My Name JOANA

My Name JOANA
14



dan Nero mengenalkan Joana pada teman temannya...


semua temannya saling menatap keheranan, memang kharisma seorang Nero tidak bisa dikalahkan lelaki mana pun, bahkan Nero begitu lengket dengan gadis itu, tapi mereka berpikir, apa kah ada hubungannya dengan gadis itu tentang banyak yang bilang Nero berubah


mereka lanjutkan jalannya sampai akhirnya baru keluar dari gedung perikanan, Elyas melihat keberadaan Joana


ia melihat kedekatan Joana dengan Nero, ia bingung dengan disituasi ini, gadis terlihat polos tapi malah dekat dengan Nero, apa mereka memiliku hubungan? itu pertanyaan dari Elyas


"kamu cari tau siapa gadis yang bersama Nero itu" kata Elyas


"loh itu bukannya gadis kemarin ya"


"eh iya dong, yang kemarin tanya aula tertutup"


"dengar ucapanku?" tanya Elyas


"eh, iya bos, iya siap, kami cari tau" jawab mereka


Nero dan Joana duduk bersama di salah satu sisi tempat duduk teman teman Nero, Joana juga meminta diajarkan Nero tentang hape itu Nero dengan sangat senang membantu dan mengajarkannya


dari sana banyak yang melihat kebaikan dari sisi Nero saat bersama Joana, dikalangan Nero di fakultas perikanan dan kelautan sudah banyak pemberitaan tentang kedekatan keduanya


sorenya, setelah Joana masuk kelas, Nero nongkrong dengan teman temannya dan semua justru menggodai Nero


"kamu benar dekati dia?" tanya Titto, teman dekat Nero


"iya, aku dekati dia" kata Nero


"apa karna dia juga kamu berubah?"


"berubah?"


"banyak ner yang bilang kamu sekarang fokus sama anak kedokteran, Joana itu kan?"


"banyak alasan kenapa aku fokus dan berhenti pada Joana" kata Nero


ia pun menjelaskan siapa Joana, dan semua cerita yang ia dapat dari ibu Joana beberapa waktu lalu..


mendengar itu, mereka tak menyangka jika Nero, teman mereka, begitu peduli, mungkin Nero sedang dalam situasi cinta yang sebenarnya makanya mereka pun mendukung..


sejak itu, Nero sering membawa Joana mengobrol dengan teman dan berkumpul bersama..


saat memutuskan untuk pindah tempat nongkrong, karna tidak mungkin ia selalu mengajak Joana untuk ke tempat tongkrongannya yang cukup jauh dari pintu utama dan pintu belakang gedung kedokteran


jadi ia pun menyita tempat nongkrong salah satu murid dari perikanan dan kelautan tepat didepan pembatas antara pintu belakang gedung fakultas kedokteran dengan pintu belakang gedung fakultas perikanan..


"kalian pakai tempat kita saja" kata Nero


"dibelakang sana? jadi boleh kami pakai?"


"boleh, sana dah, ini tempatku nongkrong sekarang"


memang dengan mudah untuk mendapatkan tempat tongkrongan untuk geng nya si Nero


esoknya mengajak Joana ke tempat itu dan mereka sering mengobrol dan berkumpul disana, antara Nero dan Joana juga semua teman teman Nero yang juga cukup dekat dengan Joana


dan mereka juga harus baik kepada teman teman Joana, termasuk teman dekat Joana dari kelasnya bernama Wita (P), Vera (P), Ello (L)


"Joana.." sapa Nero


"ya kak?"


"kamu tau sama istilah pacaran?" tanya Nero


"tau, kata papa mama pacaran itu menikah seperti mereka" kata Joana


seketika Nero diam, ia benar benar berfikir ulang melanjutkan perkataan apa selanjutnya..


selang beberapa waktu, Nandra datang ke kampus Joana karna ia tau dimana Joana lanjutkan sekolahnya..


ia juga mendapatkan nomor pribadi Joana dari Amir, dan ia menelfon


"halo, iya?" sapa Joana


"Joana, selesai jam berapa? ini aku Nandra"


"ahh, Nandra, aku selesai sudah kok, kamu tau tempat kuliah ku?"


"tau tau aku kesana ya"


"iya deh"


mendengar perkataan Joana yang seperti bicara dengan lelaki lain, ia pun melihat arah Joana


"siapa?" tanya Nero


"Nandra, teman aku"


"Nandra? laki?"


tapi Nero hanya menahan karna ia tak mau sedikit saja kasar didepan Joana meskipun ia tidak tahan karna cemburu setiap Joana dekat dengan pria lain selain dirinya


tak lama mobil Nandra datang..


Nandra turun dan berdiri didepan mobilnya sambil mengirim pesan jika ia sudah sampai


tak lama Joana keluar dan menyapa Nandra diikuti oleh Nero


"hai Nanan" sapa Joana


"hai, sudah jam kuliah?"


"sudah"


"hai, Nero" sapa Nero


"oh hai, aku Nandra" sapa Nandra


"Nandra?" tanya Nero melirik Joana


Nandra langsung menjawab jika dia hanya teman


"eeh jangan cemburu loh, aku sama dia cuma teman, cuma sahabat sejak kecil ya kan Joana?" kata Nandra


"oh iya itu bener" kata Joana


beberapa hari berlalu, ketika Joana datang bersama Nero lagi kerumahnya, kemaren ayahnya tidak tau soal Nero, kali ini Joana sengaja mengajak Nero datang dan bertemu ayahnya


mereka mengobrol, yang sebelum nya dijelaskan oleh ibu Joana sudah di jelaskan ulang lebih detail pada Nero oleh Amir


tak lama...


"oom" sapa Nandra


"hai, masuk, Nandra sama ibunya siapin makan buat nanti malam" kata Amir


"hai" sapa Nandra pada Nero


"hai" sapa Nero menjaga sikap depan Amir


"masuk sana" kata Amir


"siap om, aku masuk ya" kata Nandra pada Nero


melihat wajah Nero bingung kedatangan Nandra, Amir pun menjelaskan jika Nandra sering bersama keluarga nya sejak kecil, pertemanan dengan Joana sejak Joana bahkan tidak bisa melihat


tak lama bi Les membawakan dua gelas minum untuk Amir dan Nero


"kamu makan malam disini ya" kata Amir


"ah jangan om, merepotkan nanti"


"eh, gakpapa, sudah bareng juga sama Nandra" kata Amir


makan malam pun dimulai, Nero terlihat sedikit tidak nyaman dengan keberadaan Nandra terlihat sangat dekat dengan ayah ibu dan bibi dari Joana.. tapi bagaimana lagi, ia harus jaga sikap benar benar jaga sikap


setelah makan malam, Nero duduk dengan Joana di belakang rumah Joana tak lama Nandra melihat arah keduanya, lalu bertanya pada Amur, siapa lelaki bersama Joana itu


"itu teman Joana dari kampus nya, sebenarnya dia pertama kali datang kesini, jadi saya pikir dia teman baik Joana, tapi juga ada dua temannya lainnya kok" kata Amir


"oh"


"kenapa?"


"seperti nya suka pada Joana"


"gak papa, asal dia bisa jagain Joana"


"iya sih"


tak lama Joana berdiri dan menuju ruang tamu karna ada tamu yaitu Dimas, Dimas datang untuk Melinda, tapi Joana dipanggil Melinda karna Dimas mencarinya dan Nandra juga menyapa sebentar lalu pergi lagi


Nandra sendiri menuju arah Nero yang sendirian, ia pun duduk disamping Nero


"kamu perokok?" tanya Nandra


"emm, iya, tapi disini tidak enak, rumah orang, makasih"


"iya aku juga perokok tapi didepan mereka aku menjaga saja" kata Nandrq


mereka diam beberapa menit lalu Nandra membuka suara


"apa kamu suka pada Joana?" tanya Nandra


"kata siapa?" tanya nya balik


"aku lihat nya begitu, mengaku saja, aku tau semua"