IT'S YOUR BABY

IT'S YOUR BABY
Season 2 Rencana Alexa dan Steven



13 tahun kemudian


Di mansion klan king


Steven dan Stevenson sedang menggunakan perlengkapan boxing mereka. Beberapa bulan lalu mereka telah menyelesaikan pendidikan Magister di Oxford University. Sementara saudari mereka Alexa juga sudah menyelesaikan pendidikan S2 nya di negara yang berbeda yaitu California Amerika.


Steven dan Stevenson saling berhadapan untuk memulai duel di atas ring. Steven mulai melemparkan pukulannya ke arah adiknya, namun dengan lincah Stevenson menghindari pukulan saudaranya.


Dengan santai Stevenson menghindari pukulan dominasi yang di arahkan kearahnya. Steven cukup takjub dengan sikap santai adiknya. Semakin lama Steven semakin kewalahan terlalu menguras tenaganya di awal.


Dengan sengaja Steven menggunakan cara licik untuk menang melawan adiknya. Tanpa sepengetahuan Stevenson, Steven menggunakan sedikit tenaga dalamnya untuk mempercepat gerakannya.


Dug dug dug dug dug


Bug


"Aw...." Stevenson meringis mendapatkan pukul dan banting dari saudaranya.


"Kak..... kau sungguh licik." teriak Stevenson. Ia merasa tubuhnya remuk setelah di banting saudaranya.


"Kita hanya latihan Neymar, bukan menentukan siapa yang menang." ucap Steven berlalu dari sana meninggalkan adiknya sendirian.


"Awas saja." kesal Stevenson mencoba bangkit berdiri.


#


#


Di ruang tamu


“Dad, Mom. Alexa memutuskan untuk magang di luar negeri. Alexa dan Sherin akan magang di salah satu instansi pemerintah yang sama di Brazil.” Ujar Alexa penuh harapan.


Gadis itu tidak mau keluarganya curiga dengan ucapannya. Apa lagi gadis itu tahu jika saudara kembarnya bisa mendengarkan suara batin orang lain.


“Apa kamu serius? Kamu bisa magang di perusahaan kakek di Korea atau perusahaan Daddy di Indonesia.” Saran Greyson.


Pria yang masih terlihat gagah di usianya yang tidak lagi muda. Greyson dan Stevi tentu saja tidak mau putrinya tinggal jauh keluar negeri seorang diri.


Tiga tahun lalu, Greyson dan istrinya memutuskan untuk menikmati masa tuanya tinggal di mansion besar klan king. Mereka bahagia bisa melihat tumbuh kembang putra putri mereka. Mereka seakan tidak percaya jika anak-anak mereka beranjak dewasa secepat ini.


Terkadang Stevi juga mulai merasa kesepian, tidak ada lagi suara tangis Grace, wajah datar putra-putranya dan kecerewetan putri pertamanya. Grace memutuskan untuk tinggal bersama Opa dan Oma nya di Indonesia. Sementara putri sulungnya sebentar lagi juga akan berniat magang di keluar negeri meninggalkan mereka.


Stevi menatap sendu putri pertamanya. Stevi tidak rela jika putri pertamanya mengikuti jejak adiknya tinggal jauh dari mansion klan king.


"Mom, Dad.... Please...." mohon Alexa penuh harapan.


Gadis itu sudah merencanakan semuanya dengan matang dari jauh-jauh hari. Mana mungkin Alexa membatalkan rencananya yang sudah tersusun dengan matang.


"Lebih baik kamu memikirkan ulang mengenai rencana kamu itu, sayang." saran Stevi.


Ibu empat anak itu berharap salah satu dari putrinya bersedia menetap di negara yang sama dengannya dan suaminya.


"Baiklah...."pasrah Alexa.


Gadis itu merasa sedih dengan penolakan orangtuanya, padahal Ia sudah menyiapkan semuanya.


Tak beberapa lama Steven terlihat melangkah menuju ruang tamu. Pria muda itu juga sudah mendengar apa yang adiknya minta kepada kedua orangtuanya


"Benar apa yang di katakan Mommy dan Daddy. Pikirkan matang-matang keputusan yang kamu ambil." ujarnya


Steven lalu mendudukkan tubuhnya di sofa tepatnya di samping adiknya.


"Kakak bisa membantumu." bisik-nya pelan


"Caranya?" tanya Alexa


"Kakak akan ikut ke Brazil bersamamu." ujar Steven


Aish kalau kakak ikut, bisa-bisa kakak enggak bakal izinin Alexa masuk institusi itu.


Alexa termenung lama memikirkan saran dari saudaranya.


"Baiklah, tapi Alexa tidak mau kakak mengawasi pergerakan Alexa, Deal!" tandas Alexa


Gadis itu mengulurkan tangannya ke hadapan saudaranya.


"Deal." seru Steven menjabat tangan adiknya.


...***Bersambung***...