My Name JOANA

My Name JOANA
194



"kenapa aku ikut?" tanya Cali


"udah, aku gak akan meninggalkan kamu sendirian sama anak anak, kita tidak dalam situasi baik baik saja"


Walton membawa anak istrinya, yaa.. sejak kejadian kemarin antara Joana dengan Samuel dan Motheo yang terkait juga dengan adiknya, Walton tidak mau meninggalkan Cali kapan pun dimana pun


ada hikmah dari kejadian kemarin dimana Cali yang merasakannya, suaminya berubah, menjadi jauuuuh lebih baik lagi dari sebelum sebelumnya


setelah masuk mobil..


"aku bawa Cali dan anak anak" kata Walton


"iya bawa saja" jawab Wilson


sesampainya di Jorshy, mereka masuk ruang kerja Jorse dan Shilly, melakukan pemeriksaan, hasil test, laborat, dan semuanya aman


"naah, sekarang baru kamu dinyatakan benar survival ya" kata Jorse


"terimakasih dokter" kata Wilson


"iyaa, sama sama, ehh iya sekalian ada yang mau saya tanya, apa kalian masih kontak dengan Joana?" tanya Jorse


"iya, soalnya sejak Joana habiskan kontrak dan mengembalikan kunci rumah dinas, kami tidak mendapatkan kabarnya" kata Shilly


Wilson melirik kearah Walton, dimana keduanya bingung bagaimana cara menjelaskan, karna mereka berpikir jika Jorse dan Shilly belum tau


tapi keduanya merasa ada yang mereka sembunyikan jadi Jorse dan Shilly mengatakan faktanya tentang terkait Joana dengan Motheo dan Samuel


"karna begini, biar saya cerita dan untuk jadi bahan sharing sama kalian saja, karna kami tau kalian cukup dekat dengan Joana" kata Shilly


Shilly menjelaskan apa yang ia dan suaminya alami beberapa hari lalu saat mereka mengirimkan paket dan bonus untuk tanda terimakasih kepada Joana


dan ia juga menjelaskan bagaimana Samuel dan Motheo jelas mengatakan kepada mereka tentang mereka yang mencegah perginya Joana dari amerika, mereka juga mengatur semuanya agar Joana tidak bisa keluar dari amerika


dari sini, baru Walton dan Wilson menyadari pikiran mereka salah kepada Joana, dimana sebelumnya mereka memang memikirkan hal ini negatif, disini juga Cali merasa bersalah dan bersimpati atas kejadian dialami Joana


"dan itu kejadian beberapa hari lalu kok ya" kata Shilly kearah Jorse


"iya, saya juga saksi berani berkata karna mengalami"


"iya saya paham, jadi sebenarnya setelah kami balik dari sini kerumah, kami masih kontak" kata Walton


"saya juga sempat mengajak Joana jalan untuk memberikan apa saja yang ia mau sebagai tanda terimakasih saya juga" kata Wilson


Wilson ganti menjelaskan bagaimana terakhir Joana dirumahnya dan didatangi Motheo dan Samuel beserta anak buah mereka masing masing disana


ia menjelaskan bagaimana Joana memberikan mereka pesan terakhir sebelum akhirnya pergi dan ikut bersama komplotan mereka


"sejak itu juga kami tidak ada lagi kabar" tambah Wilson


"astaga, jadi Joana pergi bersama mereka?" tanya Shilly


"iya, yang terakhir saya tau saat itu"


mereka menyelesaikan obrolan disana, semua saling keterbukaan soal Joana dan kedua pria kejam itu, dan setelah perginya Wilson dan keluarganya..


disini Shilly memiliki ide untuk mengatakan ini kepada Ameera, karna Shilly dan Jorse tau jika Joana pasti balik kerumah pemberian dari Ameera dan Freedy


saat mereka menelfon


"halo" sapa Shilly


"iya halo?"


"ini Ameera kan? ini saya Shilly, masih ingat?"


"dokter Shilly? ingat, ada apa ya dokter?" tanya Ameera


"kamu dimana hari ini, apa dengan Freedy?"


"iya, ini ada disampingku"


"bisa di speaker? saya mau mengatakan sesuatu kepada kalian penting"


Shilly menjelaskan yang tadi ia jelaskan juga kepada Wilson, ia menjelaskan semua nya tentang hal yang ia ketahui, disini Ameera dan Freedy kaget, mereka baru sadar jika ini kelakuan Motheo dan Samuel


dari sini mereka baru paham semua tentang apa yang dialami Joana hingga kesulitan balik dari amerika ke indonesia


"saya harap kamu bisa bantu dia, katakan sama keluarganya, karna saya tidak begitu mengenal keluarga nya" kata Shilly


"iya dokter Shilly, makasih atas semua pemberitaan nya" kata Ameera


mereka menutup telfonnya dan disini baik Jorse dan Shilly berharap ada jalan dari mereka yang mengatakan kepada Ameera, karna sebenarnya niat mereka mengatakan kepada Ridha tapi mereka tidak sempat dan berpikir ulang lebih baik kepada Ameera


karna yang pasti, hubungan antara Joana dengan Ameera lebih dekat dibanding Joana dengan Ridha


Ameera sendiri mendapat kabar itu merasakan bagaimana rasa sesaknya, ia tidak ikut punya keluarga tapi merasakan bagaimana jika itu terjadi pada saudara kandungnya


tidak tega mengatakan pada Melinda tapi mereka harus mampu mengatakannya


ia menelfonnya..


"halo? Melin?" sapa Ameera


"ya Ameera"


"sibuk? bisa bicara? ada yang mau kujelaskan soal Joana"


"Joana? ada apa sama keponakanku?"


Ameera mulai menjelaskan apa yang tadi Shilly jelaskan, semuanya yang ia dengar, seketika Melinda merasa dadanya sakit, seperti ada yang melempar dadanya dengan batu besar


"halo, Melin?"


"iya Ameera, aku disini"


"aku tidak ada maksud apa apa kepada kamu mengatakan ini, aku dapat dari Shilly, dokter pemilik rumah sakit tempat Joana bekerja, dan ini ia alami sendiri" kata Ameera


mereka mengobrol disana dan menutup telfonnya, disini lah Melinda geram, malam nya sepulangnya ia dari kerja, ia menjelaskan kepada suaminya, lalu mereka berdua pun pergi keruma Melanie menjelaskan semuanya


tapi dirumah itu tidak ada Melanie dan Amir, Egar baru datang tapi baru saja pergi sebelum Melinda datang, jadi Melinda hanya bertemu dengan Lestari bersama Sherla dan Alisia yang kebetulan juga ada dirumah itu dan ada Elva juga


disini lah Melinda menjelaskan kepada mereka tentang kondisi Joana, Alisia tentu kaget apalagi Elva, mereka sama sekali tidak tau masalah ini


"sudah aku duga" kata Sherla


"astaga Joana, kasihan anak itu" ucap Alisia


"kenapa separah itu dah" jawab Elva


mereka merundingkan bagaimana cara menjelaskan kepada Melanie, Amir dan Egar apalagi kepada kedua orang tua Egar, tapi Lestari menyeletuk


"ibuk rasa jangan pernah kasih tau" kata Lestari


"bagaimana bisa buk, mereka harus tau" jawab Melinda


"tidak usah beritahu bi, aku akan menyusul Joana" kata Sherla


"Sherla, apa kamu serius?" tanya Melinda


"iya, kamu kan buronan mereka, bagaimana kamu ketemu dengan Theo?" tanya Lestari


"biarkan saja bu, mungkin aku harus menyerahkan diri untuk taruhan mereka lepaskan Joana" kata Sherla


"mereka menyukai Joana, bibi rasa mereka tidak akan melepaskan Joana meskipun sudah membunuhmu" kata Melinda


"tidak bisa bi, aku harus pergi balik ke amerika, aku harus pergi"


"aku takut kamu terjadi sesuatu" kata Lestari


"buk, ibu tenang yaa, ingat hari ini aku bicara, kalaupun aku tidak akan balik kesini, aku pesan, jaga Joana, dia anak paling baik kukenal buk" kata Sherla


"Sherla pikirkan dulu lagi" kata Melinda