
Nathan dan Silvia masih bisa mendengar gumaman Vania.
"Ya, kau benar! pria bajingan itu yang sudah menghamili mu. Aku tidak akan membiarkannya menyakiti mu. Karena apa yang sedang kau rasakan cukup membuat hatiku sesak." ujar Nathan tetap tanpa ekspresi. Pria itu masih berusaha menahan gerumuh di hatinya.
"Nat.... bagaimana mungkin?" tanya Vania membalikkan tubuhnya.
"Ma--" Vania mengalihkan pandangannya menatap Mamanya.
Sementara Silvia tidak tahu harus berkata apa, sementara sang suami masih berada di kantor.
"Cukup! aku akan menyuruh Aunty Stevi membawamu ke mansion klan king. Aku tidak mau aib itu menyakiti hati keluarga kita." ketus Nathan melangkah keluar dari kamar Vania. Ia berniat menemui Stevi dan juga Nyonya Lorens, sebelum mereka kembali.
Di halaman mansion
Nathan melihat Jordan juga sudah turun dari mobilnya dan melangkah mendekati Stevi.
"Aunty...." panggil Jordan melangkah mendekati Stevi.
"Jo? kenapa kamu datang kemari?" tanya Stevi masih belum yakin dengan apa yang diucapkan Nathan tadi.
"Aunty--"
"Bukankah lebih baik jujur dari sekarang, ketimbang nanti-nanti!" ketus Nathan dengan cepat. Entah mengapa pemuda itu benar-benar kesal melihat wajah memelas Jordan.
"Aunty.... tolong bujuk kedua orang tuaku agar merestui hubunganku dan Vania." pinta Jordan dengan wajah serius.
"Apa benar kau yang sudah menghamili Vania, sepupu dari sepupumu sendiri?" tanya Stevi masih belum percaya.
Anggukan dari Jordan membuat hati Stevi sakit. Kejadian itu mengingatkannya dengan Ingatannya akan masa lalunya.
[Hallo]
"Sayang.... siapkan acara pernikahan untuk Jordan dan Vania. Tidak usah banyak tanya. Kabari kedua orang tua Jordan sekarang juga!" kata Stevi dengan cepat memutuskan panggilan teleponnya.
Sementara Greyson diseberang sana benar-benar bingung mendengar perkataan istrinya. Namun, pria setengah baya itu langsung menghubungi saudarinya.
"Datanglah ke mansion klan king malam ini juga." kata Greyson.
Gabi mengiyakan perkataan saudaranya. Meskipun sebenarnya Gabi tidak tahu alasan saudaranya menyuruhnya datang ke mansion klan king.
8 jam kemudian
Semua keluarga besar Jordan dan Vania sudah berkumpul di ruangan tamu keluarga. Belum ada satu orangpun yang mulai bicara. Ada beberapa orang yang belum tahu, maksud dan tujuan Greyson menyuruh mereka berkumpul di mansion klan king. Sementara diluar sana sudah muncul beberapa wajah asing yang belum pernah mereka lihat sebelumnya.
"Kenapa jadi rame gini?" tanya Gabi saling menatap dengan suaminya. Ia benar-benar belum tahu mengapa kediaman klan king begitu rame. Ia terkejut melihat wajah putranya dipenuhi dengan lebam biru keunguan.
"Jordan...." gumam Gabi berniat mendekati putranya namun dihentikan oleh Greyson.
"Duduklah. Ada hal penting yang ingin ku bicarakan." ujar Greyson dengan wajah serius.
Suasana diruangan itu tiba-tiba berubah hening dan sedikit menegangkan. Greyson menatap semua yang hadir di ruangan itu dengan seksama. Ia menarik napasnya pelan dan mulai berbicara.
"Kita harus menikahkan Jordan dan Vania malam ini juga. Kami sudah menyiapkan pemberkatan pernikahan sederhana untuk mereka." kata Greyson dengan tenang.
"Apa? bagaimana bisa kakak memutuskan masa depan seseorang semudah ini!" seru Gabi tidak menyetujui perkataan saudaranya. Ia bukannya tidak menyukai Vania. Hanya saja Vania memiliki kekurangan. Ia takut kekurangan Vania itu akan menghancurkan kebahagiaan putranya. Ia tahu seberapa besar cinta Jordan kepada Vania. Karena seorang ibu memiliki ikatan batin yang kuat dengan putranya.
...***Bersambung***...