
"dia tidak ada dirumahnya sejak aku datang kerumahnya jam 8 pagi hingga sesore ini, kamu tau itu?" tanya Motheo
"oh? aku tidak tau, apa dia kerumah lainnya kali"
"aku sudah suruh semua anak buah ku mencari dan tidak ada yang mendapati"
"kemana?"
Samuel berpikir ulang, sembari ia mengingat kejadian kemarin malamnya..
"oh Theo" ucap Samuel
"hah?"
"kau ingat aku bilang ada orang yang mengintip di pintu rumah waktu itu?"
"iya?"
"aku malam nya pulang, sebenarnya sudah pergi, tapi balik lagi karna aku tidak tega tinggalkan Joana sendiri teringat tadi ada yang mencurigakan"
"oh ya?"
"nah, aku sampai sana, Joana menyembunyikan seseorang" kata Samuel
"seseorang?"
"iya, aku tidak membolehkannya masuk kamar sama sekali, sampai dia merayuku menciumi ku, kupikir itu terpaksa dilakukan Joana buat aku melupakan kecurigaanku"
"kau serius dengan ucapanmu?"
"sumpah Theo"
Motheo berpikir lagi, siapa yang orang mengintip itu, lalu siapa yang Joana sembunyikan, dan siapa yang hari ini berani membawa Joana pergi
hari itu juga, Motheo meminta semua anak buah nya berhenti mencari Joana karna ia akan mencarinya bersama 4 anak buahnya dan juga dengan Samuel dan 4 anak buah Samuel juga
mereka mencari mulai dari rumah Wilson, rumah Walton, rumah dinas lama Joana, rumah dinas Westly, rumah Jorse Shilly, bahkan ke Jorshy, tidak ada dia temukan
"teman bibi nya" kata Max
"siapa itu?"
"Ameera dan Freedy, mereka adalah teman dari bibi Joana"
"bener, kita kesana saja" kata Bastian
mereka pergi tapi masih tidak mendapatkannya, malah Ameera dan Freedy kaget Joana tidak ada seharian
tidak mendapatkan apapun, Motheo dan Samuel pun pergi, mencari kembali kebeberapa tempat kemungkinan Joana kunjungi tapi tidak menemukan siapapun dan apapun
karna kuatir juga, Ameera menelfon Joana tidak diangkat, Joana takut jika Ameera dalam paksaan dari Motheo dan Samuel, jadi tidak mengangkat
tapi Ameera tidak diangkat oleh Joana, Ameera menelfon Melinda, Melinda turut kuatir lah, ia akhirnya menelfon balik Joana
"halo, Melin?" sapa Ameera
"iya, kenapa Ameera?"
"baru saja Theo dan Sam datang bersama anak buah mereka menanyakan Joana, Joana kabur seharian tidak ada, aku hubungi dia tidak diangkat" kata Ameera
"apa? kok bisa? kabur kemana?"
"iya sana kamu cari tau dulu, telfon siapa tau kamu telfon dia angkat"
"okeh"
Melinda kuatir juga, disana ada Melanie dan Amir, dimana keduanya tidak tau masalah Joana
"kabur? apa kabur?" tanya Melanie
"teman kamu di amerika kan? ada apa?" tanya Amir
"emm, oh, peliharaannya kabur" jawab Melinda
"ahh"
diam diam Melinda menelfon Joana, Joana baru mengangkat nya karna ia tau, Melinda tidak akan dalam paksaan siapapun
"halo. Joana, kamu dimana?" tanya Melinda
"ada apa bi? aku sama Sherla, di apartemen bibi"
"oh astaga iya sudah, aku dapat kabar dari Ameera, Sam dan Theo mencarimu" ucap Melinda berbisik
"oh ya? iya bi. aku disini aman sama Sherla"
"iya udah, jaga diri kalian"
"ya bi, ini aku sama Sherla sudah memikirkan untuk aku dan dia bisa balik, tenang ya bi"
"iya, okeh deh"
"halo, Ameera?"
"ya, gimana?"
"dia aman, di apartemen, jangan bilang bilang siapapun ya, dia menyusun rencana pergi pulang bersama dengan temannya yang menjemputnya kesana"
"oh okeh"
menutup telfonnya dengan Ameera
"kamu sibuk sekali" kata Amir
"hehe"
"ada apa? siapa Theo Sam?"
"emm, tetangga Ameera"
sementara Joana, diam di apartemen itu, menyusun rencana untuk pulang, akhirnya Joana tidak membawa baju nya, ia meninggalkan saja karna tidak mungkin balik ke rumahnya
ia bersiap siap pergi bersama Sherla..
"ehh, jangan pakai baju ini" kata Sherla
"apa?"
"bajuku, ini kamu pakai ini"
"baju ini rok mini, mana mungkin aku pakai, warna nya hitam lagi, jaket ini juga jaket kulit, pasti tebal"
"Joana, kamu pakai ini aman, kalau pergi pakai baju itu, ada yang mengenalimu, mati kita"
"astaga iya"
akhirnya Joana mengganti pakaiannya dengan style gaya khas Sherla, karna belum terbiasa, jadi Joana sedikit risih, bagaimana tidak, rok mini, pahanya terkena angin luar, dimana biasanya rok terpendek milik Joana ya dibawa lutut
tapi nyawa taruhannya jadi ia mengikuti permainan Sherla saja, merasa ini cara mudah, dan berharap berjalan lancar, sesampainya di bandara, mereka masuk dan pengecekan, berharap pertugas tidak ada yang sadar itu Joana
tapi ternyata Dizon (dipanggil : Disen) yang menjaga disana, ia pengawas utama yang menjaga bandara, sadar identitas paspor satu nya aman karna atas nama Sherla tapi satunya atas nama Joana
"maaf, ini kartunya tidak bisa digunakan" kata Dizon
"hah, bagaimana bisa, kenapa dengan paspor ini?" tanya Sherla
"diblokir kak, jadi kami tidak bisa mengisi datanya"
"diblokir apa? kalian mengecek pada mesin itu saja tidak"
Dizon mengecek ke mesin, mesin mengatakan "done" artinya berhasil tapi mereka berbohong mengatakan "blocked"
"tidak bisa nona, ini sudah masuk dan ku cek" kata Dizon
"mana ada, jangan bohongi saya ya, saya tau perbedaan paspor aktif tidaknya, bapak saya dulu pembuat paspor utama diamerika" kata Sherla
Dizon kaget pernyataan Sherla, dan mereka baru sadar Sherla ini adalah orang yang dicari oleh Motheo dan anak buahnya diburu untuk dibunuh
"kamu buronan bos Theo kan?" tanya Dizon
"bukan, itu bukan urusan mu, ini paspor tidak mati, jadi saya berikan tiket, saya masuk" kata Sherla
"tidak bisa, ayo tangkap dia, kita harus laporkan ini kepada bos Theo" kata Dizon
mengetahui akan ditangkap, akhirnya Sherla berlari membawa tas nya dan menarik tangan Joana untuk bersembunyi dari kejaran staff disana, masuk toilet petugas wanita, membuat staff pria tidak mungkin masuk
tapi mereka menunggu disana sambil Dizon menelfon Motheo dan mengabari keberadaan Sherla yang ia cari
"halo bos, saya mendapatkan Sherla bos, di bandara akan pergi" kata Dizon
"dimana? bandara? okeh kesana"
Motheo mempercayakan pencarian Joana kepada Samuel dan anak buahnya, ia pergi menemui urusan Sherla, biar sekalian tuntas masalah nya memburu Sherla
sesampainya Motheo..
"dimana?" tanya Motheo
"disini" kata Dizon menunjuk toilet perempuan
tanpa peduli, Motheo dan 4 anak buah nya masuk dan melihat tidak ada satu pun orang disana
"dimana?" teriak Motheo
"tadi masuk sini kok bos" kata Dizon
"kamu janga bermain sama saya ya"
"bos, itu kaca nya pecah, dia kabur dari sini" kata Max
Max melihat dan menyadari kaca ditembok atas itu pecah, dan itu bisa memang di naiki oleh 2 orang, melalui toilet samping kaca itu