
Lerry tidak tau tentang hubungan Elyas dengan Erisa, ia tau jika keduanya kerap bertemu dan itu sangat sering, bahkan dibanding kan Elyas bersama Joana, Elyas akhir akhir ini lebih sering dengan Erisa
tapi ia tidak tau jika ada hubungan terlarang antara keduanya, jadi membuatnya merasa ya semua baik baik saja, karna lagipula kan Joana pacarnya Elyas, mencari Elyas ya wajar saja
padahal di pabrik supplier sana, tepat diwaktu bersamaan dengan Joana akan datangi Elyas, Elyas sedang bersama dengan Erisa disana
dan ketika Joana sampai di alamat gudang supplier, ia menyapa satpam jaga disana..
"pak" sapa Joana
"ya non, ada yang mau dibantu?" sapanya
"pak, saya mau bertemu sama pak Elyas ada? saya Joana" kata Joana
"oh nona Joana? yaa saya sempat dengan nama anda, anda pacarnya pak Elyas kan? iya masuk nona, silahkan kearah sana saja masuk" kata satpam
satpam itu memang pernah mendengar ketika istirahat makan siang, beberapa staff di gudang menanyakan tentang hubungan Elyas, karna mereka penasaran sosok tegas dan disiplin seperti Elyas apa memiliki pacar
"bapak tau saya?" sapa Joana
"baru bertemu sih nona tapi saya dan staff lain sempat dengar nama kamu adalah pacar pak Elyas"
"ahh, haha iya pak"
ketika itu jelas Elyas mengatakan jika ia memiliki pacar, pacarnya alasan mengapa ia tinggal dan bekerja di amerika, dan menyebutkan nama pacarnya adalah Joana
untuk itu satpam tau jika gadis didepannya mengaku Joana, artinya itulah pacar Elyas, padahal satpam itu tau sebelum Joana datang, Erisa datang menemui Elyas
saat masuk, dan mencari tempat Joana, betapa kagetnya Joana ketika mendapatkan Elyas bersama gadis lain
"kamu disini berapa lama babe?" tanya Erisa
"aku sudah masuk 2 bulan babe, aku kan baru kerja disini 5 bulanan"
"kamu kenapa sih belain pergi kerja sampai kesini?"
"ya karna aku sayang sama Joana, aku pikir aku akan kejar dia kemana mana" kata Elyas
"tapi sekarang?"
"ada kamu, aku akan memberikan alasan apapun kepada Joana jika dia pamitan akan pergi kembali ke Indonesia agar aku masih disini"
"beneran? putus saja kenapa sama dia, ada aku"
"apa kamu, kamu saja belum tuh putuskan Fabian" kata Elyas
"ya ayo bareng, aku tunggu kamu, karna aku mau kepastiannya dulu dari kamu putus dengan Joana, baru aku putus dengan Fabian, kalau Fabiab gampang kalau kamu sudah jadi milikku penuh"
"ah, nanti kamu akan meninggalkan aku kalau luluh lagi sana Joana?"
"gak lah babe. aku sudah benar serius sama kamu, bener, nanti, tunggu waktunya pas, aku akan temui dia"
"kapan? aku tau kamu masih berat kan melepaskan Joana"
"aku gampang sih, gak tau kalau itu kamu sendiri, berat sama Fabian karna kamu selalu dituruti beli ini itu sama dia, dia kaya lebih dari aku" kata Elyas
"karna kaya saja tapi cintanya sama kamu"
ketika Joana makin mendekati mereka ternyata Joana ingat sama wangi dari aroma tubuh gadis bersama Elyas itu
"Erisa?" sapa Joana
seketika itu, keduanya menoleh dan langsung melepaskan pelukannya mereka
"kalian pacaran? sejak kapan?" tanya Joana
"Joana, emm aku bisa jelasin Joana, sayang" kata Elyas
"Joana.." jawab Erisa
"ssst, satu satu kak, aku tanya dulu, kalian berpacaran? sejak kapan? itu dulu dijawab" ucap Joana
"kami" ucap Elyas
"Erisa" bentak Elyas
"hemm, selamat kak, aku berharap kalian bahagia, aku tidak akan meminta kak Elyas memilih apalagi memilihku, aku harap kita bisa menemukan kebahagiaan masing masing diluar, kalian bisa berdua tanpa bersembunyi dibelakangku" kata Joana
"Joanaa tunggu, aku jelasin semua nya dulu ya, disini dulu ya" ucap Elyas
"kak Elyas, jagain Erisa, kalian benar benar saling sayang? aku akan membantu kalian bersama dan Erisa, jangan takut soal Fabian, aku kenal Fabian, aku dekat dengan Fabian" kata Joana
"dekat?" tanya Erisa
"karna dia anak buah dari kak Sam"
"kamu tau?"
"iya, aku berteman dekat dengan kak Sam"
"gak mungkin, kamu ada hubungan ya sama bos Sam?" tanya Erisa
"siapa Sam?" tanya Elyas
Erisa menjelaskan semuanya tentang siapa Sam itu, dan mendengar itu, Elyas semakin kuatir jika Joana akan jatuh kepelukan Samuel
"Erisa, jangan bicara buruk soal kak Sam, sejahatnya kak Sam, dia tidak pernah membuatku sakit hati" jawab Joana melirik arah Elyas
"Joana.." panggil Erisa saat Joana akan pergi
"tenang, soal ini aku akan jamin tidak akan sampai pada kak Sam karna aku tau hidup kamu tidak akan menjadi aman" kata Joana
Joana pergi, meninggalkan tempat itu, melewati satpam tadi dan satpam jaga itu bingung mengapa Joana cepat sekali, berasa baru saja masuk tapi sudah pergi lagi
seketika itu Elyas melepaskan tangan Erisa dan mulai sadar hubungannya dengan Erisa salah
"maafkan aku Erisa, aku masih mencintai Joana, aku harus bersama dia, aku sadar gadis yang kucintai hanya Joana, kamu tau kan alasan mengapa aku pergi ke amerika? karna Joana" kata Elyas
"Elyas, kamu mempermainkan aku ya? kamu bilang cinta sama aku?" ucap Erisa
"tidak, aku mencintai Joana, bukan kamu, kamu balik sama Fabian, sebelum dia tau hubungan kita, jangan cari aku lagi, sebulan lagi Joana akan balik ke indonesia dan aku juga akan balik kesana" kata Elyas
"Elyass" teriak Erisa
Elyas mengejar Joana tapi sudah tidak ada, melihat Elyas, satpam makin bingung dan ketika Erisa keluar dengan wajah sembab bekas menangis
dan barulah satpam sadar yang terjadi, melihat bagaimana kedekatan Elyas dengan Erisa padahal bukan pacarnya dan lalu pacarnya datang
Joana pergi, ia peri kerumah Lestari, lalu duduk diruang tamu, Lestari tidak tau Joana datang..
"Joana, kamu datang? sejak kapan?" sapa Lestari
"sejak tadi buk" jawab Joana
melihat Joana melamun dan duduk hanya diam, Lestari mendekatinya dan duduk disamping Joana
"kamu kenapa? diam saja?" tanya nya
"buk, bener kan kalau aku biarin kak Elyas yang ketahuan pacaran sama perempuan lain dan aku merelakannya?" tanya Joana
"emm, Elyas selingkuh?" tanya Lestari
"iya, sama orang yang aku kenal juga, nama nya Erisa" jata Joana
"siapa Erisa?"
"ada, temanku disini buk"
"oh"
"ibuk belum jawab tadi pertanyaanku buk, soal tadi tadi, gimana kata ibuk? aku benar kan?" kata Joana
"oh yang itu, iya kamu sudah bener kok, gak salah, biarkan mereka bahagia saja"