
"ayo Egar, kak Elyas" sapa Joana kepada Egar dan Elyas
"emm aku duluan ya, ke toilet saja dulu ya" jawab Egar
"ohh yasudah kalau begitu" jawab Joana
semua pergi, disana dikira Elyas hanya ada berdua, Elyas menahan tangan Joana dan menatap nya dengan dekat dan dalam, tapi ia lupa jika masih ada Feris dan dua temannya
"Feris, sepertinya kita pulang saja sekarang" kata Pipi
"emm, ayo" ajak Rozi
mereka berjalan akan mendekati pintu, karna Joana dan Elyas dekat pintu, seketika sadar masih ada orang, Elyas melepaskan tangannya dari Joana
"kak Feris, kak Pipi, kak Rozi" sapa Joana
"hai Joana" sapa Pipi dan Rozi
"emm kita duluan" jawab Feris
"bye kak" sapa Joana
Joana kembali hanya berdua dengan Elyas, lalu Joana mengajak Elyas pergi
"ayo kak" ucap Joana
"tunggu" ucap Elyas menahan tangan Joana
"kenapa kak?" tanya Joana
Elyas memegang pipi Joana lagi dan mendekati wajah Joana, ia hampir menciumnya disana, sama seperti saat ia akan lakukan dirumah ketika mati lampu didapur
tapi lagi lagi, Elyas membatalkannya, ia menahan lagi iblis merusak otaknya untuk merayu Joana
"kak?" sapa Joana
"tidak, ayo kalau pulang" kata Elyas
Elyas pergi bersama Joana disana, dan ia pun mengantarkan Joana juga, esoknya..
dimana ketika seharian sibuk..
pagi Joana dikelasnya ada 2 jam kelas,
lalu istirahat sejam ada kelas lagi 3 jam,
baru ia bebas tapi harus siaran,
setelah satu jam siaran baru lanjut kelas,
dan sorenya masih ada kelas juga,
bahkan terjadwal hari itu hingga malam nya
baru bisa pulang dan itu berjalan selama dua hari
saat dihari ketiganya
"hari ini off siaran ya?" sapa Egar
"eh iya kak"
"lagi apa kamu?"
"bentar lagi ada kelas lagi?"
"ada, tapi dua jam lagi, ini mau ke perpustakaan"
"oh, keperpustakaan ngapain?"
"baca baca apa gitu, ngisi waktu"
"kalau ikut aku jalan mau?"
"kemana?"
"ke mall dekat kampus aja, jalan jalan"
"yaudah boleh"
mereka akhirnya jalan disana berdua, membeli makanan, lalu bermain games, lalu mereka duduk di kursi yang ada ditengah mall itu yang menunjukkan pembatas pejalan
Egar dalam hatinya ingin sekali mengatakan perasaannya, ia ingin mengatakannya hari itu sebenarnya, untuk itu mengapa ia mau mengajak Joana jalan pergi dari kampus sementara, ya agar bisa bicara itu, tapi ia ragu..
ia takut, ragu, bingung, mau memulai mengatakan yang bagaimana, ia biasa dekati banyak wanita, sudah bukan rahasia jika Egar adalah seorang goodboy dikehidupan nyata karna ia selalu berperilaku manis kepada siapapun gadis ia temui
tapi entah, didepan satu gadis ini saja, bibirnya membeku, kaku tidak bisa mengatakan apapun, tidak tau cara memulai bicara yang bagaimana
"astaga Joana" jawab Egar kaget
"habis, aku itu bicara daritadi, terus kita mau kemana lagi ini? kamu kenapa sih? ada masalah?" tanya Joana
"tidak kok, tidak"
"yaudah ayo, kemana lagi"
"terserah, kamu sudah mau balik kampus kan? ayo deh, aku juga ada jadwal setengah jam lagi"
"oh iya udah ayo"
setelah beberapa harinya, disaat jam kelas Joana sedang berlangsung, Elva ternyata ada dikampus itu, dan mencari keberadaan Joana
Elva yang merasa ingin bertemu karna rindu juga ingin datang menemui Joana tanpa perintah kakaknya atau paksaan dari siapa siapa
ia murni karna kepikiran dan kuatir soal Joana yang memang tidak lagi pernah kerumahnya padahal Elva tidak tau jika berjibunnya kerjaan kampus benar akan menguras banyak hal
setelah berkeliling, ia mengingat Joana ada fakultas kedokteran jadilah Elva mencari gedung kedokteran dan bertemu salah satu murid lewat disana
"emm kak, mau tanya dimana ya gedung fakultas anak kedokteran?" tanya Elva
"oh digedung sana kak, ada di bagian paling ujung utara dari lapangan basket kampus"
"terimakasih kak"
"anak baru ya? fakultas kedokteran ya?" tanyanya
"bukan kak, saya cari seseorang saja, saya masih sekolah SMA"
"ohh"
dan mereka pun berpisah, disana keduanya tidak sama sama kenal jadi sama sama tidak tau siapa yang mereka ajak obrol baru saja
karna murid yang disapa oleh Elva baru saja adalah Puri
setelah Elva sampai digedung ia tuju, ia mencari lagi tempat kelas Joana dan terlihat adalah 3 pria dan disalah satu murid itu Elva tanyai
"kak, saya mencari kelasnya kak Joana, ada disebelah mana?" tanya Elva
"Joana?" tanya pria itu
"ahh dari sini jalan, lurus nih. ada kan tangga, naik dah, pas depan tangga ada pintu, itu ruangan kelasnya" jawab teman pria itu
"terimakasih kak"
"yaa"
Elva melewati tiga pria disana, dan ketiga pria yang di sapa oleh Elva itu adalah Pipi, Rozi dan Feris
dimana ketiganya tidak kenal siapa Elva ini, tapi mencari Joana, terutama kebingungannya Feris, karna selama ia berpacaran dengan Joana, ia tau semua lingkup sekitar Joana
Feris merasa tidak asing dengan wajah Elva, tapi ia tidak tau siapa gadis itu, dan Elva juga tidak tau. pria didepan nya tadi adalah mantan pacar dari gadis yang dia cari
setelah sampai dikelas Joana, beruntung dosen baru saja selesai kelas disana, para murid dikelas mulai keluar, merasa aman, sebelum Joana pergi, Elva masuk
"kak" sapa Elva
"Elva? loh kamu?" sapa Joana kaget
"aku kangen, tapi kamu gak pernah datang kerumah, aku kirim pesan tidak pernah masuk dan dibalas"
"ahh astaga Elva, maafin kakak ya, kakak kerjaan sibuk banget, biasalah kelas makin semester tua makin banyak juga kerjaannya" kata Joana
"Joana, aku pergi dulu deh" sapa Vera
"loh iya deh maaf ya"
"emm, gakpapa, lanjutin, bye"
Joana mengenalkan Elva kepada Vera, Ello dan Wita sebelum mereka bertiga pergi, lalu Joana dan Elva dikelas itu lanjutkan obrolan mereka
banyak hal dibahas disana, yaa Elva merasa dirinya menjadi lebih bisa meluapkan segala ceritanya sih, ia merasa bersama Joana, ia seperti mendapatkan teman sekaligus kakak baru
saat mengobrol banyak disana, Joana dan Elva pun pergi keluar untuk jalan, mereka jalan bersama dan menikmati sore itu sebelum malamnya, Joana ada kelas
disini waktu untuk Elva meminta bantuan dari Joana untuk bisa membantunya merubah sikap buruk dari Elyas
"kak, aku ada yang mau bilang sebenernya" ucap Elva
"oh ada apa Elva?"
"aku minta bantuan kakak ya buat merubah sikap keras bang Elyas, aku merasa kalau sama kak Joana, dia nurut kak, pasti bisa kakak merubah kak Elyas jauh lebih baik"
"ahh, itu, aku akan bantu apapun yang kamu minta Elva, tenang saja"