IT'S YOUR BABY

IT'S YOUR BABY
Season 2 Berbahagialah



Livia dan Steven tidak mampu membendung air matanya melihat anak laki-laki yang berdiri di depan mereka. Mereka langsung berjongkok dan mendekap tubuh Albiano.


"Sayang...." ucap mereka dengan lirih. Air mata membanjiri pipi sepasang suami istri itu. Mereka tidak mampu mendeskripsikan bagaimana perasaan mereka. Dan mereka juga tidak mampu menyembunyikan perasaan bahagia mereka.


"Mommy sangat merindukan mu...." ungkap Livia mengecup kepala Albiano.


"Me too. Daddy sangat merindukanmu." timpal Steven mengecup kepala putranya.


Sementara Albiano masih diam dan tak bergeming. Ia menatap teliti wajah Steven dan Livia secara bergantian.


Namun suara MC menghentikan suasana haru keluarga Steven.


"Sekarang berikan kotak merah itu kepada pria yang berdiri di depan kalian." tuntun MC kepada Albiano dan Gionino.


Albiano menyerahkan kotak merah itu kepada Steven. Sementara Gionino masih berlutut di depan kedua orangtuanya.


"Apa kamu tidak lelah berlutut selama itu?" tanya Stevenson menatap putranya.


"Aku ingin menjadi anak yang berbakti di hari bahagia kalian. Dengan begini aku bisa mendapatkan adik lagi."ujar Gionino tersenyum lebar.


"Aku ingin adik perempuan." sambung Gionino langsung berdiri.


"Minta pada Mommy." seru Stevenson tersenyum kecil.


"Mom.... putra kita memberi kode tuh." sambungnya menatap Sherina.


Sherina tersenyum tipis mendengar obrolan suami dan putranya. Ia tidak tahu harus menjawab apa, karena beberapa tahun lalu dokter mendiagnosa Sherina akan sulit memiliki momongan lagi.


"Sekarang kita sambut kedua pasangan mempelai bertukar cincin di depan putra mereka,kedua orang tua, keluarga besar dan para tamu undangan." seru MC mendekati para pengantin.


Steven dan Livia saling bertukar cincin di hadapan semua keluarga besar dan juga tamu undangan. Begitu juga dengan Stevenson dan Sherina saling bertukar cincin. Senyum bahagia terbit di wajah sepasang suami-istri itu.


Mereka semua tidak sadar jika sebuah kamera mulai aktif menyorot mereka. Suasana haru pertemuan sepasang suami-istri dengan putra mereka, hingga acara tukar cincin kedua pasangan mempelai disaksikan oleh jutaan orang.


Tepuk tangan memenuhi tempat itu setelah acara tukar cincin.


Prok


Prok


Prok


Steven tersenyum kecil mendengar sorakan para tamu undangan. Mau tidak mau pria itu langsung menarik tengkukan istrinya dengan lembut.


"Sayang.... bukankah aku harus berterima kasih kepada para tamu undangan. Mereka memberikan ku peluang melakukan hal lebih. Menurutku hukuman yang kamu berikan tidak akan pernah terwujud." bisik Steven sebelum mengecup bibir istrinya.


Sementara Livia terkejut mendengar perkataan suaminya. Ia lalu mengalihkan pandangannya menatap putranya. Senyuman manis penuh ketulusan Livia lemparkan ke arah putranya.


Di sisi Stevenson dan Sherina


Mereka tersenyum lebar mendengar sorakan para tamu undangan. Mereka langsung berciuman dengan intens tanpa memperdulikan keadaan sekitar mereka.


Gionino langsung menutup matanya melihat keagresifan kedua orangtuanya.


"Nanti kalau udah besar kau juga akan melakukan hal yang sama." bisik Xavier Amore


"Apa kau akan tumbuh dewasa seperti aku? dan menikah juga seperti Mommy dan Daddy?" tanya Gionino berbisik pelan.


"Entahlah. Aku tidak tahu." sambung Xavier Amore dengan mata berkaca-kaca. Ia sangat iri melihat hidup orang-orang di sekitarnya. Mereka bisa makan dan menikmati hidup mereka bersama keluarga. Sementara ia hanya hidup sendiri dan tidak punya teman.


"Pasangan yang sangat romantis! sekali lagi berikan tepuk tangan meriah kepada kedua pasang pengantin kita."


Prok


Prok


Prok


"Sebesar apapun jarak memisahkan kita dengan cinta kita. Cinta itu akan tetap kembali kepada cinta sejatinya! kepada pemilik sesungguhnya!"


"Selamat untuk kedua putra Tuan Prince Greyson Douglas dan Nyonya Stevi Douglas. Dan selamat juga saya ucapkan kepada putri tunggal Tuan Meyer dan Nyonya Denada." seru MC menutup resepsi pernikahan itu.


Kamera itu langsung dimatikan setelah acara tukar cincin dan kissing dilakukan. Jack dan Rain saling melirik ketika melihat hasil rekaman mereka dan beberapa komentar-komentar yang di tulis oleh para netizen.


...***Bersambung***...