
1 Tahun kemudian
Semua putra-putri Greyson dan Stevi sudah hadir di acara pernikahan Grace dan Albara. Disana juga hadir sepasang suami istri yang mereka yakini sebagai orang tua Albara dan Livia.
Wajah bahagia tercetak jelas di wajah para tamu undangan dan keluarga yang ikut menikmati acara pemberkatan sekaligus pernikahan Grace dan Albara. Dekorasi megah, serba putih terlihat menghiasi mansion besar dan halaman luas klan king.
Grace melingkarkan tangannya di lengan Greyson, lalu melangkah bersama ke depan altar. Disana sudah berdiri seorang pemuda mengenakan tuksedo berwarna putih. Pemuda itu menatap Grace dengan penuh cinta. Hanya ada cinta, ketulusan dan kebahagiaan di manik hitam pekat itu.
Setibanya di hadapan pemuda itu. Greyson mengenggam sebentar tangan putrinya yang melingkar di lengannya. Ia kemudian melingkarkan tangan Grace di lengan Albara.
"Jaga putriku dengan baik. Aku merelakan putriku bersama mu, karena aku yakin kau bisa menggantikan peranku menjaganya. Meskipun sebenarnya aku tidak rela putriku melepaskan masa mudanya dan mengabadikan dirinya kepada seorang pemuda yang baru dikenalnya saat sudah dewasa." ujar Greyson dengan suara serak. Terselip nada tidak rela di perkataannya. Greyson lalu kembali ke tempat duduknya setelah menyerahkan putrinya kepada pria yang yang dicintai putrinya.
Di hadapan Grace dan Albara sudah berdiri seorang imam gereja menatap Albara dan Grace bergantian.
Setelah merasa pasangan mempelai sudah siap dengan proses pemberkatan pernikahannya imam gereja langsung memulai proses pemberkatan pernikahan
“Maka tibalah saatnya untuk meresmikan perkawinan saudara. Saya persilahkan saudara masing-masing menjawab pertanyaan saya...."
"Albara Oliver Williams maukah saudara menikah dengan Grace Natalie Douglas..... mencintainya dengan setia seumur hidup baik dalam suka maupun dalam duka?"Iman gereja menunggu jawaban Albara.
"Ya! saya mau."seru Albara menatap sekilas kearah Grace.
Imam gereja kemudian mengalihkan pandangannya kearah Grace."Maukah saudari menikah dengan Albara Oliver Williams.... mencintainya dengan setia seumur hidup..... baik dalam suka maupun dalam duka?"
"Cincin ini bulat, tanpa awal dan tanpa akhir, sebagai lambang kasih Kristus, yang tanpa awal dan tanpa akhir. Atas dasar itu, cincin ini menyatakan bagi saudara berdua, untuk meniru kasih Kristus dalam kehidupan rumah tangga dengan mengasihi pasangan tanpa awal, juga tanpa akhir."
Albara Oliver Williams dan Grace Natalie Douglas..... cincin ini aku berikan kepadamu sebagai lambang cinta kasih dan kesetiaanku.”
Albara dan Grace berdiri setelah menerima cincin yang sudah di berkati. Mereka saling menatap beberapa detik sampai selesai bertukar cincin.
Sejam kemudian acara pemberkatan pernikahan Grace dan Albara telah selesai. Pernikahan Grace dan Albara mempertemukan Greyson dengan orang yang selama ini pria setengah baya itu cari.
"Kau terlihat semakin Tua dan keriput. Apa kau tidak capek main petak umpet selama ini?" tanya Rain kepada seorang pria setengah baya yang selama ini pria itu tunggu.
Deg
Pria setengah baya itu membalikkan tubuhnya saat mendengar suara familiar. Pria itu tidak datang sendirian, karena istri tercinta juga ikut serta bersamanya.
"Rain...." lirih pria setengah baya itu dengan mata berkaca-kaca.
"Apa kau tidak lelah main petak umpet? apa kau tidak tahu seberapa gigihnya kami mencari keberadaan mu." ketus Rain pura-pura merajuk.
Sementara sang istri tersenyum tipis melihat akting sang suami. Ia tahu suaminya benar-benar merasa kehilangan setelah kepergian sang sahabat.