My Name JOANA

My Name JOANA
45



Joana masuk kelasnya, dan memulai pelajaran, lalu Nero pergi, tapi Nero berpapasan dengan Wita, murid dikelas Joana


"ehh Wita" sapa Elyas


"kak Elyas?" sapa Wita


"eh bisa gak aku minta tolong sesuatu?" tanya Wita


Elyas menjelaskan ia meminta bantuan Wita untuk menjadi mata mata Joana selama dikelas, dan Wita bingung mengapa tiba tiba Elyas meminta bantuan kepadanya


akhirnya Elyas menawari untuk sejumlah bayaran kepada Wita dan Wita mengiyakannya, kebetulan Wita juga butuh uang


"gimana tawaran nya?" tanya Elyas


"boleh juga duitnya, yaudah deh, aku mau"


"bener ya, jangan bilang siapapun soal ini"


"ehh kak, tapi boleh jujur?"


"apa?"


"dikelas sebenermya juga ada mata mata buat Joana, yaitu dari kak Feris"


"oh ya? siapa?"


"Nanda"


"Nanda? Nanda itu?"


"iya kak, tapi jangan bilang bilang siapa siapa, aku tau ini pernah ke geb kok dia bicara sama kak Feris, tapi ya gak tau kalau sekarang masih atau enggak" jawab Wita


"emm yaudah, biar gue nyari sendiri soal itu, urusan lo, itu saja, paham?"


"siap"


"berapa nomer lu"


"ini kak"


dan dimana ketika Wita menerima tawaran Elyas, artinya ia menjadi mata mata untuk Elyas, tidak untuk niat jahat dan lainnya, Elyas hanya ingin ada laporan apapun dari kelas Joana melalui Wita


Wita juga menerima, bukan karna ia ingin menjatuhkan apalagi menyelakai Joana, tapi karna ia benar butuh uang saat ini


sementara Nanda ternyata juga pernah jadi mata mata untuk Feris, tapi itu saat Feris pacaran dengan Joana, dan sejak putus sudah tidak pernah lagi mereka bertemu dan saling kirim laporan apapun


setelah Elyas pergi, tapi ternyata kelas Joana materi nya diisi oleh Michel


Michel juga pengajar, tapi ia jarang memberikan pelajaran di kedokteran, ia selalu memberikan pelajaran di keguruan, tapi kali ini materi pembahasan juga akan dibawakan oleh Michel


Michel masuk kelas Joana karna kelas Joana belum semester tua sementara Michel mengajar pada murid yang masuk semester 6 keatas


kelas Joana sudah masuk semester 6 awal dan semua murid kelas Joana menyapa nya, saat duduk di kursi dosen didepan, Michel melihat Joana duduk di bangku cukup jauh dari meja dosen jadi ia meminta Joana pindah tepat didepan meja dosen


"Joana" sapa Michel


"iya kak" sapa Joana


"pindah kamu, ke meja depan saja, tukar meja sama kamu" kata Michel


akhirnya Joana menurutinya saja, semua hanya memerhatikan Joana dan Michel, mereka tau tentang bagaimana Michel menyukai Joana


selepas kelas, ketika Nero dan Fadia akan kelas malam karna kan Fadia dan Nero satu kelas di perikanan, mereka tak sengaja bertemu salah satu teman Joana diparkiran, ketika itu ia baru sampai dan teman Joana akan pulang


"Veraaa" sapa Nero


"hai Vera" sapa Fadia


"kak Nero, kak Fadia, hai, kok kalian kesini, ada kelas malam?" sapa Vera


"haha iya bener"


"eh iya, aku dapat kabar nih katanya si Joana sama Elyas pacaran?" tanya Nero


"iya bener itu kak"


"beneran? Joana bilang beneran?" tanya Nero


"iya malah Joana sama Elyas yang bicara kalau memang pacaran"


"ohh, kenapa alasannya?"


"gak bilang kak alasannya"


Nero mencoba mencari tau dari Vera, tapi Vera tidak mau mengatakan apapun yang ia tau tentang hubungan Joana dan Elyas, ia memutuskan menyimpan saja, dan membiarkan orang lain tau dengan sendirinya


sejak itu, membuat Nero bingung, karna bagaimana bisa Joana langsung berani menerima Elyas, pria yang notabene nya lebih bringas dibandingkan mantan pacarnya sebelumnya


dan dikelas Nero, sambil menunggu dosen malam mereka datang, semua berkumpul dikelas dan Nero memulai membuka pembicaraan dengan teman sekelasnya soal hubungan Joana dan Elyas


"kalian dengar soal Joana dan Elyas gak?" tanya Nero


"dengar Nero, iya aku dengar" jawab salah satu dari mereka


"beneran ya memang pacarannya?" tanya Titto, salah satu teman dekat Nero dikelasnya


semua murid disana kenal dekat dan menyukai Joana sejak kejadian antara Joana, Fadia dan Nero beberapa waktu lalu


ketika itu satu kelas Nero membicarakan Joana yang berpacaran dengan Elyas, mereka memberikan pendapatnya masing masing..


"emang serius itu tentang beritanya?" tanya salah satu murid lagi dikelas itu


"serius lah, gue memang udah mastikan, tadi pas kesini ketemu Vera, sahabat Joana itu, dan dibenerin" jawab Nero


"beneran ya? ahh kalau mereka sampai pacaran, gue yakin si Joana itu sudah tidak baik baik saja" jawab Manda, salah satu teman dekat Nero juga selain Titto


"ahh bener, pikiran gue gitu sih man, lu pikir deh, Elyas kek mana ya, lah Joana polos beut tuh bocah, traveling otak gue kemana mana, coba tes aja Joana, gue yakin dia udah ternodai sama singa" sambar Titto


"jan pada pikir begitu, siapa tau maksud Joana baik loh, inget gak pas sama Feris, hasilnya sekarang kek mana Feris" jawab Fadia


"ah, Feris itu nyari muka saja lah berubah baik, gue yakin dulu dia semasa dia sama Joana, dia pasti merusak Joana juga, bisa jadi kan lebih parah dari Elyas" jawab Manda


seketika itu pintu kelas mereka ditendang oleh Feris..


semua kaget melihat arah pintu sudah ada Feris, mereka seketika diam dan tidak lagi mengatakan apapun melihat Feris


"apa kalian bicarakan hei" teriak Feris


Nero mendekati arah Feris dan menatap nya tajam didepan kelas itu


"ngapain lo disini? lo bukan anak gedung perikanan" sambar Titto


"jaga ucapan kalian, jangan pernah membicarakan Joana, saya sudah bilang berapa kali jangan menjelekkan dia, lo (menunjuk Manda) maksud lo gue merusak Joana kaya gimana?" jawab Feris


Nero langsung menepis tangan Feris yang menunjuk arah temannya


"jangan tunjuk tunjuk teman gue, lo yang ngapain masuk kelas gue? punya aturan gak?" bentak Nero


"lo yang punya otak gak? lo kan pernah suka sana Joana, lo biarin gitu temen temen lo ngehina?"


"mereka gak ngehina, gue tau, gue tau mereka, gak usah sok lo, lo aja udah putus sama Joana, sadar diri, lo hanya mantan" jawab Nero


seketika itu Feris mencekil leher Nero tapi Fadia sigap melepaskan tangan Feris dan menahan tubuh Nero agar tidak lanjut perkelahian


"dengar kalian semua, selama gue pacaran sama Joana, gue gak merusak apapun dalam diri dia, apapun itu, gue yang dia rusak, harus nya kalian ingat itu" jawab Feris


Feris pun berjalan pergi dan pulang bersama dua temannya itu, kenapa bisa Feris di gedung perikanan malam itu?