
Paskal sudah tidak merasa canggung lagi berada di dekat Alexa. Entah mengapa rasa nyaman dan cinta pria itu semakin hari semakin besar. Ia merasa rindu saat tidak melihat wajah Alexa semenit saja.
"Aku sepertinya ingin makan sesuatu." ujar Alexa dengan suara lirih.
"Apa yang ingin kamu makan? biar aku sampaikan kepada pramugarinya."tawar Paskal dengan cepat.
Alih-alih senang Alexa malah kesal mendengar tawaran Paskal. "Apa kamu mau menggoda pramugari itu karena dia cantik?" ketus Alexa.
"Aku hanya menawarkan bantuan. Apa salah?"
Paskal benar-benar bingung dengan respon tak biasa Alexa.
"Kan kamu bisa menyuruh anggota klan king menyampaikannya!"
Alexa langsung mengalihkan pandangannya ke samping.
"Hey! maafkan aku. Aku akan menyuruh anggota klan king memintanya ke pramugari. Apa yang ingin kamu makan?" tanya Paskal melembutkan suaranya.
Kedua bola mata Alexa langsung berbinar mendengar pertanyaan Paskal. "Mm... aku ingin makan buah-buahan." kata Alexa menatap suaminya.
"Hanya itu saja?" tanya Paskal memastikan makanan lain apa yang ingin di makan Alexa. Ia tidak mungkin bolak-balik menyuruh anggota klan king yang selama ini memiliki kedudukan sederajat dengannya.
"Apa tidak ingin jus atau susu?" tawar Paskal menyebutkan minuman yang mungkin Alexa ingin minum.
"Tidak, aku hanya ingin buah yang segar-segar dan sedikit asam."
"Baiklah.... tapi jangan banyak-banyak, nanti kamu sakit perut makan makanan yang asam-asam." nasehat Paskal.
"Istriku ingin makan buah-buahan yang asam. Tolong minta buah-buahan itu kepada pramugari." pinta Paskal.
"Baik, Tuan Muda." sahut anggota klan king membuat Paskal terkejut.
"Hey! aku temanmu! aku bukanlah orang seperti kacang yang lupa akan kulitnya. Panggil aku Paskal jangan Tuan muda!" tegas Paskal tidak suka mendengar panggilan Tuan muda dari temannya itu.
Pria itu langsung mengaruk kepalanya tidak gatal mendengar perkataan Paskal.
"Kalau kau tidak menuruti perkataan ku, maka jangan salahkan aku melaporkan semua kepada Daddy istriku untuk memulangkan mu ke mansion klan king." ancam Paskal. Pria itu memang diperintahkan Greyson mengikuti Alexa dan Paskal. Pria itu juga harus melaporkan rutinitas putri dan menantunya.
Bisa dikatakan pria itu dijadikan sebagai informan dalam rumah tangga Alexa. Bukan bermaksud mencampuri urusan rumah tangga Alexa dan Paskal. Hanya saja Greyson takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Karena Greyson tahu, putrinya memiliki pekerjaan yang benar-benar bahaya.
Tak beberapa lama, seorang pramugari datang mendorong sebuah troli. Dia atas troli terdapat piring berisi potongan buah-buahan.
Pramugari itu langsung menyajikan pesanan Alexa di atas meja. Ia bisa merasakan aura tidak suka yang dikeluarkan Alexa.
Aura itu terasa seperti seorang istri yang cemburu melihat suaminya memperhatikan semua gerak-gerik pramugari itu.
"Apa kau sangat senang memperhatikan gerak-gerik pramugari itu? apa karena tubuhnya tinggi, langsing dan wajahnya cantik?" tanya Alexa menatap Paskal tajam.
Paskal menaikkan sebelah alisnya mendengar perkataan Alexa. "Aku hanya melihat buah apa yang disajikan pramugari itu. Aku sama sekali tidak memperhatikan penampilannya." jujur Paskal mengaruk kepalanya tidak gatal. Ia merasa tingkah Alexa benar-benar aneh setelah dari kemarin malam.
"Apa kamu mau disuapin?" tawar Paskal mengubah topik pembicaraan mereka. Ia bukanlah tipikal pria yang banyak tingkah ketika sudah menjatuhkan pilihannya kepada salah satu wanita. Hanya Alexa seorang yang mampu menarik perhatiannya secara berlebihan.
...***Bersambung***...