
Grace, Tuan Douglas dan Nyonya Douglas tersenyum lebar melihat wajah imut putri Steven dan Livia. Sementara Albara tersenyum bahagia melihat wajah bahagia kakaknya. Meskipun Albara hanya bisa melihat wajah itu sekilas. Karena Livia masih berbaring di atas ranjang rawatnya.
"Aduh.... Menggemaskannya keponakan Aunty. Bisa-bisa jadi rebutan banyak pria nih kalau udah besar nanti." kata Grace menoel-noel pipi bersih berwarna merah keponakannya.
"Siapa dulu dong Daddynya?" seru Steven tersenyum lebar.
"Cih! dia terlihat mirip Mommynya, bukan Daddynya." sarkas Grace menyindir saudaranya.
"Bilang aja kalau putriku duplikat Daddynya. Kamu bisa melihat dari wajah, mata dan hidungnya. Bukankah wajah mengemaskan ini sangat mirip denganku?" ujar Steven menatap putrinya penuh cinta.
"Ya terserah lah." ujar Grace menghampiri kakak iparnya.
"Bagaimana rasanya? apa sakit?" tanya Grace penasaran.
"Tidak, aku tidak merasa sakit sama sekali." sahut Livia tersenyum tipis menatap Grace. Ia belum mengalihkan pandangannya menatap satu perasaan kearah orang-orang yang ada disana.
"Putri kalian sangat imut. Aku jadinya pengen punya satu." celetuk Grace tiba-tiba membuat Grayson melotot.
"Sekolah baik-baik dulu! baru mikir punya anak." cetus Grayson dengan wajah datar.
Stevi tersenyum kecil melihat wajah cemberut putrinya.
"Apa kalian sudah menyiapkan nama untuknya?" tanya Stevi mengelus kepala cucu perempuannya.
"Ya, kami sudah menyiapkan nama yang bagus untuk putri kami." sela Steven tersenyum lebar.
"Siapa namanya?" tanya Grace cukup penasaran.
"Princess Ayana Douglas. Aku ingin putriku menggunakan nama itu." ujar Steven.
"Nama yang bagus. Aya.... bukankah panggilan itu terdengar seperti nama wanita pribumi?" celetuk Nyonya Douglas tiba-tiba.
"Ya, nama itu sangat Indonesia. Nama itu akan mengingatkannya dengan Kakek dan Nenek buyutnya." sahut Nyonya Lorens tersenyum manis.
Semua yang ada disana tersenyum tipis setuju dengan perkataan Nyonya Douglas dan Nyonya Lorens.
"Apa Alexa dan Stevenson tidak kembali?" tanya Nyonya Douglas menatap menantunya.
"Mereka sama-sama lagi hamil tua, Ma. Kemungkinan mereka akan menyusul."ujar Greyson menjawab pertanyaan Mommy nya.
"Aunty benar-benar gemas lihat wajah kamu. Pengen Aunty gigit." kata Grace cukup gemas melihat wajah Ayana. Karena terlalu gemas, tanpa sadar Grace mencubit gemas pipi cabi Ayana.
Bayi mungil itu langsung menangis kencang, karena merasa sakit.
Oek
Oek
Oek
"Grace!"
"Putri ku baru lahir beberapa jam yang lalu. Tapi kau sudah mencubit pipinya hingga merah." amuk Steven tidak suka melihat saudarinya menyakiti putri kecilnya.
"Apa kau tahu, kulit bayi yang baru lahir itu sangat sensitif." timpal Steven membuat semua orang terkejut melihat ucapan yang terdengar sedikit posesif Steven.
"Makanya Ayana jangan lahir mengemaskan begini. Kan tanganku jadinya gatal pengen cubit." ucap Grace mencebikkan bibirnya.
Stevi dan Greyson tersenyum tipis mendengar pertengkaran kedua anaknya.
"Sudahlah. Sepertinya Ayana sudah haus." sela Stevi menyerahkan Ayana kepada Livia. Wanita setengah baya itu meletakkan tubuh mungil itu di atas dada Livia.
"Putri kalian benar-benar cantik, dan mirip dengan suamimu. Kurasa sifatnya bakalan mirip dengan Daddynya." ujar Stevi tersenyum hangat. Karena Albiano memiliki karakter yang lebih mirip dengan Livia ketimbang Steven.
"Ya, Mama benar. Putriku benar-benar mirip Daddynya." sahut Livia menyusui putri kecilnya.
"Mom, apa adik bayi cantik? bolehkah aku melihatnya?"kata Albiano cukup penasaran dengan rupa saudarinya.
"Sepertinya adik bayi sudah mengantuk. Apa kamu mau Oma gendong agar lebih mudah melihat rupa adik bayi?" tawar Stevi mengelus kepala cucunya.
"Apa Oma sanggup? sekarang tubuh Albiano sudah besar. Nanti Oma bisa encok kalau gendong tubuh Albiano." ujar Albiano cengengesan.
"Apa kamu meragukan kemampuan Oma?" tanya Stevi cukup malu mendengar perkataan cucunya. Namun apa yang dikatakan Albiano itu memang benar adanya. Karena tenaga Stevi tidak sekuat sewaktu masih muda.
"Bagaimana kalau Uncle yang mengendong kamu?" tawar Albara tersenyum hangat. Ia cukup penasaran dengan putra pertama Livia dan Steven.
...***Bersambung***...