
"iya ma, sendirian, gakpapa, Joana pernah tinggal disana kok" kata Joana
"iya tau mama, tapi kamu disana sendirian beneran, kamu jaga diri nak, kalau mama kangen gimana?"
"Joana akan sering pulang perbulan atau 2bulan sekali ma"
"kalau sebelum pulang kangen?" tanya Meliana
"kesana ma, samperin ke amerika, boleh kan Joana?" sambar Enggar
"iya ma, kalau mama papa mau, boleh kok, bilang saja kan nanti Joana jemput"
"iya gampang deh, yang penting jaga diri ya, disana kan negara orang nak" ucap Meliana
"iya ma pasti ma"
baru sorenya mereka masuk kamar berdua, karna tadi yang masuk kamar hanya Egar untuk meletakkan tas bajunya, dan sekarang Joana masuk kamar Egar untuk pertama kalinya juga
yap, dimana sebelumnya dirumah Joana, Egar pertama kali masuk kamar istrinya saat masih single, Joana pun sama, ia merasakan jika ruangan itu terlalu rapi untuk Egar
"Poy, ini kamar kamu?" tanya Joana
"emm, besar ya? aku suka dikamar"
"masak kamar kamu rapi?"
"hehe ini sebenernya aku tinggal ya memang berantakan tapi aku tinggal mama bersihkan ini"
"ahh kupikir memang rapi"
"hehe"
mereka mengobrol disana, Egar tidak pernah berubah sejak awal rasa cintanya kepada Joana tetap sama, tapi berbeda sikap saja
dimana ia lebih sering memerhatikan Joana dari pada sebelumnya yang sedikit cuek meskipun ia sedang menyukai Joana
Egar romantis untuk hal tidak pernah melepaskan pandangannya kepada Joana, tidak pernah melepaskan tangannya dari setiap tubuh Joana
seperti selalu berpengangan tangan, selalu menggenggam tangan, selalu mengusap lengan Joana setiap saat, memeluk Joana dari belakang dengan sangat erat, menyentuh pipi, telinga, bahkan ketika Joana tidur, ia selalu memegang kelopak mata Joana
lebih sering, ia mengusap leher Joana entah itu kebiasaan yang cukup dibilang wajar atau tidak
tapi memang itu yang selalu dilakukan Egar sejak mereka resmi menjadi suami istri
"kenapa Poy?" tanya Joana
"apa?" tanya Egar
"kamu kok pegang kelopak mataku?"
"hehe gakapa, aku pengen pegang saja"
"emm"
"kamu gak tidur?"
"enggak, bentar lagi malam"
"emm"
Joana memainkan hapenya, Joana sibuk dengan hapenya, kebiasaan Egar kembali dilakukannya, dimana ia menyentuh bibir Joana bagian bawah dengan tangannya
"kenapa Poy?" tanya Joana mengusap bibirnya
"gakpapa, aku suka saja, biarin aku pegang pegang lah Moy, jangan ganggu"
"iyaa, tapi kenapa bibir?"
"aku suka aja semua yang ada di kamu sudah jadi milikku" kata Egar
"dasar kamu ini, apa sih"
Joana kembali sibuk dengan hapenya, tapi karna gemas dan tak tahan, jadi Egar menciumi bibir Joana bagian bawa yang tadi ia pegangi itu, lalu mulai menarik Joana untuk posisi tidur tapi masih berciuman
tapi baru membuka kancing baju istrinya yang atas, Enggar mengetuk kamar mereka untuk makan malam
"Egar, Joana, kalian tidur? bangun dulu, kenapa dikunci?" tanya Enggar
"kamu kunci Poy?" tanya Joana
"iya, aku kunci hehe"
"itu apa kata Paeng loh"
"kenapa pa?" teriak Egar
"sana loh" ucap Joana
"iya pa"
"sudah makan malam saja? waktu itu cepat banget yaa" kata Egar
"yaudah ayo makan" kata Joana
"tapi tadi belum"
"udah lah jangan lah, ayo ayo, aku gak biasa kalau mau melakukan itu ditempat lain selain kamar kita"
"iya juga, gak bebas"
sejak itu Joana dan Egar setiap pulang kerumah ayah ibu nya baik kerumah Pamir atau Paeng tidak pernah melakukannya, termasuk jika mereka saat dihotel atau apartemen tidak akan melakukannya, intinya mereka melakukan hanya dikamar rumah pribadi mereka
setelah turun, mereka ikut makan berempat..
"sini sayang, duduk" ajak Meliana pada menantu kesayangannya itu
"iya ma"
"disini gak sama ma dirumah Pamir ya" kata Enggar
"ah sama saja kok ma, ini kan rumah orang tua Joana juga" kata Joana
"maksudnya gak rame, hanya berempat, dirumah Pamir kan ada Sherla dan Aal ada buk Tari juga, jadi rame, kalau disini berempat saja" kata Enggar
"ya gakpapa kok pa" jawab Joana
"lagian kalau kalian datang baru berempat, kalau kalian pulang balik kita berdua lagi" kata Meliana
"kan teringat masa muda ma, ya kan pa" ucap Egar
"tuh kan jawab aja, adaaaa aja yang dijawab kan kelakuan Egar itu" ucap Meliana
"Poy" bisik Joana
"ih cuma bilang gitu kok apa salah nya? bener kan?" jawab Egar
"udah lanjut, makan, ini kapan makan nya nanti" jawab Egar
mereka pun mulai makan hingga selesai, baru mereka pergi kamar masing masing, kebiasaan baru diterapkan Joana di rumah Egar yang berbeda dengan rumahnya adalah habis makan ya langsung masuk kamar masing masing, dilarang menyalakan televisi atau duduk diluar rumah selepas makan malam
jadi setiap selesai makan malam ya harus masuk kamar masing masing dan tidur
termasuk Joana dan Egar, mereka masuk dan tidur, seperti biasa, karna kasur di kamar itu lebih kecil dari kasur Joana, jadi Joana benar benar tidak bisa mengubah posisi tidurnya sedikit saja karna pasti akan terjatuh
jadi karna ia cukup gerah, Joana bangun, ia duduk di samping ranjang itu, tapi ternyata Egar masih menggenggam tangan Joana
Joana melepaskannya yang ada Egar terbangun
"Moy, kemana?" tanya Egar setengah sadarnya
"ini ke toilet" kata Joana
"ahh, yaudah, mau temani?"
"tidak lah, udah gakpapa"
Egar hanya menawari temani saja karna kamar mandi dirumah Egar kan tidak ada yang didalam, jadi siapa tau minta antarkan Egar, tapi Joana tidak mau, jadi Egar pun tidur lagi
setelah selesai, Joana kembali, tapi yang ada malah Egar cepat cepat menarik tangan istrinya untuk tidur lagi
yap, Egar tidak bisa tenang tidur jika tidak ada istrinya disampingnya
hari berlalu, paginya, mereka diam dirumah itu hingga nanti malam, tapi Meliana dan Enggar memutuskan pergi bekerja meninggalkan keduanya
"kalian kalau mau pergi jalan, jalan saja ya Joana" kata Enggar
"iya, ajak itu Joana jalan jalan, sekitar sini, jalan pagi" ucap Meliana
"iya ma, pa" jawab Egar
"hati hati ma" ucap Joana
"iya sayang, byebye"
mereka pergi, Joana menemani suaminya mengerjakan tugas kerjaan, karna Joana sudah mulai menipis kerjaan sejak ia akan pergi ke amerika itu
hari berlalu dimana setelah sekembalinya lagi Joana kerumah nya dan Egar, ia mempersiapkan untuk terbang ke amerika, gak sebentar, selama setahun karna masa kontrak kerja nya juga sudah jadi aturan disana
ketika hari senggang keduanya, jadi sama sama dirumah
Egar sibuk dengan pekerjaannya..