
bahkan masih saja sesekali Motheo menciumi bibir Joana, setelah mie matang, Joana memakannya tapi Motheo tak berhenti menciumi Joana setiap Joana selesai mengunyah
"kak!" teriak Joana
"hah?"
"kamu nih, gimana ceritanya aku bisa makan enak?"
"ya makan saja, aku tidak ganggu kan sejak tadi" jawab Motheo
"hemm" jawab Joana menarik napasnya
"aku panggil kamu Boo aja ya sayang" kata Motheo
"Boo?"
"kekasih, artinya Boo itu kekasih tapi itu panggilan dari orang perancis ke pasangan, kan romantis, biar beda"
"terserahlah"
"tapi kamu panggil sama, panggil aku Boo"
"gak mau, aku gak biasa, itu berlebihan" jawab Joana
"berlebihan bagaimana? kita pasangan loh, kamu masak panggil kak, panggil gak Boo juga?" tanya Motheo
"aku biasa dipanggil kak, aku suka panggil kak saja"
"tidak?"
"aku yang panggil Boo kekamu ya kamu harus panggil sama"
Joana menyelesaikan makannya lalu membersikahkan meja dan mencuci sendok bekasnya tapi Motheo langsung menahan kepalanya dan menciumi bibir Joana, lalu menatap wajah Joana dengan sangat dekat dan membisikkan sesuatu
"main yuk Boo" ucap Motheo
"apa? gak ah, baru juga selesai makan, kalau main, ya keluar semua makananku"
"ayo lah Joana, bentar lagi gak lagi main sama aku, tapi main sama Sam, sama aku nya kapan kalau gak sekarang?"
Motheo membawa Joana kekamarnya dan menutup pintunya, mereka melakukan itu disana lagi, disini Joana berpikir, kalau sampai ia hamil, ia bahkan tidak akan memaafkan dirinya sendiri
Joana berpikir, apa yang harus ia lakukan agar ia tidak akan pernah hamil, karna kan kalau udah sering main seperti ini pasti lebih banyak kemungkinan untuk ia hamil
tengah permainan, Motheo menanyakan..
"mau anak berapa dari aku sama Sam?" tanya Motheo
"kenapa tanya itu?"
"aku tanya saja"
"oh ya terserah kamu saja lah" jawab Joana
terlintas dipikiran Joana, bagaimana ia mengonsumsi obat (pil KB) agar ia tidak pernah hamil mau berapa kali main pun, apalagi itu keahlian dari Shilly, karna Shilly juga lulusan kebidanan sebelumnya, untuk mengurus pasien jiwa yang mungkin sedang hamil atau masa masa persalinan
hari berlalu, Motheo selalu ada dirumah membuat Joana tidak aman, lalu bagaimana untuk ia keluar rumah menemui dokter Shilly
tapi malah sekarang, Samuel datang menjemput Joana dirumah Motheo
"bawa baju tidak?" tanya Motheo pada Joana
"gak usah, dirumah ada bajunya" jawab Samuel
"yaudah bye Boo" ucap Motheo sembari mencium kening Joana
"emm" jawab Joana
Joana pergi bersama Samuel, didalam mobil, Samuel menarik tangan Joana untuk ia genggam, karna Joana pikir itu ribet, kan Samuel menyetir, jadi dia melepaskan tangannya, eh tapi Samuel menarik nya lagi, terus terjadi seperti itu sampai empat kali, yang pada akhirnya Joana diam tidak melawan lagi
"Theo panggil kamu apa?" tanya Samuel
"Boo" jawab Joana
"Boo? apa itu?"
"itu panggilan pasangan dari perancis"
"ohh, kamu ke dia panggil itu sama?"
"yaa, dia melarangku memanggil kak lagi"
"emm, jadi panggilannya Boo?"
"iyaa"
diam beberapa detik, sembari Samuel memikirkan untuk ia memanggil panggilan sayang juga, terlintas saya panggil Bay yang artinya Baby (tulisannya By tapi di panggil Bay)
"okeh, kalau begitu sama lah, aku minta kamu panggil aku Bay" kata Samuel
"Bay? selamat tinggal?" tanya Joana
"itu Bye, Joanaaa"
"ya kan sama?"
"bukan, yang kataku itu Bay, artinya Baby"
"hemm"
"panggil aku itu, kalau tidak.."
"kalau tidak?"
"apasih"
"haha, makanya ikuti saja"
beberapa menit di dalam mobil, Samuel sambil menyetir juga, karna jarak rumah Motheo ke rumah Samuel cukup lama, hampir satu jam, sekitar 45 menit
Joana membuka pembicaraan
"aku nanti siang mau kerumah sakit" kata Joana
"rumah sakit? ngapain?"
"mau ketemu sama dokter Jorse dan dokter Shilly"
"untuk apa kamu ketemu mereka?"
"ya aku ingin kesana, aku sudah lama tidak lihat mereka, kamu pernah janji gak sih kalau mau memberikan apapun aku mau kalau sudah menikahi mu?"
"oh ya, yaudah, gakpapa" jawab Samuel
"beneran?"
"emm, jam berapa?"
"nanti, jam sepuluhan"
"yaudah, ini masih jam enam, ada empat jam, buat main" kata Samuel
"main?"
"ya lah, pake nanya, main, seperti yang pertama kita udah pernah main"
"ya kalau selama itu main, aku bagaimana kuat jalan ke rumah sakit?"
"ya kalau gak mau, gak aku kasih izin, beneran, aku gak pernah bohong" kata Samuel
Joana hanya diam, setelah sampai, Joana turun dan melihat rumah pribadi Samuel, yang sebenarnya tidak ada bedanya dengan rumah Motheo, banyak penjaga nya..
di setiap sudut ada orang jaga bahkan mereka berdiri untuk 12 jam kerja dan dua shift bergantian, Joana masuk..
"aku dikamar biasanya" kata Joana
"ehhh" ucap Samuel
Samuel menarik tangan Joana yang akan jalan ke kamar biasa miliknya tapi ia tarik agar masuk kamar pribadi Samuel saja
"apa?" tanya Joana
"ada apa dikamar itu? pindah, gak lagi di situ, kamu dikamar atas, sama aku" kata Samuel
"tapi aku biasa disitu, buku buku banyak disitu"
"buku bisa pindah nanti suruh anak anak" kata Samuel
Joana pun menurutinya dan ikut jalan dengan Samuel kekamar atas, saat akan sampai kamar pribadi Samuel, Joana melirik ke arah Albern, kepala pengawas dari seluruh staff jaga dirumah Samuel
Joana melewati nya dan masuk kamar Motheo, Joana masuk, Motheo hanya menutup pintunya dan langsung memeluk Joana
"ahh kak, itu pintunya yang bener napa ditutup" kata Joana
"gak perlu, gak akan ada yang berani buka" kata Samuel sembari masih menciumi leher Joana
"iya tapi tutup ah dulu"
"gak usah, kamu mau aku kasih izin pergi gak?"
"ya lah kak"
"yaudah" kata Samuel menarik Joana dan menghajarnya langsung
melakukan permainan kasar, Joana memohon berhenti, karna ia merasa vitalnya lecet dan perih, tapi Samuel tidak mau berhenti
"kaaaak, sakit" teriak Joana
dan itu membuat permainan semakin kasar..
"sudah ku bilang, sekali kamu panggil aku kak, aku akan berbuat kasar di permainan" bisik Samuel
"iyaa, iya aku panggil Bay"
baru permainan lebih pelan, tapi masih bermain, tidak berarti berhenti
sekitar empat jam kemudian, Joana bangun tapi Samuel masih menahannya..
"sayang" ucap Samuel
"aku mau turun, sudah empat jam loh"
"gak ada, tunggu bentaran"
"astaga kaaaak telat nanti aku"
"biarin"
Samuel tidak semudah itu lah memberikan Joana izin, ia masih tidak memberikan izin kepada Joana untuk pergi, Samuel benar benar tidak memberikannya izin
"kamu janji loh sama aku" kata Joana
"iyaaa, aku janji kok sama kamu, tapi aku sudah batalin"