
Greyson yang melihat Stevi membaringkan putranya di dalam boks seketika bangkit dari pembaringannya. Greyson melangkah ke arah boks putranya, dia juga meninggalkan sebuah kecupan di dahi putranya "Daddy mencintaimu" bisik nya tersenyum hangat
Stevi melengos ke kamar mandi menghiraukan tingkat Greyson, tanpa lupa dia juga membawa serta pakaian gantinya dengan baju santai yang sedikit longgar. Setelah selesai membersihkan diri dan berganti pakaian, Stevi membaringkan tubuhnya di atas sofa kamar tamu. Stevi memejamkan matanya sembari menunggu jam menunjukkan pukul 1 siang, 30 menit tidur juga lumayan pikirnya.
Sementara Greyson yang melihat Stevi membaringkan tubuhnya di atas sofa tidak tinggal diam. Dia kemudian mengangkat tubuh ringan Stevi ke atas tempat tidur "Enak saja main tidur sendiri" gumamnya tersenyum licik sembari memandang ke arah dada Stevi.
#
#
Tok..tok..tok
"Nona.. Tuan... sudah waktunya makan siang, Semua orang sudah berkumpul di meja makan" seru seorang pelayan dari luar pintu
Greyson yang merasa tidurnya terusik seketika terbangun "Sayang... Ayo makan.. udah di panggil tuh" serunya sembari mengendus-endus puncuk kepala Stevi.
Stevi tidak terusik sama sekali dengan tingkah Greyson Cup....Cup...Cup... Dengan usil Greyson mengecup tiga kali bibir merah Stevi.
Stevi yang merasa sentuhan benda kenyal di bibirnya seketika terkejut, tanpa sadar Stevi menampar pipi Greyson yang ada di dekatnya
Plak...
"Aish.. sayang.." lirihnya memegang pipinya
"Sayang...sayang kepalamu sayang" ujar Stevi, lalu bangkit dari kasur. Melihat putranya masih tertidur lelap, Stevi langsung saja berlalu keluar dari kamar tanpa mengajak Greyson.
Greyson yang melihat Stevi berlalu keluar dari kamar seketika tersenyum licik, tak beberapa lama tawanya pecah melihat Stevi kembali ke kamar dengan wajah merah merona.
Tatapan tajam sekaligus kesal Stevi layangkan kepada Greyson yang masih tertawa kencang.
Greyson yang melihat tatapan tajam Stevi langsung beranjak dari kasur, dia pura-pura tidak tahu apa yang terjadi dengan Stevi sewaktu keluar dari kamar.
Stevi yang melihat Greyson tidak merasa bersalah sedikitpun dengan tindakannya seketika memiliki ide licik "Awas Lo nanti malam" gumamnya dalam hati memperhatikan Greyson yang berniat keluar dari kamar.
#
#
Flashback On
Setibanya Stevi tadi di luar pintu kamar, banyak pasang mata yang melirik ke arahnya. Stevi yang memang merasa tidak ada yang aneh dengan penampilan nya, terus saja berjalan menuju ruangan makan, Stevi mengambil segelas air untuk di minum diatas meja. Namun lagi-lagi semua pandangan keluarganya tertuju kepadanya "Ada yang aneh dengan Stevi?" tanyanya dengan polos
Semua yang ada di ruangan itu tidak bisa lagi menahan tawanya, semua orang tertawa gemas dengan pertanyaan polos Stevi "Maklum pengantin baru" ujar Silvia mengeringkan sebelah matanya ke arah Stevi.
Stevi semakin bingung dengan ucapan kakak perempuannya. Nyonya Lorens yang melihat ekspresi bingung putrinya berinisiatif beranjak dari kursinya, dia kemudian menarik pelan tangan kanan putrinya menuju lemari dapur.
"Lihatlah" ujarnya memposisikan tubuh langsing Stevi berdiri di depan lemari kaca besar. Stevi yang melihat lehernya di depan kaca seketika melotot melihat banyak jejak keunguan di lehernya.
"Sial" makinya dalam hati
"Stevi sebentar makan bareng Greyson ma, kalian lanjut makan saja" ujarnya dengan muka merah merona berlalu dari dapur. Stevi berjalan cepat menuju kamar sembari menutup lehernya dengan rambut panjangnya.
Nyonya Lorens yang mendengar ucapan anaknya langsung mengiyakan saja. Karena dia paham dengan situasi putrinya, Bagaimana pun dia juga pernah muda.
****Flashback off****
#
#
Flashback on
Setelah melihat Stevi tertidur lelap tanpa membuang waktu Greyson mencium leher jenjang Stevi yang sedari tadi terpampang nyata di depan matanya. Greyson kemudian mengeluarkan buah melon yang sekarang menjadi tempat favorit putranya.
"Airnya keluar hihihi" gumamnya berbinar
"Bagi dengan Daddy dulu Okey Stev" ujarnya berbinar menyusu di buah melon Stevi 🤭
Tanpa sadar Greyson meninggalkan banyak jejak di leher dan dada Stevi "Biarlah sekali-kali" gumamnya tersenyum licik. Setelah puas dengan kegiatannya, Greyson sedari tadi sudah merasakan sesak di bawah sana, dia merasa terong ungunya minta lebih "Tahan bro satu bulan lagi" ujarnya melirik ke bawah sana. Greyson kemudian membawa tubuh Stevi masuk ke dalam dekapannya.
****Flashback off****
#
#
Di Bandara Soekarno Hatta
Seorang wanita baru saja mendarat di Bandara Internasional ibukota Jakarta. Wanita itu datang menggunakan pakaian seksi dan ketat sehingga tercetak jelas tubuh ramping dan tingginya. Tak lupa dia menggunakan kaca mata dan topi untuk menutupi identitasnya.
"Kita mau ke mana nona?" tanya seorang supir pribadi kepada wanita itu.
"Ke hotel Royal" ujarnya sembari mengscroll beranda media sosial Instagram nya. Beberapa saat kemudian dia menutup layar handphone nya.
"Akhirnya kau datang ke Indonesia Grey. Kali ini aku tidak akan menyerah" gumamnya sembari mengamati jalanan ibu kota Jakarta.
Tak beberapa lama mobil yang di tumpangi-nya sampai juga di depan lobi hotel Royal, Supir yang mengantarkannya juga membantu mengangkat koper wanita itu.
"Apa anda tidak akan kembali ke rumah nona muda?" tanya supir pribadi keluargannya sembari menunggu prosedur check In di hotel Royal.
"Tidak, aku akan menginap beberapa hari disini" serunya sembari memperhatikan orang-orang yang berlalu-lalang di sekitar pintu masuk hotel Royal.
2 menit kemudian resepsionis hotel memberikan Id Card kamar ke wanita itu. Mereka pun melangkah menuju lift yang tidak terlalu jauh dari meja resepsionis itu.
Ting
"Silahkan nona.." ujar seorang pria yang baru saja masuk ke dalam lift mendahului wanita itu dan supir pribadinya. Wanita itu tidak membalas ucapan pria itu namun dia tetap masuk ke dalam lift
"Cih..." decak pria itu mengubah raut wajahnya menjadi datar
Dreet..
"Lo dimana?" tanya seorang pria di seberang sana
"Masih di lift Rain" ujarnya sembari melirik ke arah wanita itu yang sedari tadi hanya diam dengan wajah angkuh, Tak beberapa lama pria itu kemudian mengakhiri panggilannya.
Tak beberapa lama mereka tiba di lantai yang sama. Karena terburu-buru, pria itu mendahului wanita itu lagi, melangkah ke arah sebuah kamar.
Wanita itu hanya menatap jengah ke arah pria itu,
"Aish.. tidak sopan!!" decak-nya kesal
"Pak kopernya letakkan di dalam saja, setelah itu bapak boleh langsung kembali ke rumah" ujarnya, lalu menutup pintu kamar hotel setelah melihat supirnya berlalu keluar. Karena terlalu lelah seharian mengudara, wanita itu membaringkan tubuhnya di atas kasur.
...***Bersambung***...
...Dukungan terus karya Author ❤️ Jangan Bosan nunggu Update dari Author...