
"kalau Egar nya mau sama saya? kenapa tidak?" ucap Menik
"kan, melunjak?" jawab Meliana
"udah ma, ayo pergi saja" kata Enggar
"dengar Menik, saya kecewa, sampai kapan pun, sampai Egar berpisah pun dengan istrinya, saya tetap tidak merestui anak saya denganmu" jawab Meliana
saat Enggar menarik tangan istrinya untuk pergi, tapi Meliana membalikkan badannya sekali lagi dan berkata...
"anak saya dulu masih susah, suka sama kamu, tapi sekarang anak saya sukses, bukan kamu lagi tipe nya, level nya sudah berbeda, ingat perbandingan kamu sama istri Egar, karna Egar adalah dokter dan istri nya juga harus dokter, bukan pengawas mini market" ucap Meliana
Meliana memang begitu pedas ketika sudah dikecewakan, dan level pedasnya tidak ada tara untuk ukurannya, siap siap untuk merasakan sakit hati atas ucapan karna lidahnya yang tajam
Meliana pun pergi dan disinilah dimana akhirnya Menik merasakan sakit hati atas ucapan Meliana, Meliana benar, sekarang Egar sudah beda kelas kehidupan dengan Menik
dimana dulu Menik hanya menadahkan yang pada keluarga dan selalu apa apa berlebihan tapi sekarang? ahh seujung kuku nya Egar saja ia tidak ada...
hari berlalu, Egar kembali aman gangguan mantan, ia tidak pernah merasa kasihan atau apapun dengan yang sudah ia lakukan kepada mantannya itu
yaa, memang begitulah ia mempertahankan perasaannya, sebenarnya sama saja dengan Joana, tingkat sulitnya terbilang sama, tapi cara mereka lakukan berbeda
malamnya, suami rindu istri, itu wajar apalagi saat mereka terbentang antar negara dan salah satunya terkendala, ia menelfon Joana
balik yook kepada Joana, dimana ia sudah disekap selama seminggu...
ia mendapatkan telfon dari suaminya tapi hapenya baru saja dipakai oleh Motheo, dan Motheo pergi mencari makan meninggalkan Joana sendirian
Joana yang melihat hapenya berdering dan telfon masuk atas nama kontak "HUSBAND" alias suami, ia bingung cara mengangkatnya
Joana teriak, tapi karna dirumah itu tidak ada siapa siapa, ia terus berusaha membuka lengannya, dengan sekuat tenaga dan tali mengikat tangannya dengan kuat seketika hancur terkalahkan dengan kekuatan cinta Joana yang melihat sang suami menelfonnya
Joana mengangkatnya..
"halo" sapanya
"Moy, sayang? kamu apa kabar? kok hampir satu minggu ini gak kasih kabar?"
"emm aku.."
Joana berpikir dalam hatinya untuk ia mengatakan saja yang terjadi padanya, tapi malah ketahuan, karna Samuel dan Motheo yang kaget baru datang tapi Joana sudah berdiri dan lepas dari ikatannya
karna Motheo takut Joana menghubungi orang untuk membantunya, Motheo bukan takut pada orang ketika Joana melaporkannya tapi ia tidak mau Joana bisa bebas
seketika itu ia menarik hapenya, tidak peduli Joana masih bertelfonan dengan siapapun dan langsung membantingnya
"kak Theo" teriak Joana
"siapa itu? jangan berani macam macam, kan sudah kubilang? aku tidak suka kamu berani begini"
"itu suamiku, dia menelfonku, aku ingin bicara sama dia, aku mohon, jangan larang aku, aku janji aku tidak akan mengatakan apapun untuk bebas dari sini" kata Joana
melihat Joana menangis dan memohon disana, Motheo melirik Samuel, Samuel juga tidak tega, jadi Samuel ambil hape Joana, mengambil sim card nya dan memasukkan pada hapenya
"ini, pakai nomormu dihapeku, tapi ingat, tepati yang kamu katakan tadi" kata Samuel
"iya kak"
Joana menelfon kembali suaminya, dan Motheo mengaktifkan speakernya, tapi meskipun begitu, Motheo dan Samuel juga tidak tau apa yang keduanya bahas karna pakai bahasa inggris tapi keduanya percaya, Joana orang yang konsekuen dalam ucapannya sendiri
selesai telfon dengan suaminya, Joana mengembalikan hapenya ternyata, dan Samuel juga Motheo merasa jika Joana memang konsekuen dengan ucapannya
"sudah, ini hapemu" kata Joana
"yaa karna percuma, kamu pergi kemana saja selama masih di amerika, kami akan menemukanmu, kamu juga tidak akan bisa keluar dari amerika" kata Motheo
dan inilah moment dimana membuat 8 anak buah keduanya paham dari segi mana 2 bos mereka masing masing itu menyukai Joana
"iya aku ngerti, ini kalau mau diikat lagi, ikat lagi saja" jawab Joana
seketika mereka semua kaget disana lah, otak masing masing berpikir "kok malah memberikan lagi?" tapi inilah memang Joana dengan polosannya
"kurasa tidak perlu lagi di ikat, biarkan lepas" kata Motheo
"apa kamu yakin?" tanya Samuel
"iya, kamu tau dia bukan gadis pintar berperang, dia hanya gadis biasa, yang penurut, jadi aman"
"ahh"
Joana bebas dari ikatannya tapi tidak dengan pengawasan keduanya, mereka masih mengawasi Joana dengan ketat
beberapa hari kemudian, dimana Joana sedang membaca buku yang dibelikan oleh Samuel karna Samuel tau Joana suka membaca
Joana tidak tau yang terjadi diluar sana, apa yang dialami oleh orang orang diluar nya karna ia tetap harus stay dirumah penyekapan itu dan entah hingga kapan
padahal diluar sana, ada yang sibuk mencari cara membantu nya bebas, siapa? yaitu Brielle.
Brielle menelfon Sherla, yang pernah datang mengaku saudara Joana mencari Joana dan sempat memberikan nomor hapenya
"halo, kak, ini kak Sherla bukan?" tanyanya
"iya, siapa ini?"
"ahh aku Brielle kak, ingat?"
"ahh, Brielle siapa?"
"yang jadi tawanan bos Sam dan bos Theo untuk menculik kak Joana"
"ahh, kamu? ada apa ya kok telfon?"
"aku mau tanya kak, gimana keadaannya kak Joana"
"emm, aku sudah balik ke indonesia Brielle, aku juga bingung kemana cari dia, aku tidak tau, aku sendiri merasa bersalah sama keluarga Joana disini" jelas Sherla
"astaga, iya kah kak? hemm, lalu bagaimana?"
"aku juga tidak tau, oh aku datang ke tempat yang kamu kasih tau itu loh, tidak ada tau disana, apa kamu salah kali"
"apa iya? aku yakin itu alamatnya kok, jelas bos Sam yang menyuruh bibiku mengatakan alamat detailnya"
"tapi sama sekali. tidak ada siapapun"
"ahh yaudah kak, aku mau tanya itu, aku disini juga bakalan bantu carikan kok, sabar ya kak, maafkan aku, aku merasa bersalah atas peristiwa ini, aku yang membuat kak Joana di bawa oleh mereka"
"Brielle, aku paham posisi kamu kok deh, kamu pasti pada situasi sulit, aku paham bagaimana berhadapan sama mereka, apalagi mereka berkomplot"
"iyaa kak, aku tetap akan bantu kok"
"jaga diri yang penting itu, aku yakin Joana baik baik saja"
"baik baik apa kak, ditangan Sam dan Theo loh"
"iya aku tau, mafia dan gengster kan, tau tau, tapi mereka menyukai Joana, tidak akan mungkin menyakiti Joana"