuan muda, Nona muda. Saya hanya bisa menemukan makanan khas China disekitar perusahaan. Saya harap kalian suka dengan menu populer ini.
Arabella menyajikan makan itu di atas meja tamu yang ditempati Gion dan Michelle. Ada beberapa jenis makanan seafood di atas meja.
"Ah, sebenarnya aku ingin mengajakmu keluar makan siang. Tapi, seperti kau sudah memiliki rencana lain." ujar Michelle melihat kedatangan Arabella. Michelle tersenyum kecil melihat rona tak biasa di wajah saudaranya.
"Ah. Kebetulan aku juga berniat keluar makan siang." sahut Gion menatap Michelle.
"Aku curiga sedari awal pria ini memang ingin mengerjai ku." gumam Arabella dalam hati berusaha menyembunyikan ketidaksukaannya.