
Alexa lalu mengeluarkan ponselnya dari saku celananya. Gadis itu berniat menghubungi kedua orangtuanya.
Tut
Tut
Tut
Alexa menunggu selama 2 menit baru panggilannya diangkat Daddy-nya.
#
#
Sementara di Korea
Greyson dan istrinya sedang bermain kuda-kuda di atas ranjang. Suara dering ponsel Greyson menghentikan aktivitas mereka saat adik kecil Greyson akan masuk ke sarangnya.
Pria paruh baya itu mendengus kesal melihat wajah tenang istrinya. Greyson lalu mengambil kimono yang sudah tergeletak di lantai.
Sementara Stevi bernapas lega mendengar suara dering ponsel suaminya. Kalau tidak maka malam ini juga, Ia akan diterkam sampai pagi oleh suaminya.
"Ganggu aja!" dengus Greyson melangkah mendekati nakas setelah mengenakan kimononya.
Greyson menarik napasnya lalu menghembuskannya saat melihat nama si penelepon dilayar ponselnya.
"Hallo sayang?" sahut Greyson mendekatkan speaker ponselnya ke telinganya.
[Dad! Alexa mau menanyakan sesuatu.]
[Apa lima tahun lalu Daddy berselingkuh dari Mommy?] tanya gadis itu penasaran.
Mata Greyson membulat mendengar pertanyaan putrinya. Bagaimana bisa putrinya berpikir sejauh itu pikirnya.
"Sayang apa kau meragukan kesetiaan Daddy?" tanya Greyson menatap wajah merah padam istrinya.
Greyson bernapas lega tidak sempat menambah volume suara panggilannya. Kalau sampai istrinya mendengar apa yang ditanyakan putrinya, bisa-bisa adik kecilnya karatan akibat puasa berminggu-minggu.
"Siapa Dad?" tanya Stevi memperbesar suaranya saat melihat suaminya sibuk dengan panggilan teleponnya.
"Putri kita." ujar Greyson dengan bahasa isyarat mulutnya.
[Alexa bertemu dengan seorang anak kecil yang sangat mirip dengan kalian. Matanya berwarna biru laut dan juga wajahnya sangat mirip dengan Daddy.] ujar Alexa cepat.
Deg
"Apa itu anak yang dimaksud Jack?" batinnya memikirkan perkataan putrinya.
[Daddy, Stev dan Ney.] ujar Alexa
"Bukankah kemarin istrinya mengatakan kalau putra, menantu dan cucunya sedang berada di kolombia? lalu siapa yang dimaksud putrinya?" batin Greyson melangkah menuju balkon.
[Alexa berniat melakukan tes DNA untuk memastikan rasa penasaran Alexa.]
[Alexa baru saja mengambil sampel rambut dan sikat gigi dari Stev dan Ney. Tinggal Punya Daddy yang belum.] celetuk Alexa terkekeh kecil.
"Hah...."
"Kamu tidak perlu meragukan kesetiaan Daddy sayang. Daddy juga sudah mengetahui kabar mengenai kelakuan saudaramu. Tapi setahu Daddy saudara kembarmu, istrinya dan juga keponakanmu sedang berada di kolombia." terang Greyson kepada Alexa.
Sementara Alexa cukup terkejut mendengar kata keponakan keluar dari mulut Daddy-nya.
[Ap-apa? keponakan?] tanya Alexa terbata-bata untuk memastikan pendengarannya.
"Tentu saja..."
"Apa kamu tidak tahu, kalau mereka sudah menikah lima tahun lalu dan memiliki sepasang anak kembar?" tanya Greyson terkekeh kecil mendengar suara terkejut putrinya.
[Sepasang anak kembar?] gumam Alexa pelan namun Greyson masih bisa mendengar gumaman putrinya.
"Tapi sayang hanya satu orang yang bertahan." sambung Greyson dengan suara pelan.
[Maksud Daddy?] tanya Alexa penasaran.
"Satu janin harus dikeluarkan sebelum waktunya karena kelalaian saudara mu." sambung Greyson menatap gelapnya malam.
Sementara Alexa termenung lama mendengar perkataan Daddynya.
"Apa karena itu selama ini Stevenson terlihat berbeda? emosi pria itu juga terlihat tidak stabil setiap kali pulang ke mansion klan king." batinnya memikirkan saudara kembarnya.
[Baiklah Dad...]
[Alexa mau mengantar sampel ini ke rumah sakit terlebih dahulu.] ujar Alexa dari seberang sana.
"Daddy juga sangat penasaran dengan hasilnya. berhati-hatilah diluar sana. Daddy mencintaimu." ujar Greyson.
[Alexa juga mencintai Daddy.] balas Alexa sebelum mematikan panggilannya.
"Apa mereka memiliki anak juga?" batin Greyson memikirkan perkataan putrinya.
...***Bersambung***...