
mulai dari saksi pernikahan
orang yang menikahkan (penghulu)
semua juga sudah ada ditempat yang di tentukan
ketika situasi tepat juga, dimana Joana yang tidur dikamar nya, Motheo melihat dengan wajah sadis dan wajah khas kekejamannya
Motheo masuk dan melihat Joana tidur, ia langsung menutup kedua mata Joana, lalu menutup mulut Joana dan menutup seluruh wajahnya dengan penutup kepala full, lalu membawanya paksa untuk pergi
Joana terus meronta sampai pada dalam mobil, baru Motheo membuka penutup kepala Joana dan membuka mata dan mulut yang dia sumpal
"kak? ada apaaaa? kak Theo?" teriak Joana
"diam, jangan berisik" bentak Motheo
"kaaaak, kak, ini mau kamana? mau bawa aku kemana?" teriak Joana
"diam, ikut saja, aku tidak akan menyakitimu kok"
"iya tapi kemana?"
Joana teriak tapi tidak ada yang bisa membantunya, ia tidak tau apa yang terjadi kepadanya, ia terus meminta pertolongan dalam suara yang terbatas berbicara itu karna Motheo sudah menutup kembali mulutnya
dan setelah sampai di tempat acara..
Motheo mengangkat Joana dan membawanya ke arah depan, semua orang yang menjadi saksi disana, ada beberapa tetangga Motheo dan keluarga anak buah Motheo yang memiliki istri dan anak, semua hadir sebagai tamu undangan, melihat itu tidak tega tapi mereka tidak bisa berbuat apa apa
Joana semakin kaget dan berontak ketika ia mendengar ada suara orang menikahkan dirinya, Joana teriak, menolak itu tapi apalah dayanya, ia tidak bisa menjawab apapun karna mulutnya tersumpal
acara berlangsung, pernikahan selesai digelar, dan mereka berdua resmi menjadi suami istri, di amerika ada yang namanya pernikahan paksa jadi meskipun sifat nya terpaksa tapi tetap saja Joana sudah resmi menjadi istri Motheo sekarang
bahkan dengan kebohongan membuat Joana percaya saja ketika Motheo meminta tanda tangannya untuk persetujuan pembebasan
"kamu tidak akan aku nikahi, tanda tangan disini" ucap Motheo
"emm" ucap Joana
Motheo membuka penutup mulut Joana saja, lalu menjelaskan jika dalam perjanjian itu keputusan Motheo akan melepaskan Joana
"sudah tanda tangan saja" kata Motheo
"aku tidak punya apa apa, lalu apa kamu minta gantinya? kan gak mungkin lah kamu melepaskan aku begitu saja"
"aku hanya bilang membebaskan kamu saja kok, makanya mau bebas tidak?"
"iya beneran? kamu melakukannya?"
"iya, sudah, kami akan membatalkan ini semua, tanda tangan dulu" kata Motheo
"tanda tangan apa tiba tiba tanda tangan?"
"bukti kalau kita memang tidak lagi akan menikah, aku akan membebaskanmu" kata Motheo
"okeh beneran ya, gak akan lagi ganggu aku, sama satu lagi, tulis syaratnya, kalau aku bisa dapat passport ku kembali"
"iyaa, cepat ah, tanda tangan"
"sudah kamu tulis belum passport itu?"
"ini sudah, tanda tangan dulu"
Joana menurutinya saja padahal itu jebakan agar Joana tanda tangan di buku pernikahan mereka, karna mata Joana kan ditutupi, Motheo mengarahkan tangan Joana untuk tanda tangan saja
tapi baru selesai tanda tangan, Motheo berdiri dan memberikan jabatan tangan pada orang yang menikahkan nya
"pak terimakasih, kamu bisa ambil bayaran berapapun di cek ini" kata Motheo
"apa lagi? apa ada yang kurang?"
"tidak, tapi itu sudah ditanda tangani berarti sah suami istri, tapi gadisnya kan.." ucapnya terhenti
"diam kau, ini urusan saya, yang penting saya bayar kamu, minta berapa pun kamu butuh uang di lembar kertas cek ini, jangan urusi urusan lain, paham?" tanya Motheo
"baik pak, maaf pak"
maksud hati kasihan gadis itu (Joana) tapi ia juga tidak bisa melawan Motheo apalagi semua sudah terjadi dan pernikahan sudah sah
sementara Motheo mengobrol dengan orang Menikahkanny itu, Joana menyentuh kertas yang ia tanda tangani tadi dan betapa terkejutnya ketika itu bukan sebuah kertas melainkan buku nikah
"kaaaak, kak" teriak Joana
"iya, ini selesai kok, aku akan membukanya" kata Motheo
semua bubar setelah acara pernikahan itu, Motheo baru membuka semua penutup kepala Joana, Joana seketika itu teriak dan mengatakan itu pernikahan tidak sah
"ini tidak sah kan pak? pak?" teriak Joana
tidak ada yang menjawabnya, bahkan orang yang menikahkan mereka juga mengatakan pada Joana jika pernikahan itu sudah sah, buku nikah sudah ditanda tangani oleh Joana atas paksaan tidak ia ketahui tadi
"kaaaaak" teriak Joana memukul mukul dada Motheo
"sudah sah pernikahan kita, ini adalah buku nikah kita, aku yang simpan, jadi sekarang kita bebas kan mau melakukan apa saja?" ucap Motheo
"kaaaak, lepasin kak, aku tidak mau kak" ucap Joana
Motheo memaksa Joana masuk mobil lagi dan pulang kerumahnya
sesampainya.. Motheo menarik tangan Joana untuk turun tapi Joana menolaknya, akhirnya Motheo menarik dengan kasar lalu mengangkat tubuh Joana dan membawanya masuk rumah
Joana dipaksa masuk kamar dan Motheo meminta untuk mereka melakukan itu, Joana teriak teriak dan menolak untuk tidak melakukan itu, Joana terus menolak nya
"kaaak, enggak, kak Theo aku gak mau ya, jangan sentuh aku" kata Joana
"Joana kenapa? kita sudah menikah, kita sudah sah"
"tidak kak, aku tidak mau tetap, itu pernikahan tidak sah"
"sah lah babe, kamu sudah tanda tangan, aku pun sama"
"itu penjebakan"
"gak ada penjebakan, sudah terima saja kita sah"
"enggak"
Joana berlarian ke sisi sisi tembok agar menolak Motheo yang akan memperk*sa nya, tapi Motheo malah berhasil membegal kaki Joana sampai terjatuh, itu membuat Joana kalah, Motheo langsung menarik kaki Joana dan mengangkat Joana keatas kasur
Motheo membuka perlahan baju Joana hingga tidak tersisa sama sekali, giliran Motheo membuka bajunya tapi Joana hampir lolos, sayangnya Motheo sigap menarik dan mendorong Joana di kasur lagi
"jangan kak, tolong" kata Joana merengek
tapi Motheo tidak memerdulikannya, ia masih saja melakukannya disana, dan apa yang akhirnya ia inginkan, ia bisa dapatkan malam itu, tapi bahkan saat main pun Joana tetap saja meminta untuk Motheo melepaskannya
malam pertama setelah pernikahan seperti yang sudah sudah kan.. Joana terkulai lemas dan tidur di samping Motheo
Motheo melihat kearah Joana dengan tersenyum dan mencium bibir Joana..
"ahh kak, aku sakit, diam dulu" kata Joana
Motheo pun menurutinya, ia diam tapi masih memerhatikan wajah Joana yang tidur disampingnya itu, baru saja yang ia lakukan adalah hal pertama baginya, karna sebelumnya seorang Motheo memang tidak pernah melakukan hubungan **** sama sekali
Motheo memang banyak mangsa gadis tapi ia menjualnya kepada Samuel, karna gadis ia dapat kan atas pelajaran karna sudah mengusiknya atau membuat masalah dengannya tapi ia tidak pernah memakainya