IT'S YOUR BABY

IT'S YOUR BABY
Season 2 I love you



"Ya Anda benar. Istri Anda sedang mengandung dua Minggu. Kehamilan trimester pertama sangat rawan, jadi perhatian pekerjaan apa yang baik dilakukan ketika sedang mengandung. Jangan dulu angkat beban berat. Ingatkan istri Anda agar menjaga pola makannya dan jangan membuat ibu hamil stres." ujar dokter itu.


Paskal mengangguk kepalanya mendengar penuturan dokter itu. Tiba-tiba ada desiran aneh hinggap di hatinya ketika mendengar penuturan dokter itu.


"Ini resep vitamin dan obat pereda mual yang bisa anda tebus di rumah sakit atau apotek." kata dokter itu menyerahkan secarik kertas ke Paskal.


"Baiklah. Kalau begitu saya permisi dulu." sambung dokter itu setelah merapikan tas kerjanya.


Anggota klan king mengantar dokter itu sampai lobi, sekaligus membayar biaya pemeriksaan Alexa.


Dengan hati berbunga-bunga Paskal langsung berbaring di samping istrinya. Pria itu mengecup kening, pipi dan bibir Alexa berulangkali. Alexa tentu saja terusik dengan tingkah tak biasa Paskal.


"Engh...."


Alexa menyipitkan matanya menatap kearah suaminya. Paskal masih senyum-senyum seperti orang gila menatap dalam muka bantal Alexa.


"Ada yang aneh dengan wajahku?" tanya Alexa dengan suara serak.


"Tidak, aku sedang bahagia." sahut Paskal tersenyum lebar.


"Bahagia karena apa?" tanya Alexa cukup penasaran.


"Bahagia..... karena sebentar lagi aku akan menjadi Papa." ujar Paskal mengelus lembut perut rata istrinya.


Mata Alexa membesar mendengar perkataan Paskal, namun ada desiran aneh dalam lubuk hatinya ketika melihat Paskal mengelus perutnya.


"Emang kamu cenayang? sampai tahu aku sedang hamil?" tanya Alexa penasaran. Ia mengira Paskal hanya pura-pura.


"Aku baru saja memanggil seorang dokter memeriksa keadaan kamu. Aku melihat wajah kamu dari tadi di pesawat pucat terus. Jadi, aku memutuskan untuk memanggil dokter." terang Paskal.


Alexa langsung memperhatikan interior kamar yang ditempati mereka.


"Apa kita menginap di hotel?"


"Ya, kita sedang ada di hotel Royal."sahut Paskal.


Paskal tiba-tiba mendekap tubuh Alexa, dan berkata. "Betapa beruntungnya aku memiliki kamu sebagai pelengkap hidupku. Terima kasih Sayang.... Terima kasih, karena telah menjadikan ku sebagai pria sempurna. Aku tidak sabar menanti kelahiran bayi kita. Apa wajahnya akan mirip seperti aku atau seperti kamu. Aku sih berharap wajah bayi kita mirip denganmu. Agar saat kita jauh, aku tidak terlalu merindukan mu."


Alih-alih menjawab pertanyaan Alexa. Paskal malah memberikan pernyataan yang membuat Alexa tersipu malu.


"Apa kamu tahu, aku tidak sanggup berjauhan denganmu, meskipun itu hanya semenit." jujur Paskal.


"Cih, gombal."


"Terserah kamu mau bilang apa, yang penting aku sudah mengutarakan isi hatiku." seru Paskal mengecup kepala Alexa.


"Jadi makin cinta deh sama anak Daddy mertua."


Cup


Cup


Cup


"I love you Alexa. Aku tidak akan lelah mengucapkan kata itu. Karena jauh di dalam lubuk hatiku, rasa cinta itu semakin hari semakin menumpuk."


Setelah mengecup kening Alexa berulangkali, Paskal mengutarakan isi hatinya.


"Me too."


Alexa hanya membalas ungkapan hati Paskal dengan dua kata.


"Apa begitu sulit mengucapkan kalimat, I love you too my husband." gerutu Paskal mencebikkan bibirnya.


"I love you more than more my husband." ujar Alexa mengigit gemas dada bidang Paskal yang masih tertutup kemeja kotak-kotak yang dikenakannya.


"Aku berharap rumah tangga kita seperti rumah tangga Papa dan Mama, Mommy dan Daddy mertua." gumam Paskal tanpa melepas dekapannya.


Alexa tersenyum kecil mendengar gumaman suaminya. Karena Alexa juga mengharapkan hal yang sama.


...***Bersambung***...