My Name JOANA

My Name JOANA
2



akhirnya ibu itupun makan, roti dan permen dari Joana, sambil menunggu Joana selesai main, karna akan ia antarkan pulang sekalian dan saat ibu Nandra akan mengantarkan pulang Joana, Lestari ikut juga mengantarkannya


sesampainya dirumahnya ia menarik dan mengajak Lestari makan..


"gausah nak.. ibu gak enak" kata Lestari


"gakpapa bu.. udah makan aja.. mamanya ngerti kok.. gak akan marah"


"jangan jangan ibu kan orang baru"


"ayolah bu, aku tau roti sama permen tadi pasti kurang"


melihat anaknya bersama seorang pengemis, Melanie pun membantu anaknya untuk membantu agar Lestari mau menerima tawaran anaknya


"bu, masuk saja yuk, gak perlu takut, saya Melanie, ibunya Joana" kata Melanie


"ahh iya bu, saya sering lihat, saya sering lewat sini"


"yasudah, ayo" ajak Melanie


dan Les pun mau karna paksaan dari Melanie


karna lapar juga ibu itupun memakan beberapa makanannya


Les sangat berterima kasih pada Joana dan ibunya


malamnya, seperti biasa, Joana menceritakan tentang ibu Les pada Nav, Nav bilang jika ibu Les baik, ibu Les memang tulus..


esoknya, Joana kembali duduk di kursi taman depan rumahnya


"bu" sapa Joana mengetahui kedatangan Les


"hai, kamu, Joana, kok didepan?"


"aku sengaja nungguin" kata Joana


sering nya datang, membuat Melanie akhirnya mengajak Les untuk bekerja dirumahnya sebagai pembersih taman, karna memang Melanie sering sibuk dengan mengajar


malam harinya lagi, Joana lagi lagi cerita pada Nav, jika Les akan bekerja dirumahnya.. dan Nav senang mendengar itu, karna Joana tidak akan sendiri jika tidak ada orang dirumah


btw, Melanie sama dengan adik nya yaitu Melinda, sama sama guru pengajar bedanya, Melanie mengambil sekolah yang sedikit jam kerja, demi bisa menemani anaknya


Les cukup menjadi pembersih yang baik, ia juga sering menemani Joana jika ingin pergi ke taman bermain dengan Nandra


membuat Les sangat berterima kasih berkat keluarga itulah dirinya mulai bisa menjadi orang lebih baik lagi tidak menjadi pemulung yang mencari makan dari sisa sisa makanan di tempat sampah


malam tiba, dimana harusnya Les telah pulang, tapi karna pensil milik anaknya yang tak sengaja dibawa di tas nya justru tertinggal, Les harus kembali


"Les? ada apa?" tanya Melanie


"pensil anak saya ketinggalan bu, saya lupa tadi"


"astaga pensil?"


"iya bu, saya gak bisa belikan lagi"


"he jangan bicara begitu, minta sama saya kalau gak bisa beli"


"jangan bu, ibu sama bapak sudah banyak bantu saya"


Les pun masuk dan mengambil pensil nya, saat ia kembali, ia melihat dikamar Joana, Joana sedang berbicara sendiri


saat ia mengintip, dan terlihat ternyata berbicara dengan sebuah boneka


"kenapa Les?" tanya Melanie


"oh maaf bu, tadi saya lihat Joana bicara saya kira sama siapa eh sama bonekanya"


"iya, dia sering bicara sama bonekanya memang"


"iya bu, biarkan saja, dia senang kan, asalkan dia senang mah kita bisa otomatis senang sendiri juga"


"iya, bener kamu"


beberapa hari berikutnya..


hingga di suatu hari saat ia periksa ke dokter seperti biasa.. dokter memberi kabar baik untuk nya dan keluarganya..


bahwa Joana mendapatkan donor mata


"Saya mau kasih kabar baik untuk keluarga Joana.. saya mendapatkan donor mata buat Joana" kata Rino, dokter mata khusus


"iya, emm, tapi jangan berharap berlebih ya buk.. pak.. karna kan Joana buta dari lahir kemungkinan kecil ia bisa melihat untuk operasi ini.. kemungkinan besarnya ya kalau tidak cocok tidak akan berpengaruh dan tetap buta" jelas Rino


"dokter mohon bantu ya dokter.."


"saya bantu pak, apapun itu, apa ibu dan bapak setuju untuk dioperasi? siapa tau bu, pak, nanti Joana bisa melihat untuk pertama kalinya dan selamanya"


"saya setuju dokter, saya percaya sama dokter, dokter kan sudah lama menangani kondisi Joana"


"jadi gini yang saya teliti mata dari si pendonor masih sangat bagus, juga cocok dengan Joana, saya kembalikan ke kalian" ucap dokter


"ya dok, saya percaya sekali sama dokter" ucap Amir


saat kedua orang tua nya melihat kearah Joana


dan Joana mengangguk kan kepala tanda menerima juga akan diadakan operasi mata nya


"tapi kalo gagal kamu tetap gak bisa lihat Joana.." ucap Melanie sedih


"semua perlu dicoba maa, buat pengalaman Joana.. Joana berdoa saja supaya bisa"


"ibuk bapak juga doa terbaik" kata dokter


"yaudah saya serahin semua kepada dokter.. berikan yang terbaik buat anak saya dok.. berapapun saya bayar" ucap Amir


"yaudah untuk operasi nya saya jadwalkan malam ini ya" ucap Rino


"baik dok.. tapi saya boleh tau siapa pendonornya dok.." tanya Joana


"boleh tapi nantik kalo sudah operasi ya"


merekapun meninggalkan rumah sakit dengan sangat bahagia terutama Joana


sesampainya dirumah Joana langsung menuju kamarnya untuk memberitahukan tentang ini kepada sahabat nya.. yaitu Nav


"Nav.. Naaav.. hei Nav? kau dimana?" teriak Joana


"yaa ada apa Joana.. aku disini.. kenapa?" tanya Nav


"Nav.. kau tau aku dapat donor mata dan bentar lagi aku bisa melihat syah, aku senang banget deh" kata Joana


"oh ya.. kapan kau operasi?"


"nanti malam Nav, ini aku pulang mau persiapan akan menginap di rumah sakit sebelum operasi .. akhirnya aku bisa lihat Nav"


"kamu akan ninggalin aku ya" ucap Nav sedih


"kok kamu ngomong gitu? ya enggak lah Nav.. aku tetep temenan sama kamu, kamu kan tetap disini?"


"aku gak mau kamu tau kondisi ku Joana" ucap Nav pelan


"kenapa Nav? kan justru aku gak akan repotin kamu sana sini nanti, nanti aku janji akan cerita semua hal"


"aku tetep gak suka kamu lanjut operasi Joana"


"maaf Nav kalo untuk yang ini aku gak bisa nurutin kamu.. aku udah seneng banget dan bentar lagi aku bisa melihat dunia yang kata banyak orang itu indah"


Nav hanya diam..


tiba dijam sore, Joana pergi bersama kedua orang tuanya, jadwalnya operasi dan bersiap-siap


"Joana.. kau yakin?" tanya Nav


"yakin Nav, kamu mau ikut?"


"gak"


"ya udah kamu diam disini aja.. tunggu aku pulang dan aku bisa melihatmu"


saat mereka berangkat, Nav hanya mengintip dari balik jendela kamar itu..


"semoga kamu bahagia" ucap Nav


tak sendirian, ayah ibu Nandra menemaninya juga karna mereka adalah ayah ibu Nandra yang perhatian memang pada Joana..


Nandra menemani ibu dan ayah Joana ketika dirumah sakit selama menunggu operasi mata itu


operasi berjalan selama tiga jam.. dan saat keluar dari ruang operasi menuju ke kamar rawat inap Joana masih terbalut perban bagian matanya