
"Apa dia mulai jatuh cinta padaku?" gumamnya dalam hati sembari melirik sekilas Stevi yang sedari tadi menatap intens ke arahnya "Siapa orang yang tidak akan terpesona dengan pria tampan sepertiku" gumamnya lagi dengan narsis sembari tersenyum tipis
Sementara Stevi yang melihat raut wajah Greyson seperti itu seketika mengalihkan tatapannya "Aish.. terlalu menghayati" decak-nya dalam hati
"Apa kalian sudah makan?" tanya Nyonya Lorens kepada putri dan menantunya
"Sudah ma, tadi di pesawat" seru Stevi, karena memang tadi sebelum sampai di Indonesia, pramugari nya menyuguhi mereka dengan beberapa menu sarapan yang mewah. Stevi tidak akan membuang kesempatan makan makanan lezat di atas jet pribadi seperti itu, Memang terlihat norak dan kampungan namun itu lah dia.
Mendengar ucapan putrinya, orang tua Stevi di menganggukkan kepala, kemudian Papa Stevi bertanya kembali "Berapa hari kalian akan disini?" tanyanya
Mendengar ucapan orang tuanya pandangan Stevi beralih ke arah Greyson. Greyson yang tahu arti tatapan istrinya seketika berkata " Satu minggu pa..." ujarnya
"Baiklah nikmati hari kalian selama disini. Kami juga akan melepas rindu dengan cucu kami" ujarnya tersenyum, meskipun putri dan menantunya tidak akan lama disini. Setidaknya orang tua Stevi puas bermain dengan cucu pertamanya.
"Hmm Kak sudah beberapa bulan?" tanya Stevi yang sedari tadi penasaran dengan perut buncit kakaknya
"6 bulan.." ujarnya dengan antusias sembari mengelus perutnya
"Cowok? cewek?" tanya Stevi penasaran
"Sepasang" ujarnya dengan antusias menatap binar ke arah suaminya
Stevi yang mendengar ucapan saudaranya seketika takjub dan tersenyum lebar "Pantesan sudah sebesar itu" celetuknya polos sembari memperhatikan perut besar saudaranya
Mereka semua yang ada di ruangan itu tertawa lucu mendengar celetukan Stevi, sementara Greyson tersenyum tipis melihat kepolosan Stevi dan kehangatan keluarga Lorens.
"Kalian beristirahat di kamar tamu sebelah kiri, Pelayan akan membawa serta barang kalian. Nanti jika makan siang sudah matang, kita akan makan bersama-sama" ujar Josua merangkul istrinya melangkah menuju lantai atas. Papa dan Mama Stevi memang Memiliki kamar pribadi di rumah Silvia jadi tentunya mereka sudah tahu mau beristirahat dimana.
"Beristirahatlah cucu mama seperti nya sudah haus, lagian kalian juga pasti lelah beberapa jam mengudara" ucap mama Stevi sembari menyerahkan Steven ke pangkuan Stevi.
#
#
Di kamar tamu
"Keluarlah lah dulu, aku mau memberi ASI untuk putraku.. eh maksudnya putra kita" gugup Stevi melihat raut wajah Greyson yang sudah memerah
Greyson menghiraukan ucapannya, dia membaringkan tubuhnya di atas kasur. Greyson lalu meletakkan kepalanya di belakang pinggang Stevi yang sedang duduk menyusui putranya. Tanpa malu Greyson mengecup pinggang ramping itu beberapa kali.
"Stop It Grey!" seru Stevi yang merasa risih sekaligus merinding dengan tingkah Greyson.
Greyson menghiraukan ucapan Stevi, dia tetap melanjutkan kegiatannya. Stevi hanya bisa menahan rasa kesal di hati dan pikirannya, bagaimanapun ada putranya yang sedang kehausan di pangkuannya.
Satu jam kemudian Steven sudah tertidur dengan lelap, Stevi kemudian bangkit dari atas kasur kemudian membaringkan putranya di dalam boks bayi yang mereka bawa dari sana. Tak lupa Stevi meninggalkan sebuah kecupan singkat di dahi putranya.
...***Bersambung***...
...Dukungan terus karya Author ❤️ Jangan Bosan nunggu Update dari Author...