IT'S YOUR BABY

IT'S YOUR BABY
Season 2 Indra Keenam Gion



"--Lorong bawah tanah mansion klan king."


"Kebetulan Daddy baru saja menghubungi ku dan menyuruh kita datang ke mansion. Ada hal penting yang ingin Daddy bicarakan. Mommy juga ingin bertemu dengan kalian." sambung Stevenson mengelus lembut pipi istrinya.


"Baiklah! nanti kita bicarakan masalah itu dengan mama dan papa." sahut Sherina tersenyum tipis.


"Mommy! Daddy! lihat tuh--" teriak Gion menunjuk-nunjuk ke arah sofa


"Emang ada apa sayang?" tanya Sherina mengalihkan pandangannya menatap wajah ketakutan putranya. Ia lalu mengalihkan pandangannya kearah sofa. Ia tidak melihat hal yang janggal di sekitar sofa.


"Mengapa wajahnya sangat mirip dengan wajah Gion? apa kalian tidak bisa melihat anak kecil berambut panjang itu?" tanya Gion lagi mengucek-ngucek matanya memastikan penglihatannya.


Stevenson lalu mengalihkan pandangannya ke arah sofa mengikuti arah pandang istrinya. Ia juga tidak melihat hal yang janggal.


"Apa Daddy dan Mommy benar-benar tidak bisa melihatnya? mengapa Gion melihat anak kecil berambut panjang sedang duduk di atas sofa?" tanyanya menatap kearah kedua orangtuanya bergantian.


"Benarkah?" tanya Stevenson penasaran


"Apa putraku punya Indra ke enam?" gumamnya dalam hati.


"Iya benar Dad! anak kecil itu sedang duduk membaca buku kesukaan Gion." dengusnya kesal. Ia tidak suka jika barang-barang miliknya disentuh oleh orang lain.


"Biarkanlah! bukankah berbagai itu menyenangkan? kamu bisa memiliki banyak teman apabila kamu suka berbagi dan tidak pelit kepada orang lain." nasehat Sherina kepada putranya.


"Apa itu bagian dari bayiku?" batinnya menatap kosong kearah sofa.


"Baiklah Mom--" lirih Gion


Tak beberapa lama ketukan pintu dari luar menghentikan obrolan mereka.


Tok tok tok


"Nona, Tuan besar memanggil kalian turun kebawah makan siang!" ujar seorang pelayan dari luar.


"Iya Bi! kami akan segera turun ke bawah!" teriak Sherina dari dalam.


"Mom apa ini pertanda kalau Oma sudah menyediakan makanan kesukaan Gion?" tanyanya menatap Daddy dan Mommy-nya dengan mata berbinar.


"Aku juga mau makan pie daging." suara seseorang tiba-tiba berbisik di telinga Gion. Tiba-tiba bulu kuduk putra Stevenson itu berdiri saat merasakan hembusan dingin di telinganya.


"Huaaaa!!!!!"


"Mommy!! Daddy!!!"


Gion menangis histeris melihat sosok itu sudah ada di sampingnya. Ia tidak bisa menggerakkan tubuhnya berlari ke arah kedua orangtuanya.


Tiba-tiba tatapan kosong Sherina berubah menjadi tatapan penasaran. Ia cukup terkejut melihat putranya tiba-tiba menangis.


Sementara Stevenson juga ikut terkejut melihat tangisan histeris putranya. Pria itu melihat putranya masih berdiri di tempatnya dengan wajah pucat. Pria itu langsung melangkah mendekati putranya.


"Ada apa? Hem?" tanya Stevenson langsung berlutut di depan putranya.


"Dia ada di dekat Gion...." ucap anak itu terbata-bata. Air mata mengalir deras membasahi pipinya.


"Siapa yang ada di dekat Gion?" tanya Stevenson menyeritkan dahinya.


"Dia tertawa mengejek Gion! Daddy! dia ada di samping kiri Gion! apa Daddy tidak bisa melihatnya? dia mau minta pie daging sapi kesukaan Gion!" terang Gion sesenggukan.


"Apa kau tidak malu menangis seperti anak perempuan! dasar cengeng!" dengus anak itu melangkah mendekati Sherina.


"Daddy!! dia mendekati Mommy!!" teriak Gion marah menunjuk-nunjuk ke samping Sherina. Tempat itu terlihat kosong dan tidak ada orang.


Stevenson lalu menganggkat tubuh putranya ke dalam gendongannya. Tiba-tiba pria itu merasa pakaiannya basah.


"Apa putra Daddy mengompol?" tanya Stevenson menatap ke arah celana yang dikenakan putranya. Celana itu sudah basah membentuk pulau.


...***Bersambung***...