
"ada urusan, nanti aku kabari kamu deh, bye" ucap Walton langsung pergi begitu saja
"iyaa" jawab Cali
sibuk main hape nya sendiri, angkat telfon sendiri, dan sekarang pergi pamitan sendiri tapi Cali tidak bisa ikut hari itu karna anak nya sekolah masuk siang, ia harus mengantarkannya
setelah Walton sampai, Joana sudah selesai belanjanya tinggal membayar
"Joana, sudah?" sapa Walton
"iya pak, waduh, kok nyusul pak?"
"iyaa, aku kepikiran, sini biar aku yang bayar"
"gak usah pak, ini aku bayar, aku kan mau kasih buat Wilson, kalau kamu bayar, kamu yang belikan, sudah jangan"
"kamu ini loh, beneran apa?"
"iya serius, udah jangan"
mereka selesai mengantri lalu membayar dan pergi..
"kalau minum disana gak nolak kan? saya pikir mau memberikan kamu sebagai tanda terimakasih" kata Walton
"boleh deh pak"
mereka pergi ke salah satu pelapak penjual minuman dan mengobrol disana, mereka saling cerita disana tentang kondisi Wilson, Joana menjelaskan jika ada perkembangan besar dari Wilson
"Joana" sapanya
"ya pak?"
"terimakasih, kamu sudah membantu kami"
"iya pak, saya bisa membantu kenapa tidak saya bantu kan?"
hari berlalu, dimana ketika Joana sudah sampai di Jorshy, ia pun masuk ruangan Wilson dan menyapanya..
saat sedang santai, Joana memberikan kado untuk Wilson yaitu baju style anak kekinian yang kemarin ia belikan
"aku ada kado lagi baru buat kamu yang sudah pintar mengikuti schedule permintaan Joana" kata Joana
"apa itu?" tanya Wilson antusias
"ini, kamu pasti bagus pakai ini"
Wilson membuka bungkusannya dan melihat terdapat celana, baju, jaket levis, topi, kacamata bahkan sepatu
"semuanya Joana?"
"iya semuanya, bagus kan?"
"iya bagus ini, aku coba boleh?"
"boleeh"
setelah mencoba dan menunjukkan pada Joana, Joana melihat itu sangat pantas untuk Wilson, Wilson pun menyukai kado itu, karna pada dasarnya, semua orang menyukai kado, siapapun orang itu apalagi untuk pasien jiwa, akan jadi motivasi nya perlahan survival dari penyakit mentalnya
hari hari berlalu, tapi Samuel masih saja menghubungi Joana, Joana meminta agar Samuel tidak menarinya
"halo, kenapa kak Sam?" tanya Joana
"Joanaa, dimana kamu tinggal, cepat beri tau aku" kata Samuel
"ya nanti aku temui kamu, kita pergi diluar saja"
"kamu tidak memberitahuku? aku akan cari tau sendiri ya, lihat saja"
"ahh astaga terserah deh, aku mau pergi bekerja"
Joana meremehkan Samuel, Samuel tidak main main atas apa yang sudah ia inginkan, ketika Joana menutup telfonnya, Samuel mengerahkan seluruh anak buahnya
"ada apa bos?" tanya mereka
"kumpul, saya ada penugasan hari ini" jawab Samuel
"sudah bos, sudah kumpul semua" jawab Nico
"okeh, saya perintahkan kalian semua mencari dimana Joana tinggal, cari semua kota, dia ada diamerika tapi tidak memberitahu saya dimana dia tinggal" ucap Samuel
"Joana datang bos?" tanya Fabian
"iya, dia datang"
Samuel menjelaskan bagaimana ia bertemu dengan Joana setelah lama Joana pergi meninggalkan amerika dan dari sinilah semua anak buah Samuel diperintahnya mencari keberadaan Joana
tak butuh waktu lama, dari pagi mereka menyebar, dan siangnya ia dapatkan, dimana salah satu anak buah nya langsung mengabari Samuel
"bos, dapat" kata nya
"dimana? kirim alamatmu sekarang, kau tunggu aku jangan kemana mana" ucap Samuel
"ya bos"
"kamu kabari yang lainnya juga" kata Samuel
"siap bos"
Samuel pergi, sesampainya, ia pun menyapa temannya itu, lalu memberi tau rumah Joana, Samuel mendekati dan mengetuk beberapa kali tapi tidak ada orang
"dia tidak ada seperti bos"
"kamu tau rumah ini darimana?"
"tadi aku lihat Joana disini, pas duduk disini dengan baju rapi, apa dia seorang dokter?"
"iya dia duduk disini pas"
"dirumah sakit mana dia bekerja?"
"kalau lihat wilayahnya, ini milik RS Jorshy"
yang penting Samuel tau dimana Joana tinggal, ia pun pergi meninggalkan tempat itu
ketika esoknya, baru pulang dari kerjanya, Joana mandi lalu membaca buku disana, tak lama Ameera menelfonnya
"halo bibi" sapa Joana
"Joana, kata Melin, kamu di amerika? kok gak kabari aku?"
"ahh astaga lupa bi"
"kamu tinggal dimana?"
"dirumah dinas kok, aduh maaf ya bi"
"yaudah soalnya kemarin Melin menelfonku dan bilang kamu disini jadi bibi telfon hari ini"
"iya bi aku di amerika, ambil kontrak kerja di Jorshy"
"beneran kamu di Jorshy? kenal Shilly kan?"
"iya, istri dari pemilik Jorshy itu"
"dia teman dekat dan teman sekolah Freedy dan bibi"
"ahh, apa iya? waduh pas dong?"
"iya, titip salam buat dia ya Joana, bilang dari Ameera dan Freedy"
"siap bi"
"iya nih, ayo kapan kita ketemuan?" tanya nya
"gimana lusa? Joana libur bi 2 hari, jadi bisa tuh ketemu"
mereka mengatur janjian untuk ketemuan, dan hari esoknya, Joana bertemu dengan Shilly
"dokter, kebetulan ketemu" sapa Joana
"eh Joana? ada perlu ya?"
"tidak dokter, ini saya cuma mau sampaikan salam dari paman Freedy dan bibi Ameera"
"oh? kamu kenal sama mereka?"
"dia teman dari bibi saya"
"oh, bibi kamu? siapa bibi kamu?"
"Melinda"
"oh Melinda? waah saya tidak kenal, tapi saya dekat sama Ameera dan Freedy, saya tau tentang mereka"
"iya kemarin telfon, titip salam"
"waah salam balik kepada mereka dah"
"iya siap"
hari berlalu, dimana ketika Joana masuk hari bebasnya..
"Wilson" sapa Joana
"hai Joana"
"Joana libur besok sampai lusa, kamu jangan rewel ya, ikuti apa saja dilakukan suster Westly nanti"
"kamu mau kemana?"
"bersih bersih rumah, sama aku akan libur mengisi waktu ku untuk istirahat"
"kamu kapan ajak aku jalan?"
"nanti selesai aku ada jadwal kosong lagi ya, soalnya aku besok ada janjian sama bibi ku"
"ahh janji ya sama aku?"
"pasti"
Joana pulang kerumahnya, tapi karna masih besoknya ia janjian sama Ameera untuk bertemu, ia sendirian dirumah itu dan menyibukkan diri
tapi tak lama, ketukan pintu terdengar, Joana pergi membukakannya dan kaget ternyata ada Samuel dan keempat anak buahnya
seketika itu Joana kaget, ia melirik sekitar rumahnya ternyata banyak anak buah Samuel yang lainnya
"kak Sam, apa yang kalian lakukan?" tanya Joana
"haaai Joanaaa, selamat datang di amerika lagi" sapa 4 anak buah Samuel disana
"tunggu, aku tanya, apa yang kamu lakukan? suruh mereka pulang" kata Joana
"biar kamu tau, berhadapan sama siapa kamu kemarin menyuruhku menandatangani itu tapi meninggalkan begitu saja" ucap Samuel
"iya aku akan mempersilahkanmu duduk, suruh semua pulang"
Samuel memberikan aba aba tangannya keatas lalu mengibaskannya dan semua nya pergi kecuali 4 anak buah utamanya