IT'S YOUR BABY

IT'S YOUR BABY
Extra Part 4



"Aku tentu saja menyanggupi amanah dari Daddy mertua. Hanya saja aku akan tinggal jika kamu juga tinggal. Dan aku akan pergi jika kamu juga pergi." jawab Paskal menggenggam tangan istrinya. Ia benar-benar membuktikan perkataannya 15 tahun yang lalu. Ia mencintai Alexa apa adanya dan setia di samping Alexa dalam keadaan apapun.


"Apa kalian bertiga tidak keberatan?" tanya Alexa lagi menatap ketiga anaknya.


"Kami tidak mungkin menolak permintaan Opa, Mi." celetuk Michael. Anak itu tentu saja senang mendengar amanah Opa nya. Karena Ia juga sebenarnya ingin tinggal di dekat sang pujaan hati.


"Baiklah. Aku menerima amanah dari Daddy, Bang."seru Alexa setelah mendengar perkataan suami dan ketiga anaknya.


"Grace, Daddy menyerahkan perusahaan Opa yang ada di Korea kepada mu. Aku tahu putra putri kalian masih remaja. Dan belum ada yang bisa mengurusnya. Apa lagi Albara masih sibuk mengurus bisnis gelapnya."


"Jadi, aku berharap kamu mau turun langsung memimpin perusahaan Douglas yang ada di Korea." lanjut Steven menatap lembut kearah adik bungsunya.


"Ku harap kamu menyanggupi amanah dari Daddy." tambah Steven.


"Tentu saja aku tidak akan menolak amanah dari Daddy Bang. Aku tidak mungkin meninggalkan Korea. Karena banyak kenangan manis yang terjadi di sana." tukas Grace tersenyum hangat. Sejak remaja, Grace sudah hidup di Korea bersama kedua orang tua Greyson. Tentu saja kenangan indah itu tidak akan bisa Grace lupakan. Apa lagi Korea merupakan tempat pertama pertemuan antara Albara dan Grace.


"Benar kan sayang?" tanya Grace kepada suaminya."


"Anything for you, Honey." jawab Albara mengelus kepala Grace dengan lembut.


"Baiklah. Aku sudah menyelesaikan tugas ku. Aku berharap kita tetap harmonis dan saling membantu satu sama lain." balas Steven menatap keluarganya satu persatu.


"Baiklah, sudah saatnya kita beristirahat. Hari juga semakin malam." tambah Steven memandang langit malam dari tempat duduknya.


"Gion, ikut Daddy ke ruangan kerja Daddy. Ada yang ingin Daddy bicarakan." celetuk Stevenson tiba-tiba membuat semua orang yang duduk disana mengalihkan pandangan mereka kearah ayah dan anak itu.


Stevenson langsung beranjak dari tempat duduknya setelah berpamitan kepada istri dan keluarga yang lain.


Di ruangan kerja Stevenson


"Daddy tidak tahu apakah perkataan terakhir Oma mu benar atau hanya khayalan semata. Tapi, Daddy berharap perkataan terakhir Oma mu sebelum beliau meninggal benar-benar nyata."


Gion jadi penasaran kira-kira apa yang dikatakan Stevi sebelum Dia meninggal.


"Apa kau percaya dengan kehidupan kedua? Atau apa kau percaya orang yang sudah mati dikubur bisa hidup kembali dengan rupa yang sama?" tanya Stevenson menatap putranya dengan serius.


"Aku hanya pernah mendengar cerita-cerita seperti itu di film-film, Dad." sahut Gion cengengesan. Pemuda itu tidak yakin dengan perkataan terakhir Oma nya. Karena mana mungkin orang yang sudah mati dan dikuburkan bisa hidup kembali.


"Bukankah kau bisa melihat bagaimana rupa saudari kembar mu? Bisakah kau melukiskan bagaimana rupanya. Daddy ingin mencari keberadaannya." balas Stevenson.


"Tapi, Daddy merasa perkataan Oma mu adalah kebenaran."ujar Stevenson dengan suara bergetar.


"Baiklah, Gion akan melaksanakan permintaan Daddy." putus Gion tiba-tiba. Pemuda itu tentu saja tidak sanggup melihat wajah sedih sang Daddy.


Cklek


Tiba-tiba Sherina masuk ke dalam ruangan kerja Stevenson sembari membawa dua gelas susu.


"Minumlah susunya sebelum dingin."ujar Sherina duduk di samping suaminya.


"Mom, Gion bukan lagi anak kecil pakek minum susu segalak." protes Gion mencebikkan bibirnya.


"Son, apa kau mau melihat wajah sedih Mommy?" tanya Stevenson menatap putranya dengan tajam.


"Baiklah, baiklah. Gion akan meminumnya." jawab Gion.


"Bilang apa?" lanjut Stevenson dengan tatapan penuh peringatan.


"Terima kasih, Mommy." timpal Gion mengecup dahi Sherina.


"Son, kamu udah besar! jangan cium Mommy sembarangan." protes Stevenson cemburu.


"Dad! sama anak sendiri juga." sela Sherina mencubit perut sixpack Stevenson.


Gion tersenyum puas mendengar Sherina membelanya.


"Mommy ku yang paling cantik dan baik." puji Gion mencium sekilas dahi Sherina sebelum berlari keluar dari ruangan kerja Stevenson. Dan tak beberapa lama terdengar teriakan Stevenson.


" Sharven Gionino Douglas!"


"Sayang! ini sudah malam, jangan teriak-teriak."ujar Sherina tanpa rasa bersalah.


Diluar, Gion tertawa terbahak-bahak mendengar teriakkan Stevenson. Pemuda itu langsung ngacir berlari masuk ke dalam lift.


...***Flashback End***...