
semua berakhir, tidak ada lagi hubungan antara keduanya sejak ditinggal Joana, urusan Motheo akan diurus sendiri begitupun Samuel, tidak ada lagi keterkaitan mafia dan gengster disana
baru saja Samuel pergi, 4 anak buahnya juga pergi untuk urusan masing masing, tapi ternyata Erisa datang ke markas Samuel mencari Fabian
"tidak ada orang, apa mereka pergi? tapi Fabian tidak pernah aktif lagi nomornya, kamu kemana Fabian" ucap Erisa
yapp, Erisa mencari kembali Fabian untuk mengajaknya balik dan baikan, tapi Fabian sudah mengganti nomor hapenya jadi Erisa tidak bisa menghubungi lagi
hingga esoknya, ketika Fabian dan beberapa teman laimnya dimarkas, tak lama Samuel datang, ikut duduk dan mengobrol bersama disana
tak lama juga Erisa datang, Erisa masih berusaha mencari Fabian, dan ketika akhirnya menemukannya
"Fabian" sapa Erisa
"Erisa?" sapa Fabian kaget ia pun berdiri
karna Fabian takut jika Samuel berbuat kasar kepada Erisa karna masalah nya dengan Joana dan Elyas, Fabian menariknya membawa pergi
saat diluar markas, Erisa menjelaskan semuanya soal hubungan ia dengan Elyas
"yaa, aku sudah tau semuanya" kata Fabian
"Bian, maafkan aku, aku janji, aku tidak akan pernah lagi selingkuh dan mendekati siapapun selain kamu" kata Erisa
"Erisa, maaf, tapi aku sudah bulat atas keputusan aku, kita selesai dan mari sama sama melupakan" kata Fabian
"Bian, aku mohon, maafkan aku, aku janji akan terbuka semuanya kepadamu, aku akan menerima mu"
"Erisa tolong, diluar banyak pria lebih baik dari ku jadi pergilah" kata Fabian
Fabian mengusir Erisa, Erisa pergi karna ia tau Fabian masih dibatas sabarnya, kalau dia sudah marah, membahayakan, jadi Erisa mengalah untuk hari ini, hari berikutnya akan berusaha lagi
dan benar, ketika sebulan kemudian, dimana Joana telah pergi meninggalkan amerika selama 2 bulan lalu, Erisa kembali datang menemui Fabian
"Fabian" sapanya lagi dimarkas
"Erisa, ada apa lagi datang?" tanya Fabian
"aku datang memohon lagi, aku mohon kembali lah, aku cinta sama kamu" kata Erisa
"kalau cinta, bukan nya selingkuh sama Elyas" sambar Nico
"yaa, aku memang dekat dengan Elyas, tapi aku tidak berpacaran sama dia, kami memang hanya saling memberikan perhatian saja"
"apa baiknya Elyas dibandingkan Fabian?" tanya Samuel
ssketika itu Erisa terdiam melirik arah Fabian juga hanya diam, bingung menjawab apa pertanyaan Samuel
Samuel bertanya karna ia penasaran, ia tau jika Elyas pacar Joana, makanya ia tanya bagi Erisa sebagai seorang gadis, apa lebih nya Elyas, bahkan sampai bisa mendapatkan hati Joana
"jawab, aku tidak marah, aku hanya bertanya, karna aku penasaran, apa yang dilihat oleh Joana kepada Elyas, sampai Elyas bisa memacari Joana" kata Samuel
"Elyas.. bagiku, dia memberikanku waktu banyak, perhatian banyak, itu membuatku kelamaan nyaman" kata Erisa
"dibandingkan dengan Fabian apa?" tanya Samuel
"Fabian hanya pengertian, memberikan perhatian hanya dengan uang, wanita didunia hanya butuh waktu, bukan uang saja" kata Erisa
"bukannya uang dijaman sekarang segalanya? apalagi bagi gadis seperti kamu" jawab Samuel
"bukannya Joana tidak seperti itu?" tanya balik Erisa
seketika Samuel diam, karna yang dikatakan Erisa benar, selama kenal dekat dengan Joana, Samuel tidak pernah tau Joana memikirkan soal uang, makanan diluar, jajan diluar, nonton, menghabiskan uang
"aku mohon" ucap Erisa
"sudah lah, Erisa, banyak pria diluar sana, aku tidak bisa, lebih baik kembali lah pada Elyas, Elyas bisa kan memberikanmu banyak waktunya" kata Fabian
"Elyas pergi bersama Joana kembali ke indonesia" jawab Erisa
"iya, dia pergi memilih bersama Joana lagi"
disini dipikiran Samuel, Joana sudah kembali bersama Elyas, makin tidak ada lagi harapan bersama Joana
"iya, tapi aku tetap tidak bisa, aku pikir nanti kamu dan aku sama sama bertemu dengan pasangan kita yang jadi jodoh kita, aku permisi" kata Fabian
Fabian ambil tasnya..
"bos Sam, semua.. aku pamit" kata Fabian
lalu Fabian pun pergi..
Erisa? Erisa juga pergi ketika melihat kepergian Fabian, sejak itu hubungan mereka telah benar benar berakhir
hari berlanjut karna waktu berjalan..
dikehidupan Joana, Joana harus melanjutkan lagi tugasnya sebagai anak kampus di indonesia
dihari berikutnya setelah Joana baru sampai di indonesia, Joana masih memiliki waktu liburnya 4 hari sebelum benar benar masuk dan memulai kembali kuliahnya
tapi sebenarnya 2 hari pertama libur memang untuk Joana istirahat lalu 2 hari berikutnya untuk Joana mengurus apapun dikampusnya nanti sebelum hari kelima kembali kuliah normalnya
saat di hari pertama liburnya, Joana hanya tidur, seharian, bangun mandi, makan, beresin rumah bantu Lestari dan tidur lagi
sementara Sherla, Sherla masih merasa asing dirumah itu tapi entah ia merasa ia seperti ada ditengah keluarganya, bagaimana perhatian dan kepedulian Joana dan keluarganya kepadanya membuat ia menjadi merasa memiliki lagi keluarganya
"hai Sherla, kamu bangun?" sapa Melinda
"iya bibi, baru bangun, Joana sudah bangun ya?"
"Joana tadi bangun, makan pagi, mandi, beres beres rumah bantu bibi Tari tapi tidur lagi" kata Melanie, ibu Joana
"emm"
"kamu kalau mau istirahat sana tidur lagi nak, gakpapa, nanti bangunnya kalau disini santai" kata Melani lagi
"iya bi"
"kami tinggal ya pergi dulu ya" kata Amir
"iya paman"
"oh iya, dimeja makan ada siapkan makanan buat kamu, tadi semua sudah makan pagi termasuk Joana, jadi tinggal sayu piring milikmu" kata Melanie
"ahh iya bi, maafkan aku merepotkan kamu"
"ahh tidak, itu yang memasak bu Tari, oh ya kalau butuh apa apa bisa minta sama bu Tari saja ya"
"iyaa bi"
disini Sherla memakai bahasa inggris mengobrol dengan orang tua Joana karna ia tidak bisa bahasa indonesia, tapi karna Melanie dan Amir sama sama fasih juga bahasa inggris jadi mereka lancar mengobrol
Sherla pergi ke meja makan, melihat benar ada makanan untuknya, ia lapar sejak semalam, tapi tidak enak bicaranya, jadi ia diam saja dan pagi ini baru ia makan
tak lama Lestari melihat Sherla makan, ia tersenyum disana..
"makan nak, kalau kurang bilang ya sama ibuk" kata Lestari
"eh iya buk, makasih buk" kata Sherla
btw. Lestari sudah mahir bahasa inggris, karna selama disana ia banyak berinteraksi dengan beberapa orang tetangganya disana jadi bisa karna terbiasa
yaa tapi sebelumnya ia juga belajar sih kepada Melinda bersamaan dengan Joana waktu itu, sebelum pergi ke amerika jadi bisa dasar nya saja pas pertama kali menginjak amerika tapi sekarang full ia bisa total
sorenya, Joana bangun, mandi, lalu duduk depan televisi ditemani Sherla, mereka mengobrol disana,