
"Itu semua sudah menjadi masa lalu. Mari kita hidup bahagia. Lupakan masa lalu dan mari melangkah ke depan." sambungnya. Ia mengecup berulang kali pucuk kepala istrinya untuk menyalurkan rasa sayang dan cintanya.
"Apa kalian sudah mendengar semua cerita Mommy?" tanya Greyson. Ia menatap hangat kearah putra-putrinya secara bergantian.
"Sudah, Dad." jawab mereka serentak. Mereka merapatkan pelukan mereka ke tubuh Steven untuk mendekap tubuh Mommy mereka.
"Mom, Maafkan Steven...." lirih putra sulungnya berkaca-kaca.
"Sekarang kita semua sudah berkumpul. Lupakan masa lalu, mari melangkah ke depan. Mommy sangat menyayangi kalian." jelas Stevi. Ia mengecup berulangkali kening putra-putrinya secara bergantian.
"Apa kalian melupakan Daddy?" tanya Greyson dengan wajah cemberut.
"Hahahaha maaf Dad." ucap mereka bersamaan sembari tertawa melihat ekspresi cemberut Greyson kecuali si kulkas Stevenson.
Meskipun Stevenson sedang tersenyum kecil, namun wajah datarnya terlihat jelas menutupi senyuman kecil yang terlukis di wajahnya. Tidak ada seorang pun yang bisa melihat senyum di wajah datarnya.
Mereka tertawa bahagia dan saling berpelukan di atas kasur. Mulai hari ini mereka memutuskan untuk mengubur semua luka di masa lalu.
Greyson juga akan mengingat hutang budinya kepada anak buahnya Dean. Greyson juga berharap semoga Dean baik-baik saja. Selain itu pria itu juga berharap Rain segera sadar dari komanya.
"Sekarang waktunya beristirahat." ucap Greyson. Pria itu menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka hingga sebatas dada. Ia juga tidak lupa meninggalkan sebuah kecupan di kening istri dan putra-putrinya.
#
#
Rasa lega tentu saja meliputi hati sepasang suami-istri itu. Akhirnya mereka bisa berkumpul bersama lagi, ditambah hadirnya si kembar membuat kebahagiaan semakin melengkapi keluarga kecil mereka.
Greyson berharap seorang anak perempuan akan segera launching lagi di rahim istrinya. Karena Greyson sedari dulu sudah mulai berandai-andai mansion klan king di penuhi dengan suara anak- anak setiap hari.
Mereka berlima mulai terlelap masuk ke dalam mimpi masing-masing. Tidak ada lagi mimpi buruk yang hadir di tidur Stevi. Mulai dari sekarang hanya akan ada mimpi indah dan kebahagiaan nyata yang datang menghampiri keluarganya di masa depan.
#
#
"Sayang selama pagi...." gumam Greyson mengecup kening dan bibir istrinya bergantian. Bau keringat Greyson sehabis GYM tercium jelas di Indra penciuman Stevi.
"Engh.... Pagi." lirih Stevi dengan suara serak sehabis bangun tidur. Ia menyipitkan kedua kelopak matanya untuk memastikan penglihatannya.
"Udah pagi ya?" tanya Stevi. Ia kemudian mengalihkan pandangannya ke samping kanannya
"Apa anak-anak sudah bangun?" tanya Stevi melihat tempat tidur sebelah kanannya sudah kosong.
"Sudah. Mandi bareng yuk." tawar Greyson menatap wajah sayu istrinya dengan penuh cinta. Ia baru saja selesai GYM di ruangan GYM. Sementara putra-putrinya sudah berada di lantai bawah menunggu sarapan selesai dibuat.
"Kamu bau keringat, habis dari luar ya?" tanya Stevi menatap wajah menggoda suaminya. Walaupun berat tubuh suaminya mengalami penurunan beberapa tahun ini, namun ketampanan dan kharisma yang dimilikinya tidak pernah pudar di pandangan Stevi.
"Dari ruang GYM. Udah mandi bareng yuk. Anak-anak sedari tadi sudah menunggu kita di meja makan." kata Greyson menatap hangat istrinya.
"Gendong." manja Stevi merentangkan tangannya.
"Baiklah." ucap Greyson
Sepasang suami istri itu lalu melangkah menuju kamar mandi membersihkan diri sebelum turun ke lantai bahwa untuk sarapan
#
#
Di meja makan
"Steven...." panggil seorang wanita paruh baya. Wanita itu baru saja tiba di mansion klan king bersama suaminya. Setelah mendapatkan informasi dari anggota klan king, jika menantu mereka sudah kembali dan membawa serta dua anak kembar kembali ke mansion.
Mata nyonya Douglas membesar melihat sepasang anak kembar sedang duduk di meja maka bersama cucu satu-satunya. Sementara tuan Douglas menatap intens ke arah wajah datar tanpa ekspresi Stevenson.
"Apa kalian kalian....
...***Bersambung***...