
"Apa Daddy berniat menjodohkan kakak?"
"Come on Dad! ini bukan zaman Siti Nurbaya!" celetuk Grace menyajikan makanan di piring kekasihnya.
Stevi tersenyum kecil melihat tingkah dewasa putrinya. Tapi iya juga sedikit takut kalau Grace sampai nyaman melakukan hal seperti itu. Bisa-bisa putrinya minta nikah muda pikir Stevi.
Stevi berharap Greyson menghentikan niatnya menjodoh-jodohkan putrinya. Apa lagi Alexa merupakan gadis yang punya prinsip kuat dan tidak bisa di ganggu gugat.
Sementara Albara merasa kikuk berada diantara kedua orang tua Grace. Apa lagi tatapan Greyson tidak pernah lepas dari wajahnya. Albara tentu saja tidak nyaman dengan tatapan itu. Tidak nyaman bukan berarti Albara takut dengan tatapan tajam dari Daddy kekasihnya. Tapi itu karena pemuda itu merasa risih diperhatikan saat sedang makan.
"Aku merasa mata pemuda ini sangat mirip dengan seseorang...." batin Greyson.
#
#
Di depan Mansion Klan King
Alexa terdiam lama berdiri di depan gerbang Mansion milik keluarganya sebelum turun dari mobil sewaannya. Ia tidak mau Daddy dan Mommynya mengetahui kepulangannya.
Alexa lalu melangkah ke arah gerbang tinggi mansion klan king yang selalu dijaga ketat oleh beberapa anggota klan king bersenjata.
"Nona muda!" ujar seorang pemuda langsung berlari membukakan akses masuk ke dalam mansion.
"Tuan dan Nyonya tidak ada di mansion, karena mereka sedang ada di Korea mengunjungi Tuan besar, Nyonya besar dan juga nona muda Grace." jelas pemuda itu mengikuti langkah Alexa setelah menutup akses mansion klan king.
[Gantikan saya berjaga di depan. Nona muda sedang berkunjung ke mansion!] ujar pria itu menghubungi rekannya.
"Bagaimana kabarmu? apa uncle Rain dan Aunty juga di mansion?"tanya Alexa sembari naik ke atas buggy car atau kendaraan golf yang akan dikemudikan langsung olehnya.
"Come on Kal! jangan lupa kalau gadis di depanmu ini adalah nona muda keluarga Douglas. Kau tidak ada apa-apanya dibandingkan pemuda kaya di luar sana yang mungkin saja sedang berjuang mengambil hatinya!" gumamnya di dalam hati
"Usia kalian juga berbeda.... Mana mau nona muda Douglas punya suami ataupun kekasih seorang pemuda muda apalagi berondong sepertiku!" celetuknya menghembuskan napas panjangnya.
Perkataan pemuda itu tentu saja masih didengar oleh Alexa. "Apa kau menyukaiku?" celetuk Alexa tiba-tiba menatap sekilas wajah termenung Paskal.
"Bolehkah?" ceplos Paskal tiba-tiba menutup kembali mulutnya melihat wajah Alexa berubah menjadi datar.
"Jika kau bisa menyaingi ku!" gumam Alexa halaman mansion klan king terlihat semakin dekat.
"Apa ucapan ini pertanda Anda memberikan saya kesempatan nona muda?" tanya Paskal dengan mata berbinar menatap wajah datar Alexa.
"Apa Anda tidak malu jika suatu hari nanti anda berpacaran atau memiliki suami berondong seperti saya!" sambungnya memelankan suaranya
"Apalagi selisih usia kita 5 tahun." lirihnya mengalihkan pandangannya menatap halaman luas mansion klan king.
Alexa menghentikan buggy car yang dikemudikannya saat sudah tiba di halaman mansion klan king.
"Menurutku berondong lebih menantang ketimbang pria matang! ternyata kau masih saja polos seperti dulu!" dengus Alexa turun dari buggy car yang dikemudikannya tadi.
Sementara Paskal termenung lama mendengar perkataan Alexa. Senyum kecil tiba-tiba terbit di bibir tipisnya.
"Ini berarti nona muda belum memiliki kekasih! dan aku masih memiliki kesempatan mengambil hatinya!" monolognya cepat-cepat turun dari buggy car mengejar langkah Alexa.
"Yes!!" teriaknya mengepalkan tangannya ke atas sembari tersenyum bahagia.
...***Bersambung***...