
"wooh, jadi mereka menyukai Joana? yang siapa kak?" tanya Brielle
"dua dua nya" jawab Sherla
"ahh serius kak? apa iya? Theo dan Sam dua duanya?"
"iyaa"
"astaga, kak Joana terlalu baik memang pada semua orang tidak peduli siapa juga, dan pasti keduanya kena perasaan dikira Joana menyukai mereka"
"aku rasa begitu"
mereka banyak cerita tentang Joana, lalu mematikan, tak lama Carrabelle masuk..
"siapa?" tanyanya
"kak Sherla bi, yang bilang sepupunya kak Joana"
"ada apa dia telfon?"
"bukan dia telfon, tapi aku"
"oh ada apa?"
"aku tanya kabar kak Joana, ternyata tidak ketemu, dan kak Sherla sudah balik lagi ke indonesia"
"astaga? apa iya?"
"iya bi, kasihan kak Joana"
"terus tadi siapa kalian katakan tentang disukai Sam dan Theo?" tanya Carrabelle
"kak Joana, ternyata mereka menjebak karna tidak mau kak Joana keluar dari amerika"
"ah apa iya? astaga gila ya mereka?"
"bukan gila lagi, sikopat itu bi, mereka membunuh saja tidak di hukum"
"ah iya juga"
Carrabelle menarik napasnya perlahan dan menghembuskan nya perlahan pula, sembari ia mengingat bagaimana ia pertama bertemu lalu berkenalan dan dekat dengan murid kebanggaan nya itu karna etitude dan rupa yang sama sama gemilang
"anak itu memang sangat baik, aku pikir didunia tidak ada anak sebaik dia, perbandingan satu banding seribu yang begitu" kata Carrabelle
"bener bi, dia itu terlalu baik, kepada siapapun. tapi nasibnya buruk" kata Brielle
setelah mengobrol disana, Carrabelle keluar, untuk pergi tidur, dimana Brielle semalaman berpikir untuk membantu mencari dan membebaskan Joana meskipun ia tau resiko nya besar
paginya...
"ada tugas sekolah?" sapa Carrabelle
"tidak bi, Brielle pamit deh sekalian sama bibi, mau cari kak Joana"
"apa? kamu berpikir bagaimana sih? apa pikiranmu?" tanyanya
"bi, aku benar benar mau membantunya, bagaimana dia membantuku dari jeratan bos Sam"
"iya, aku paham, aku juga sama, dia membantuku jeratan hutang itu pada Sam bahkan Sam mengembalikan, tapi ini beda ceritanya, kamu akan dalam bahaya"
terus menolak tapi tidak membuat Brielle menyerah, ia terus merayu bibinya mengizinkannya pergi dan akhirnya bibinya luluh
setelah dapat restu, ia pun pergi, mencari tempat dimana dulu Samuel menyuruh Carrabelle mengatakan alamatnya dan sesampainya..
"ini pak" kata Brielle
"ya non, nona mau pergi kerumah siapa?"
"itu, rumah depan"
"rumah ini?"
"iya, rumah itu, apa ada orangnya?"
"itu bukannya rumah kosong? ya gak kosong sih tapi jarang kedatangan orangnya, katanya katanya sih ya, milik bos Theo"
"iya, aku mencari bos Theo"
"oh, kamu ada hubungan apa?"
"ooh ya? ada urusan apa?"
"emm itu urusan pribadi paman. maaf, permisi"
"oh okeh"
Brielle turun, melihat rumah dari luar memang sepertinya jarang sekali terjamah orang, ia masuk pagar besi depan rumah itu
ia melihat sekeliling rumah itu, tapi tidak ada orang sama sekali, ia bingung cara masuk karna semua akses masuk terkunci, akhirnya ia keluar dan mencari di sekitar rumah itu beberapa orang yang akan ia tanyakan
dan ia dapatkan orang itu, ada sekitar tiga orang yang tidak terlalu begitu tua tapi dibandingkan dengan Briella ya seperti usia Carrabelle tapi sepertinya masih satu keluarga, yang masing masing namanya adalah..
Altert si kakek, yang paling tua.
Efrain si paman, yang cukup seusia Carrabelle
Frankie si paman, cukup muda
"halo paman, apa saya boleh tanya?" tanya Brielle
"iya nona, ada apa ya?" Efrain
"ini pak, dirumah itu, apa tidak ada orang sama sekali?"
"Theo, itu rumah ketua gengster terkejam, kamu ngapain cari dia?" tanya Efrain
"jadi kakak saya di culik dan disekap, tapi katanya alamatnya disini, tapi aku cari tidak ada"
"diculik? waah udah tewas kali" jawab Frankie
"emm apa iya pak?"
"ya gak tau juga sih" jawab Frankie
"jangan sembarangan dah" jawab Altert
"eh, nona, aku ingat sekarang, dia aku pernah lihat sekali sih"
Altert yaitu pemilik rumah tempat berkumpul itu, mengatakan ia melihat memang ada tiga orang terakhir tiga hari lalu, masuk rumah itu, tapi bukan Motheo, hanya tiga anak buah nya saja yaitu Bams, Delvin dan Bastian
"terus apa bapak tau lagi kemana?" tanya Brielle
"tidak tau ya" jawab Altert
"waduh"
Brielle meminta agar ketiganya kembali mengingat serangkaian beberapa orang yang pernah datang tapi tidak ada yang mengingat
mereka memang asli orang sana, rumah nya itu juga tidak terlalu kecil tapi tidak besar ada tepat berjalan empat rumah lah dari rumah Motheo
tak lama seseorang keluar dari rumah itu, seorang gadis, anak dari Frankie, Brielle tidak tau jika sebenarnya gadis yang bernama Ferla ini yang tau tentang saat kejadian dimana Joana di giring memang oleh anak buah Motheo dan Motheo untuk pergi dari rumah itu
"iya sudah paman, makasih, sudah memberikan waktu" kata Brielle
"iya nona"
setelah tidak dapat sama sekali penjelasan disana, Brielle berpamitan pergi..
"siapa dia?" tanya Ferla, gadis disana bersama tiga orang pria itu
"mencari Theo, dia nekad sekali mencari temannya yang diculik Theo" jawab Efrain
"sudah mati kali teman dia ditangan Theo itu" jawab Frankie
disini, Ferla hanya diam, padahal ia tau apa yang terjadi dengan gadis yang dimaksud oleh anak yang barusaja datang menanyakannya
ia terlalu takut bur-urusan dengan Motheo dan lainnya..
sementara Brielle.. ia duduk dipinggiran jalan tak jauh dari rumah milik Motheo itu, ia duduk dan menyender di sisi ohon disna, akhirnya ia pun mulai menyerah, karna bagiamana mau mendapatkan Joana jika bukan disitu alamat penyekapan Joana
bahkan bapak bapak tadi tidak mau berurusan dengan Motheo jadi meskipun tau Motheo menculik, ya udah seperti sering saja dan lumrah saja dilakukan, dan mereka tau pun tidak akan ikut campur, tapi memang mereka tidak tau kecuali ya gadis tadi itu, dia gadis satu satunya dan paling muda diantara tiga pria itu
Brielle yang baru akan berdiri dan berjalan melewati rumah itu lagi untuk pergi, Brielle melihat ada mobil berhenti, jadi ia ikut diam dan melihat ada seseorang masuk
itu adalah Bams yang datang disuruh oleh Motheo untuk beberapa urusan dan itu hanya sebentar lalu pergi, dengan buru buru Brielle langsung mengikutinya, menghentikan taksi dan sampai di tempat penyekapan Joana yang asli
saat Bams masuk, disambut oleh Delvin dan Max, tapi Max menyadari ada taksi berhenti ketika Bams masuk dan melihat ada gadis mengikuti Bams