
Greyson memandangi wajah putranya yang masih berada di dalam inkubator. Ada perasaan bersalah yang mendera hatinya. "Hey boy, Daddy sangat bahagia bisa memiliki mu. Jika ancaman Daddy tidak mempan, Mungkin hanya kau yang bisa membuat mommy mu cepat sadar boy. Kau harus tahu, Daddy sangat mencintaimu" lirih Greyson dengan mata berkaca-kaca memandangi wajah tampan putranya yang tidak terusik sama sekali dengan ucapannya.
Anak itu terlihat tenang dan cuek dengan sekitarnya Dia hanya menangis pertama kali ketika terlahir ke dunia. Dia terlihat anteng menikmati tidur lelapnya di dalam inkubator.
Greyson mengeluarkan handphonenya "Beli beberapa kantong asi di rumah sakit dan juga siapkan satu orang perawat yang bisa dipercaya menjaga putraku" ujarnya dengan nada pelan lalu mematikan panggilannya.
...🌷🌷🌷...
Keesokan harinya
Keadaan Stevi masih seperti sebelumnya, Greyson terkadang menemani mereka jika tidak ada pekerjaan yang mendesak. Bagaimana pun sekarang mereka berdua adalah prioritasnya. Terkadang Greyson mengajak anaknya mengobrol walaupun anak sekecil itu belum tahu apa yang Greyson bicarakan.
"Kapan kira-kira putra saya bisa dikeluarkan dari inkubator?" tanyanya kepada dokter muda yang sudah dia perintahkan mengawasi keadaan Stevi.
"Kita tunggu seminggu lagi tuan. Kekebalan tubuh bayinya sudah cukup bagus untuk di keluarkan dari inkubator" ujar dokter itu mengamati wajah tampan Ketua Klan King yang masih berdiri di samping inkubator putranya.
"Bagaimana dengan keadaan ibunya?" tanyanya lagi lalu mengalihkan pandangannya ke arah ranjang rawat Stevi
"Keadaan nona muda masih seperti sebelumnya. Banyak berdoa saja, semoga keadaan ibu putra anda semakin cepat pulih" ujar nya dengan memandang ke arah ranjang rawat Stevi.
"Setelah selesai memeriksa mereka langsung saja keluar" ujarnya dengan dingin. Dia sadar sedari tadi dokter itu terus menerus mengamatinya. Dia merasa risih berada di dekat perempuan seperti itu.
Malam hari
Greyson masih duduk di samping ranjang rawat Stevi, Dia hanya diam, mengenggam tangan Stevi lalu mengelusnya pelan.
Flashback on
Beberapa bulan yang lalu, Greyson mengalami kritis dengan luka bakar yang cukup serius di tubuhnya. Untuk menghindari sesuatu hal yang tidak di inginkan Jack berniat menyembunyikan keadaan Greyson dengan cara memalsukan kematiannya.
Saat Jack berniat menghubungi keluarga Greyson yang berada di Negara K. Tiba-tiba matanya melihat dari kejauhan Tuan Douglas dan Nyonya Douglas sudah melangkah ke arahnya.
"Tuan besar, Nyonya besar" seru Jack dengan gugup melihat kedatangan Tuan dan Nyonya Douglas
"Bagaimana bisa Greyson menjadi salah satu korban ledakan itu Jack?" tanya Tuan Douglas dengan dingin memandang datar ke arah Jack.
"Mengapa kau tidak becus akhir-akhir ini Jack?" tanyanya lagi dengan menahan amarahnya, Nyonya Douglas hanya diam dengan air mata terus mengalir mendengar insiden yang menimpa putranya.
"Maafkan saya Tuan, Saya tidak menduga jika Klan Lion akan bertindak licik seperti itu Tuan besar" jawab Jack dengan menundukkan kepalanya. Dia juga merasa sedih melihat keadaan Tuan mudahnya. Bagaimana lagi jika Tuan dan Nyonya Douglas mengetahui keadaan putrinya yang sedang mengalami koma juga.
"Bagaimana keadaan Greyson?" tanya Tuan Douglas ingin mengetahui keadaan putranya.
...***Bersambung***...
Karena Rachel sudah menikah jadi gelar Royal author hapus jdi author gunakan nama belakang suaminya aja ya jadi Tuan dan Nyonya Douglas
❤️
...Jangan cuma ngintip aja readers sekali kali Like, Komen dan Vote dong 🤭...