My Name JOANA

My Name JOANA
198



melalui celah jendela itu, lalu naik merangkak ke pintu toilet paling ujung dan keluar bisa saja


"cari keluar, sekitar sini" teriak Motheo


Motheo juga mencari dan mengarah keluar dari jendela itu, tapi memang Sherla cepat dalam bertindak dari kejaran Motheo dan anak buahnya


ia pun memutuskan memecah kaca itu, membawa Joana masuk lewat sana dan kabur dari sana, tidak ada jalan lain, mereka balik ke apartemen dan bersembunyi lagi


disana, keduanya kembali memutar otak, tidak mungkin mereka pulang hari itu, dan mereka berdua merebahkan badannya diatas ranjang, merasakan bagaimana susahnya lepas dari tangan bos mafia dan bos gengster itu


akhirnya mereka lelah berlarian, sama sama tidur..


sementara Motheo tidak dapatkan apapun soal Sherla, ia sudah tidak peduli ketika Samuel menelfonnya dan membutuhkannya untuk misi mendapatkan Joana


Samuel memiliki pikiran cara ia mendapatkan kembali Joana dan Joana balik bersama mereka


sesampainya lagi di markas Samuel..


"rencana apa yang katamu?" tanya Motheo


Samuel mulai menjelaskan tentang rencananya..


ia mengatakan memiliki tawanan dulu bernama Brielle, dan yang menyelamatkannya dari tangan nya adalah Joana, ia berencana akan menculik lagi Brielle dan meminta Carrabelle menghubungi Joana untuk meminta Joana datang


dan itulah penjebakan, Motheo langsung menyetujui, mereka pergi melakukan itu, dan sampai di rumah Brielle, Brielle kaget karna beberapa orang masuk dan membekap mulutnya, mengikat tangannya


Brielle menangis dan berontak disana tapi tidak membuat mereka kalah, mereka langsung memanggil Carrabelle


"bos Sam, bos Theo?" ucap Carrabelle


Samuel mengarahkan agar Carrabelle melakukan permintannya mulai dari telfon Joana, mengatakan padanya Brielle kecelakaan, katakan Carrabelle butuh Joana datang membantunya pembayaran, dan Carrabelle menurutinya karna Motheo sudah menondongkan pisau tepat pada leher Brielle


Carrabelle menelfonnya, Samuel langsung mengaktifkan speaker nya dan Joana mengangkatnya beneran


"Joana" sapa Carrabelle


"ya buk, ada apa ya buk?"


"nak, bisa bantu ibuk? Brielle kecelakaan, bisa bantu ibu datang ke tempat ibu kasih alamatnya?"


"iya buk, bisa, Joana datang ya hari ini"


"kamu dimana memangnya?"


"aku di Red Apart"


"oh disana? kamar nomor berapa kamu disana?"


"37 buk, yaudah buk, aku pergi sekarang ya" kata Joana


"iyaa, ibu tunggu, cepat nak"


"iya"


Carrabelle menutup telfonnya, dan semua yang diucapkan oleh Carrabelle sejak tadi atas kode dan permintaan dari Samuel, sekarang mereka semua tau soal apartemen itu


akhirnya, semua pergi tapi tidak membawa Brielle, meninggalkan Brielle karna merasa urusannya selesai, mereka pergi ketempat dimana mereka akan mendapatkan Joana, Joana bersiap siap


"kamu mau pergi?" tanya Sherla


"iya, ada yang butuh aku"


"siapa tadi telfon?"


"Carrabelle, dia dulu yang membantuku selama di kampus, selama aku belajar menjadi murid pertukaran"


"Joana, mana sempat? kalau dijalan kamu ditemukan?"


"aku pakai baju ini. tidak ada yang mengenaliku kok"


"Joana, cepat kembali, kita gak ada waktu, sore ini kita berusaha sama bandara lain ya"


Joana pergi dengan yakin nya, ia pikir memang Brielle terjadi hal itu dan membutuhkannya, ia tidak tau jika itu penjebakan, akhirnya ia pun mengurus untuk membantunya


sesampainya..


Joana turun, melihat rumah itu seperti bukan rumah sakit atau klinik, Joana berpikir positif mungkin rumah warga yang membantu Brielle, saat masuk gerbang, ada 2 satpam, cukup berbadan besar besar, per orang saja sudah menggambarkan 2x tubuh Joana, dan ini 2 orang, sama dengan 4x tubuh Joana


Joana menyapanya, ia pikir itu satpam, karna memakai baju satpam jaga rumah memang


tapi saat sampai depan pintu, Carrabelle menelfon Joana lagi


"halo... ibu, aku didepan rumahnya" kata Joana


"pergi Joana, kamu dalam bahaya, tadi ibu di suruh oleh bos Theo dan bos Sam, mereka menjebakmu" kata Carrabelle


"kak, tadi mereka memang kesini, tapi memaksa bibi Carra untuk mengatakan yang semuanya tadi" kata Brielle


seketika itu Joana kaget, ia sudah terlanjur membuka pintu rumah itu, dan pintu itu terbuka, benar sudah ada Motheo dengan 2 anak buahnya dan Samuel dengan 4 anak buahnya


seketika itu, Joana mundur perlahan, berjalan kearah gerbang berusaha lari, tapi dari didepan gerbang itu, 2 satpam tadi menghalangi Joana


Joana tidak habis pikir, ia akan pergi melalui samping rumah, ia merasakan sekali berlari dari kejaran diajak Sherla tadi, jadi ia memang merasa butuh skill untuk bisa melakukannya tapi Joana harus bisa melakukannya


tapi bukan keberuntungan, karna ketika Joana membalikkan badan akan pergi menghindari satpam, yang ada malah 2 anak buah Motheo yang lain, karna tadi kan hanya ada 2 anak buah Motheo didalam, dan mereka adalah Bastian dan Delvin


"kaaaaak, lepasin kak, kakaaak" teriak Joana


"kenapa susah sih? kamu itu enak, kamu mau minta apa sama kedua bos itu akan dituruti, bodohnya" kata mereka


"kak, lepasin kak, sumpah, kalian gak kasihan kepadaku? aku capek kak" kata Joana


tapi mereka tidak mendengarkan, membawa Joana masuk dan kini berdiri didepan Motheo dan Samuel


"sudah berapa kali ku katakan Joana, jangan menghindar dari saya" kata Motheo


"berapa kali kamu mencoba berlari, aku akan bisa mendapatkannya, apalagi kamu ada diwilayah ini" jawab Samuel


"percuma juga kak, aku tidak akan pernah bisa bahagia bersama kalian" jawab Joana


"aku tidak peduli" kata Motheo


diam diam Samuel meminta untuk salah satu anak buahnya yaitu Morza membius Joana dengan sapu tangan yang ada ditangannya, dan Morza melakukan dengan baik, Joana pingsan dan mereka langsung mengikat Joana dengan lakban hitam dan menutup mulutnya juga


lalu meninggalkan Joana disana sendirian, malamnya, Joana bangun, ia terikat sudah tidak bisa bergerak sedikit saja, hapenya juga sudah tidak ada, tidak ada orang disana


tengah malam, semua datang, Motheo dan Samuel dengan 4 anak buah masing masing


"siapkan aku makananan ini" kata Samuel kepada Fabian


Fabian menyiapkan makanan itu, lalu memberikan pada Samuel dan Samuel membuka mulut Joana dari lakban hitamnya


"makan" kata Samuel


Joana hanya melirik tapi tidak membuka mulutnya malah membuang mukanya


"makaaaan" teriak Samuel


Joana kaget dengan suara bentakan dari Samuel tapi ia masih bertahan untuk tidak makan, tapi karna sebenarnya Motheo juga kuatir jika Joana tidak makan


Motheo pun melemparkan besi yang ada ditangannya kesalah satu sisi tembok dengan sangat keras, bahkan sampai tembok itu retak, jangankan Joana, semua yang disana termasuk Samuel juga kaget


"makan" teriak Samuel lagi


"sekalian, kak Theo, lemparkan besi itu kepada wajahku, biar aku mati disini" jawab Joana


"Joanaaaa MAKAN" teriak Motheo


akhirnya Joana menurutinya saja, ia pun makan disuapi oleh Samuel disana