My Name JOANA

My Name JOANA
179



dan ketika sampai dirumah, ia melihat 2 mobil terparkir depan rumahnya, sambil jalan arah pintu rumahnya, Joana melihat kanan kiri, siapa pemilik mobil itu, karna ia tidak tau 2 mobil itu milik Motheo dan Samuel


saat masuk, ia kaget karna keduanya sudah ada didalam...


"kak Sam? kak Theo?" ucap Joana kaget


"hai sayangku" sapa Samuel


"diem kamu" bentak Motheo kearah Samuel


"apasih, kalian kenapa bisa masuk? bagaimana caranya, ini tadi terkunci dan masih terkunci barusaja aku buka" ucap Joana


"tidak ada yang tidak bisa untukku Joana" ucap Motheo


yaap, dimana sebelumnya, Motheo memang datang sendirian dan berpapasan dengan Samuel, mereka mencari tau kemana ia bisa mendapatkan pintu rumah itu


seketika mereka mencari jalan untuk celah masuk dan kebetulan kamar Joana tidak tertutup bagian jendelanya, mereka berdua masuk lewat sana


"kak Theooo kak Saaaam" ucap Joana kesal


Joana mencoba tidak memperdulikannya...


"diam, aku mau mandi" kata Joana


Joana mengunci pintu kamar mandi itu jadi tidak bisa keduanya mencoba masuk, Joana juga memutuskan untuk mengerjakan beberapa laporannya dan keduanya masih disana


kelamaan risih ya, karna Joana melihat kedua pria itu fokus kepada wajahnya


"kalian ada apa sih? kenapa bersaing? aku sudah bilang aku sudah menikah kan" kata Joana


"aku mencintaimu Joana, aku tidak peduli kamu sudah menikah" jawab Motheo


"jangan gila, aku tidak akan meninggalkan suamiku apapun taruhannya" kata Joana


"tapi aku tidak peduli, beneran, kamu tetap akan aku anggap milikku" kata Samuel


"cari gadis lain, aku yakin kalian mendapati lebih baik"


"kamu yang terbaik" ucap Motheo dan Samuel bersamaan


Joana pun diam, mereka terus memerhatikan Joana, tak lama, Motheo ke toilet, tapi setelah Motheo pergi, saat Joana mengambil flashdisk nya di meja belakang samping Samuel


Samuel menahan badan Joana dengan mengenggam pinggangnya dan mau tak mau Joana menatap kedua mata Samuel


"aku cinta sama kamu, apapun aku akan lakukan demi bisa mendapatkan kamu" ucap Samuel


"kamu mendapat kan aku? ahh hanya teman bisa, kalau lebih, berapa kali aku bilang, aku sudah menikah" ucap Joana


Samuel menahan kepada Joana untuk ia menciumnya, tapi baru saja menempel bibirnya ke bibir Joana, Motheo datang dan langsung menarik Samuel lalu membantingnya


Motheo pun menarik kerah baju Samuel dan hampir menonjok tapi Joana menahannya


"kak, jangan bikin ribut, ini rumah dinas dari atasanku, jangan bikin aku marah" kata Joana


Motheo melepaskan tangannya dari Samuel tapi menarik Joana dengan kasar kearah sisi tembok untuk menciumnya, Samuel juga langsung menarik dan mendorong Motheo


"sudah, ya, sudah, aku mau istirahat, aku capeeeek kaaaak" teriak Joana


Joana meminta keduanya pergi tapi tidak juga mau pergi, sampai akhirnya Joana kesal, itu sudah akan masuk malam, dan besok Joana harus bekerja


jadi Joana tidak lagi pedulikan keduanya, ia pergi kekamarnya dan tidur


Joana terlelap, Samuel dan Motheo memerhatikan Joana tidur disana, Motheo berkata dalam hatinya...


"aku mencintai kamu untuk selamanya, aku tidak akan membiarkan kamu pergi lagi apapun dan bagaimana pun caranya, kamu harus bersamaku"


mereka pun menjaga Joana tidur hingga paginya, Joana bangun, melihat keduanya malah bermain hape masing masing, Joana tersedak dan batuk karna asap rokok memenuhi ruangan tidurnya


"Joana, kenapa?" tanya Motheo


"kak, astaga, kenapa dalam kamarku kalau merokok, keluar ih" ucap Joana


"oh aku matikan ini" kata Motheo


Joana membuka jendela kamarnya dan membiarkan asap rokok keluar, Joana bersiap siap untuk pergi bekerja


"kak, udah ya. aku mau ada jam kerja, jadi jangan ikuti aku lagi" kata Joana


Joana meninggalkan rumah nya dan Joana pikir mereka akan tetap mengikutinya tapi salah, mereka menuruti permintaan Joana untuk pergi dan tidak lanjutkan ikut Joana


Joana pergi ke Jorshy, sesampainya, ia masuk ruangan rawat Wilson, dan tiba tiba Wilson memeluk Joana


"Wilson? ada apa?" tanya Joana kaget


"ditinggal kamu aku sepi, kata dokter Shilly dan suster Westly kamu libur 2 hari beneran?"


"oh iya beneran sih"


"ahh Joana, kamu ini jangan lama lama ambil liburnya, aku sedih"


"aduh maafkan Joana ya Wilson, iya deh Joana nanti pamit dulu sama Wilson kalau libur, biar gak kuatir sama Joana"


"iya"


mereka melakukan kegiatan rutin setiap harinya, beberapa hari berikutnya, dimana rutin Joana tidak mengambil jatah liburnya untuk ia bisa pulang ke indonesia menemui suaminya dan keluarganya


Joana mengurus penuh soal Wilson yang sudah jadi tanggung jawabnya, tapi sesekali, Joana di minta oleh beberapa teman suster disana untuk membantu mereka


sampai akhirnya ketika evaluasi bulanan, ketika itu Joana bersama Shilly dan Westly sedang menunggu Jorse untuk langsung evaluasi bulanan soal Wilson


sembari menunggu itulah, Joana dan keduanya mengobrol tentang pekerjaan, Shilly menanyakan soal Joana dulu nya sempat juga membuat pasien gila menjadi benar benar sembuh


"aku sempat tanya tanya Joana, sama dokter Ridha, kamu rekomendasi dari dia memang untuk Wilson, katanya, kamu sudah berhasil menyembuhkan 1 orang dan meringankan beban pikiran beberapa pasien lain?" tanya Shilly


"ah iya itu masih di Netra dokter"


"wooah sembuh beneran itu katanya ya?" tanya Shilly


"iya, syukurlah benar dinyatakan survival" kata Joana


"siapa namanya?"


"Alisia"


"ahh iya Alisia, bahkan sampai dipasung kan katanya?"


"iya, tapi saya yang jamin untuk lepaskan"


"lalu bagaimana kabar Alisia sekarang?" tanya Westly


"kamu tau? Alisia itu tinggal dirumahku, bersama keluargaku"


"apa iya?"


Joana menceritakan kepada keduanya soal Alisia yang sudah tidak memiliki keluarga jadi diangkat anak oleh keluarga Joana


"waah kamu kok bisa begitu sih Joana? apa sih tips nya?" tanya Shilly


"jujur dokter ya, seribu kata maaf, saya bukan sok pintar dari anda, tapi menurut saya, kan pasien jiwa memiliki problem sebelumnya, nah dari situ kita menyembuhkannya" kata Joana


"maksudnya gimana?" tanya Shilly


"jadi kalau misal depresinya seperti Alisia kan, dia ditinggal orang tuanya, ya penyembuhannya dari apa? ya dari ia merasakan memiliki keluarga lagi, mulai dari sini dia mulai menjadi membaik dan normal" jelas Joana


"kalau kasusnya Wilson? dia kan ditinggal menikah" ucap Westly


"menjadi orang perhatian kepada pasien itu penting, membuat nyaman dengan cara masing masing, Joana yakin semua bisa memberikan rasa nyaman pada pasien" kata Joana


"oh iya, tapi beda aja aura nya kamu Joana, sungguh" kata Shilly


"sudah sama saja kok dokter" kata Joana


"kamu tidak takut membagikan trik dan cara kamu sendiri kepada dokter dan perawat lain?" ucap Westly