My Name JOANA

My Name JOANA
270



dan benar saja, Joana tak lama langsung tak sadarkan diri, Samuel tau itu langsung mengambil hapenya dan akan merekam kegiatan hubungan badan mereka malam itu karna Joana dalam pengaruh obat jadi bisa dikatakan tidak akan ada penolakan nantinya dari Joana


setelah settingan untuk hapenya merekam hubungan badan Joana dengan Samuel disana, video pun dimulai


dimana Joana terbangun dan mulai sadar..


"Bay?" sapa Samuel


"Bay, enggak jangan paksa aku dulu, aku mohon, aku takut besok gak bisa fokus lagi kerjaan" kata Joana


"iya sayangku"


"yaaa, jangan, kan gak enak kalau bekerja tidak fokus"


"kamu tidak sedang menolakku kan?"


"apa nya?" tanya Joana


"main ya, sekarang, aku mau sekarang main" ucap Samuel


"iyaa" ucap Joana


Samuel menciumi leher Joana tanpa tertolak sama sekali, bahkan Joana diminta oleh Samuel untuk aktif dan Joana melakukannya


Joana menarik badan Samuel lalu mendorong kekasur dan menindihnya dan mereka melakukannya dengan berbeda karna Samuel sudah merekam diam diam


setelah selesai barulah Joana tidur disamping Samuel, Samuel langsung menyimpan hasil record nya barusaja, ia pun juga tiduran di samping Joana sembari memeluk Joana


"kenapa ya, aku mencintai gadis sepolos dia? bahkan sampai aku heran, mau sama siapapun aku hubungan badan, berapa kalipun, aku tidak merasakan ketika senyaman bermain dengan kamu" ucap Samuel dalam hatinya


yaa lah, berhubungan badan menggunakan cinta dan menggunakan napsu itu berbeda..


Samuel mengusap perut Joana lagi, bukan karna ia ingin memiliki anak, seperti dilakukan Motheo jika mengusap perut Joana, ia ingin anak tapi Samuel malah berharap agar Joana tidak hamil duluan, karna ia masih belum begitu siap harus menjadi ayah


tak lama Joana bangun, ia kaget karna sudah dalam kondisi tanpa pakaian dengan Samuel disampingnya juga telanjang


"kita main?" tanya Joana


"emm, begitu lah Bay" jawab Samuel


"kan aku bilang jangan dulu"


"aku gak maksa, kan udah tau tadi aku gak maksa, kamu yang minta"


"ah mana ada aku minta"


Samuel memberikan hasil dari rekaman videonya, Joana kaget karna di video benar benar seolah Joana yang memaksa untuk Samuel bermain, Joana lebih aktif daripada Samuel bahkan


"ini.. gak mungkin lah" jawab Joana


"gimana gak mungkin, video ini baru, baru saja kita main aku rekam, ini bajunya yang kita pakai, baju di lantai itu kan? kita lepaskan, kamu malah melepaskan bajuku" kata Samuel


"gak, gak mungkin, masak aku?"


"lah itu bukti, masih kurang?"


"udah enggak, iya aku percaya" kata Joana


Joana kembali tidur sembari ia memikirkan apa semalam terjadi, ia tau semalam itu bukan dirinya karna ia merasa ia sudah menolak, dan sisanya ia sudah lupa apa terjadi


yaa lah, Joana tidak sadar, jelas memakai obat, gimana sadar nya? obat penurut pula, yaa apapun dikatakan Samuel ya akan dilakukan oleh Joana


Joana akan membalikkan badannya untuk tidur membelakangi Samuel, Samuel memeluk Joana dari belakang dan mencium leher Joana sembari mengusap perut Joana


"jangan hamil dulu ya Bay, aku belum siap" kata Samuel


baginya tugas ayah cukup berat apalagi jika anaknya perempuan, Samuel tidak pernah mau jika memiliki saudara atau teman perempuan karna baginya, perempuan itu hanya mainan


tapi ketemu dengan Joana, persepsi itu semua telah dihapus, Samuel benar benar bisa merasakan rasa cinta tulus untuk seorang gadis lugu yang polos yang kini tidur disampingnya ini


"gimana gak hamil kamu saja memaksa ku main setiap hari" kata Joana


"ya kan aku lagi ingin, gimana dong itu?"


"tahan, aku besok kerja, udah tinggal berapa jam"


"lama masih, kurang empat jam Bay"


yang penting ia tidak dipaksa untuk main lagi oleh Samuel karna ia tau jika Samuel memang mudah sekali ingin melakukan (****)


tapi Samuel ikut turun dari kasur dan menindih Joana


"jangan lagi lagi, aku udah capek, astagaaaaa" teriak Joana


"sekali sekali"


"sekali apa? berapa kali hah kamu beginikan aku"


"ini benar sekali kok"


"gaaaaak, gak mau Boo" ucap Joana keceplosan


"apaa?" bentak Samuel


"ahh? maaf, maksudnya Bay"


"gak, kamu panggil aku Boo? kamu mikirin dia ketika sama aku? hebat ya dia" kata Samuel


"salah sebut beneran"


Samuel menarik badan Joana dan mengangkatnya lalu menaikkan keatas kasur untuk bermain lagi, dan hukuman karna memanggilnya sebutan Boo yang harusnya itu memanggil untuk Motheo, Samuel pun menghajar Joana tidak berhenti selama empat jam itu


alhasil setelah empat jam, Joana lemas, ia takut tidak bisa pergi ke rumah sakit padahal hari itu ada jadwal rapat bersama Jorse, Shilly, Westly dan orang tua Calvin


jadi Joana memaksa saja untuk pergi, ia pergi masak dan makan pagi, lalu mandi dan siap siap akan pergi, tak lama Samuel bangun


melihat Joana sudah cantik dan rapi, ia langsung memeluk istrinya itu dan menciumi leher Joana


"istriku mau pergi kerja beneran? gak temani suami saja, kan semalam sudah tak tidur karna main" kata Samuel


"aku harus pergi, aku ditunggu orang" kata Joana


"yaaa, hati hati sayang" ucap Samuel mencium kening Joana


Joana pun pergi, seperti biasanya ia akan keluar rumah dengan Ravansa dan Delvin, jadi dengan mereka lah Joana keluar


sementara Samuel tidur lagi, selang beberapa menitan ia bangun lagi, malas turun dan masih diatas kasurnya sambil bermain hape, beberapa menit baru ia pergi mandi lalu keluar


"Albern, Joana pergi sama Vansa Delvin?" tanya Samuel


"ya bos"


"memang kerja dimana Joana bilang?"


"katanya di rumah sakit lama nya dulu ia sempat kerja"


"ahh, berapa lama sudah dia bekerja?"


"yaa sebulanan lebih sepertinya"


"ahh"


Samuel bersiap siap akan pergi ke tempat kerja Joana diam diam, ia penasaran apa saja selama Joana bekerja yang dilakukan oleh Joana, ia pun pergi


sesampainya dirumah sakit, melihat mobil Joana pasti didalam ada Ravansa dan Delvin jadi Samuel pergi masuk dari parkiran belakang


ia masuk, menyamar agar tidak ada yang tau dirinya Samuel, mencari Joana sebisa ia, hingga akhirnya ia mendapatkan keberadaan Joana juga


ia memerhatikan Joana bekerja, sejak pagi hingga sore, dimana kegiatan setiap harinya memang sangat sibuk


mulai dari menyiapkan makan pagi pasien utama nya


belum lagi mengurus pasien lainnya juga


pemeriksaan rutin


terapi harian


pembimbingan


siang harusnya jam makan siang malah ia lakukan dengan menulis skrip beberapa tugas nya