
"Apa kalian benar-benar akan pergi, Bibi?" lirih Sherin. Air mata sudah mulai menggenang di pelupuk matanya.
"Apa kalian tega meninggalkanku sendiri? lalu siapa yang akan menemaniku bermain?"sambungnya sendu. Ia menatap Alexa dan Stevenson secara bergantian.
Hiks hiks hiks
Sherina menangis tersedu-sedu melihat ekspresi biasa di wajah Alexa dan Stevenson.
#
#
Tak lama Dena melangkah menghampiri putrinya, Ia sedari tadi sudah berdiri di belakang putrinya "Sayang.... kan masih ada mama disini." bujuknya memeluk putrinya. Dena juga sebenarnya tidak rela jika Stevi dan putra-putrinya kembali. Namun kebahagiaan keluarga Stevi lebih penting, dari pada kesedihan sementara yang Dena dan putrinya rasakan.
"Tapi, Sherin bakalan rindu dengan alexa dan pangeran kutub, Ma." ujarnya sesenggukan. Ia membenamkan wajahnya di dada Dena.
Sementara Stevi dan putra-putrinya juga ikut sedih melihat kesedihan Sherina. Ikatan batin pasti sudah ada di hati mereka, karena sedari lahir mereka sudah diasuh bersama-sama.
"Kalian bisa liburan ke mansion kami. Ingat kita sudah membuat janji." ujar Alexa melangkah kearah Sherin
"Hey. Dimana sahabat imutnya, Alexa. Kau terlihat jelek saat sedang menangis. Menurutku itu akan menurunkan persentase mu menjadi pasangan pangeran kutub yang tampan." goda Alexa. Ia menunggu Sherin membalikan tubuhnya.
Sherina kemudian melepaskan dekapan mamanya "Benarkah. Alexa dan pangeran kutub harus janji kepada Sherin. Kalian tidak akan pernah melupakan Sherin." ujarnya menghapus jejak air mata di pipi cabi-nya.
"Tentu" ujar Alexa antusias. Ia lalu mengarahkan jari kelingkingnya ke hadapan Sherin "Janji!" tegas Alexa menunggu tautan kelingking dari sahabatnya.
"Janji!" ujarnya berkaca-kaca
Sementara Stevenson tersenyum kecil menatap ekspresi mengemaskan alexa dan sherin, tanpa ada yang menyadarinya.
#
#
Malam harinya
Stevi dan Dena sibuk membuat makan malam untuk keluarga kecil mereka. Mereka ingin menghabiskan waktu yang tersisa dengan berkumpul bersama, sebelum hari ini berlalu menjadi hari esok.
"Stevi, terima kasih untuk semuanya." ujar Dena sembari menyajikan masakan yang sudah matang di atas meja makan.
"Aku pasti bahagia, asalkan kalian juga bahagia." ujar Dena tersenyum tulus.
Mereka menghabiskan sisa waktu mereka, dengan menonton sembari menikmati cemilan yang sudah mereka buat sebelumnya.
#
#
"Pangeran kutub...." lirih Sherin menatap Stevenson penuh harapan
Sementara Stevenson diam tak bergeming, Ia masih menunggu ucapan Sherin selanjutnya.
"Bolehkah aku memelukmu?"ucapnya malu-malu
Semua yang ada disana, saling menatap dan berusaha menahan senyumnya, mendengar permintaan polos Sherin.
Dengan malu-malu Sherin melangkah memeluk tubuh Stevenson "Janji.... Jangan melupakanku, aku yang akan menjadi pasanganmu di masa depan. Jangan mencari gadis lain!" tegasnya. Ia lalu melepaskan pelukannya dan tersenyum hangat menatap mata biru Stevenson.
Stevenson tidak menjawab ataupun menolak perkataan Sherin "Ini untukmu." ucapnya datar. Ia memberikan sebuah gelang kecil insial SS.
Sherina tertegun lama melihat gelang di tangan Stevenson "Benarkah?" ujarnya berbinar menerima gelang pemberian pangeran kutub-nya.
"Jaga dirimu baik-baik." ujar Stevenson melangkah membawa tas ranselnya.
"Apa kau akan terus menatap gelang jelek itu?" goda Alexa. Lagi-lagi Ia merasa senang bisa melihat wajah mengemaskan sahabatnya untuk terakhir kalinya.
"Hem.... Maafkan aku, Alexa. Aku juga ingin memelukmu." ujar Sherin cengengesan. Ia kemudian melangkah mendekati Alexa dan memeluk tubuh sahabat kecilnya.
"Aku pasti akan merindukanmu." lirih Sherin dengan mata berkaca-kaca, air mata sudah mulai menggenangi pelupuk matanya lagi.
"Apa yang kukatakan kemarin, kau terlihat jelek saat sedang menangis. Jadi, berhentilah menangis, kau boleh sesering mungkin datang ke mansion daddy ku." ujarnya sembari mengelus punggung Sherin.
...***Bersambung***...
...Author terlalu sering baca novel yang ceritanya musuh akan selamanya menjadi musuh 😄 jdi author buat cerita yang berbeda dimana musuh jadi sahabat dan sahabat menjadi besan🤭 Cucok kalian rasa? 😁 Enggak rela Author, Sherina cantik jodohnya cowok lain. Si Tampan Stevenson enggak ada nanti pawangnya 🤭😂...