
Alexa tersenyum senang menikmati hari-harinya di California. Empat bulan yang lalu Alexa dan Sherina memutuskan cuti dari pekerjaannya. Setelah mengetahui ada yang tidak beres dengan tingkah rekan kerja mereka.
Alexa duduk santai di ruang tamu sembari menonton Tv. Banyak cemilan makanan yang berserakan di atas meja. Selama lima bulan ini berat tubuh Alexa naik 10 kg. Napsu makan wanita itu juga naik dua kali lipat. Ia benar-benar tidak memperdulikan ejekan orang-orang disekitarnya mengenai kenaikan berat badannya. Karena Paskal mencintainya apa adanya. Bukan karena dia langsing atau berasal dari keluarga Douglas. Paskal mencintainya karena wanita itu adalah Alexa. Wanita pertama yang dicintainya.
"Sayang.... Mommy sudah tidak sabar menanti kelahiran kalian. Mommy berharap kalian memiliki sifat berani seperti Mommy dan lembut seperti Papa." ujar Alexa sembari mengunyah makanan yang masuk ke dalam mulutnya.
Cklek
Dengan wajah letih lesu, Paskal melangkah mendekati istrinya. Ia menormalkan ekspresi wajahnya ketika melihat Alexa sudah duduk di ruang tamu.
"Sayang.... bagaimana hari ini? apa mereka merepotkan mu?" tanya Paskal tersenyum tipis.
Alexa langsung menghentikan kunyahan-nya. Ia mengalihkan pandangannya menatap wajah lelah suaminya.
"Tidak.... lalu bagaimana dengan kuliah kamu? apa semaunya berjalan sesuai harapan mu?" tanya Alexa tersenyum manis.
"Ya semuanya berjalan dengan lancar.... apa kamu sudah lapar?" Paskal bertanya kembali sembari mendudukkan tubuhnya di samping istrinya.
"Aku sudah kenyang berkati cemilan yang ada di kulkas." sahut Alexa.
"Jangan sering-sering nyemil, enggak baik untuk kesehatan bayi kita dan juga kesehatan tubuh kamu." nasehat Paskal.
"Lebih baik kamu makan makanan yang sehat dan bergizi seperti buah dan sayuran." tambah Paskal mengelus perut buncit istrinya.
"Apa kalian setuju dengan pendapat Papa?Hem?" tanya Paskal kepada bayi kembar mereka. Ya, Alexa hamil bayi kembar. Mereka mengetahuinya dua bulan yang lalu. Dan sekarang kehamilan Alexa sudah memasuki usia 7 bulan. Hanya menunggu 2 bulan lagi bayi mereka akan hadir ke dunia.
Paskal bisa merasakan tendangan bayi mereka dari dalam perut Alexa.
"Aw...."
Alexa tiba-tiba meringis merasakan tendangan bayi kembar mereka.
"Lihatlah.... mereka merespon ucapan ku. Sepertinya bayi kembar kita setuju dengan pendapat Papa nya."ujar Paskal.
"Baiklah.... Papa akan memasak makanan sehat dan bergizi untuk kalian. Apa kalian mau masakan Indonesia? capcay kuah dan sup."
Paskal langsung berdiri dan membantu Alexa berdiri. Ia tahu Alexa cukup kesulitan mengandung bayi kembar mereka. Apa lagi berat badan Alexa ikut naik. Tentu saja semua itu mempengaruhi pergerakannya.
Paskal menatap lama wajah polos istrinya. Entah mengapa wanita itu semakin hari semakin cantik di matanya.
Cup
Cup
Cup
"Betapa imutnya istriku.". ujar Paskal mengecup pipi kanan, pipi kiri dan kening istrinya.
Alexa tentu saja tersipu malu mendengar pujian suaminya.
"Ikut apa nya? berat badanku aja naik. Tubuhku aja mulai terlihat semok."
"Yang penting aku tetap cinta." sahut Paskal mencubit gemas pipi cabi istrinya.
"Aw.... sayang.... sakit tahu." Alexa berusaha melepaskan jemari Paskal dari pipinya.
Cup
"Udah nggak sakit lagi kan?"tanya Paskal setelah mencium pipi merah istrinya.
"Apa kamu tidak mau mandi terlebih dahulu?" tanya Alexa menatap suaminya.
"Ya, aku mau mandi terlebih dahulu. Biarkan aku yang menyiapkan keperluan ku sendiri. Kamu duduk santai saja di tempat tidur. Pekerjaan ini tidak akan memakan waktu yang lama."ujar Paskal membersihkan meja bekas cemilan istrinya.
Setelah menikah dengan Paskal, Alexa baru sadar kalau kalimat ini benar-benar nyata. "Pria yang benar-benar mencintai mu akan menjadikan mu ratu di istananya. Tidak peduli seberapa banyak kekurangan mu, karena dia yang akan melengkapi kekurangan mu itu."
...***Bersambung***...