
2 jam kemudian, seorang dokter keluar dari ruangan operasi. "Bagaimana keadaan putra saya dokter?" tanya Nyonya Douglas berdiri dengan cepat.
"Operasinya berhasil. Hanya saja pasien masih harus dirawat dengan intensif. Karena pemulihan dari tindakan cangkok kulit akan membutuhkan waktu beberapa bulan untuk pemulihannya. Selama 10 hari pertama, pasien disarankan untuk tidak meninggalkan tempat tidur, terutama untuk pemulihan bekas cangkok kulit yang ada di kaki. Selama 2-3 minggu selanjutnya, pasien tidak boleh melakukan kegiatan yang dapat menekan atau menarik cangkok kulit. Jika kondisinya bersih dan ringan, luka akan berangsur sembuh dan tertutup oleh sel kulit pada minggu ke-2 hingga minggu ke-4. Proses penyembuhan luka berlanjut hingga minggu ke-12 untuk mendapatkan kekuatan kulit yang cukup. Setelah itu, akan terbentuk jaringan parut atau bekas luka." ujar Dokter itu menjelaskan dengan rinci keadaan Greyson kepada Tuan dan Nyonya Douglas.
"Apa kami bisa melihat keadaanya?" tanya Nyonya Douglas penuh harapan.
"Bisa namun tunggu beberapa saat lagi beberapa petugas akan memindahkan nya ke ruang perawatan." sahut Dokter itu dengan ramah. Setelah beberapa jam berjuang di dalam ruang operasi menyembuhkan luka bakar yang di derita putra pengusaha sukses di depannya.
"Terima kasih Dokter." seru Nyonya Douglas tersenyum ramah. Dia merasa lega mendengar keadaan putranya baik-baik saja. Tinggal menunggu pemulihan saja tidak akan lama pikirnya.
"Dad mommy berharap setelah ini, semuanya akan kembali seperti semula. Semoga Gabi juga bisa sembuh dari rasa bersalah yang selama ini menghantuinya" lirih Nyonya Douglas memeluk suaminya
"Semua akan kembali seperti sebelumnya sayang, Setelah dia bertanggung jawab atas semua insiden ini" gumamnya dalam hati. Tatapan mata itu penuh dengan kebencian.
...π·π·π·...
Berhari-hari Greyson berbaring di tempat tidur. Jika lapar dia akan makan melalui selang yang sudah melekat di tubuhnya. Setelah dua Minggu sejak operasi itu. Greyson masih berbaring di tempat tidur namun sekali-sekali dia akan duduk dan bersandar di atas ranjang. Dia bahagia orang tuanya selalu ada, menjaganya dan mensupport-nya.
Sewaktu pria itu kecil, orangtuanya jarang meluangkan waktunya untuk anak-anaknya. Pria itu sedari dulu menanti perhatian lebih dari kedua orangtuanya. Saat ini merupakan saat yang paling tepat mendapatkan semuanya. Saat dimana kedua orangtuanya selalu ada untuknya.
Darah keturunan Douglas mengalir kental di dalam darahnya. Dia akan kesulitan menghilangkan sifat kejam, dingin dan pendendam-nya. Dia tidak bisa mengendalikan sifat dominan itu dari dirinya kecuali dengan cara lain yaitu menyegel atau mengeluarkan semua dari tubuhnya.
"Mom.... Apa perban ini akan terus menempel seperti ini? balutan ini membuatku terlihat seperti mumi" ujarnya melihat seluruh kepala dan kakinya terbungkus perban
Nyonya Douglas hanya cekikikan mendengar ucapan konyol putranya "Tidak lama kok sayang, kau masih tetap terlihat tampan seperti itu" ujar nyonya Douglas. Ia memandang hangat kearah putranya yang sedari tadi memperhatikan seluruh perban yang melekat di sebagian tubuhnya.
Nyonya Douglas mengalihkan pandangannya ke arah suaminya yang duduk di sofa ruangan itu. Tuan Douglas hanya menggeleng-gelengkan kepalanya mendengar ucapan putranya. Dia merasa aneh dengan perkataan putranya, Itu sangat bertolak belakang dengan sifatnya dari dulu.
"Yeah...."
"Yeah...."
"Kau benar Son.... Jika Daddy tidak tampan mana mungkin mommy mu tergila-gila kepada Daddy. Sampai nangis-nangis lihat Daddy makan malam di restoran dengan wanita lain. Padahal kan itu hanya klien perusahaan" ujarnya tersenyum sombong mengingat masa lalunya.
"Ah benarkah mom?" tanya Greyson penasaran. Ia menatap intens kearah Nyonya Douglas
Pipi Nyonya Douglas merah merona mendengar ucapan suaminya. Ditambah pertanyaan putranya membuatnya semakin tersudutkan.
"Hem...." gumam Nyonya Douglas mencari-cari jawaban yang tepat menjawab pertanyaan putranya.
"Dad...." ujar Nyonya Douglas malu-malu menatap suaminya agar membantunya menjawab pertanyaan putranya.
"Jawab aja sayang." seru Tuan Douglas tersenyum puas melihat wajah malu-malu istrinya.
"Salahkan saja Daddy mu mengapa membuat Mommy jatuh cinta" ujar Nyonya Douglas mendengus kesal menatap wajah puas suaminya.
"Sudahlah ayok istirahat. Biar cepat sembuh" ujar Nyonya Douglas memutuskan percakapan konyol mereka. Jika di lanjutkan obrolan itu tidak akan habis-habis.
...π·π·π·π·...
...***Bersambung***...
...Banyak yang view sampai ribuan tapi hanya puluhan yang dukung π...
...Like, Komen dan Vote dong π...