My Name JOANA

My Name JOANA
78



"tidak, aku tidak akan melakukan itu" kata Samuel


disini baik Marcello, Akeyla dan Ranya tau jika sikap Samuel adalah cermin dari ia menyukai Joana, mereka yakin itu..


"kak maaf, aku permisi, aku msih banyak kejaan lain" kata Joana


"tapi.. apa kamu masih mau berteman denganku?"


"pasti lah"


Joana berjalan kearah ketiga temannya..


"Ranya, kamu ada urusan lain? pergi saja, jangan kasih kabar apapun soal saya lagi kepada dia, biar dia menanyakan kepada saya apa yang ingin ia tau dari saya" kata Joana


"Joana maafkan aku"


"lupakan saja, aku paham situasi mu" kata Joana


Ranya pergi, Joana juga berpamitan pergi kepada Samuel dengan sopan tadi langsung masuk kelasnya


kejadian itu ternyata disaksikan oleh Motheo, dimana di salah satu sisi tembok dekat sana ada Motheo


yap, jadi yang dilihat oleh Akeyla dan Marcello itu adalah Motheo, pantas mereka tidak asing dengan perawakannya


Motheo hanya diam disana lalu pergi, tapi bukan Motheo jika tidak memberikan peringatan kepada Ranya..


hari berlalu, dimana ketika Joana pergi bersama Marcello dan Akeyla, Joana sudah ada didepan Asramanya, tak lama Akeyla menelfon Joana


"halo, Joana? aduh maafkan aku, aku tidak bisa ikut" kata Akeyla


"kenapa key?"


"aku ada urusan keluargaku lagi ada urusan sedikit"


"yaaah, terus gimana tugasmu?"


"gampang itu aku kerjakan sendiri nanti malam"


"oh okeh deh"


"Marcello sudah datang?"


"belum, aku nunggu masih"


"oh yasudah, aku sudah kabari dia sih tapi gak dibuka, kayaknya dijalan, yaudah kalian saja ya, hati hati dijalan, have fun"


"yaaa, kamu juga ya"


"iyaa"


tak lama Marcello datang...


"key belum sampai?" tanya Marcello


"key bilang gak bisa ikut urusan keluarganya, katanya sudah kabari kamu?"


"oh ya?"


Marcello mengecek hapenya dan benar, ada pesan masuk dari Akeyla, dan akhirnya mereka jalan hanya berdua saja, mereka pergi kesalah satu toko buku dulu, untuk mengerjakan pekerjaan tugas kampus mereka


setelah selesai urusan nya..


"kemana nih lagi?" tanya Joana


"jalan yuk, ke mall dekat sini"


"boleh tuh, kita jarang jalan"


"nah kebetulan hari ini kan sempat"


mereka jalan ke salah satu mall disana, melihat lihat, membeli beberapa yang mereka inginkan


saat keduanya tertarik pada salah satu pelapak penjual aksesoris, mereka berpencar melihat lihat beberapa aksesoris di toko itu


tapi saat Joana berjalan melihat sekitaran gantungan kunci, ia melihat ada gantungan kunci berbentuk doraemon memakai helmet yang menggekaskan



ia melirik kearah Marcello yang ada tak jauh darinya, ia teringat jika Marcello adalah penggemar doraemon, dan disana ada boneka doraemon, jadi ia membeli 3 pasang doraemon untuk gantungan kunci


tapi saat ia ambil, ia berpapasan dengan seorang gadis yang akan mengambil itu juga tapi karna lebih dulu Joana, gadis itu tidak jadi mengambilnya, hanya melihati gantungan kunci lucu itu ditangan Joana


Joana paham gadis itu menyukai gantungan kunci ia ambil baru saja


"kakak mau ambil ini juga ya?" tanya Joana


"gakpapa kak, ini buat kakak, aku tau kakak tadi mau ambil ini kok, ini kak ada tiga, aku ambil 1 ya, untuk sahabatku kak, sahabatku sangat suka sama doraemon" kata Joana


"oh serius?" tanya gadis itu


Joana memberikan kepada tangan gadis itu lalu pergi membawa hanya 1 gantungan kuncinya, gadis itu kaget karna sikap Joana ini, karna ia tau gantungan itu sangat susah didapatkan, jika gadis itu jadi Joana, mungkin tidak akan memberikannya, ia berhak mengambilnya semua


karna memang gantungan kunci itu cukup mahal dan langkah karna pembuatnya memang hanya membuat 30 saja dan masuk amerika hanya 10 saja, jelas dong mahalnya dan langkah nya barang itu


sebenarnya banyak yang mirip mirip tapi tidak selucu 30 gantungan kunci yang 3 bijinya didapatkan Joana tadi


Joana kembali jalan kekasir untuk membayar gantungan kunci itu, dan ia meminta untuk bungkus dengan kantong buatan kertas kado, setelah jadi saat akan pergi, ia melihat ada seorang gadis perempuan yang kebingungan disana, ia menerengek dan menangis kepada ayah ibunya


setelah mendengarkan lebih dekat, ternyata si anak ingin boneka yang sama dengan yang dimiliki Joana tadi


"mooom aku pengen itu, ini gak sama" jawab anak itu


"nak, itu sudah habis, staff disini juga tidak dapat barang lagi, itu barang langkah" kata ibunya


"cari yang lain, bapak belikan semuanya" kata ayahnya


melihat hanya tinggal 1 gantungan kunci itu ditangannya, Joana melirik kearah Marcello, tapi ia kasihan kepada anak gadis itu jadinya ia menghampiri gadis itu


"kenapa adek?" sapa Joana


"hei, siapa kamu?" bentak ayahnya


"pa, jangan kasar" bentak ibunya


"maaf pak, buk, menganggu" kata Joana


"ini loh nak, dia minta gantungan kunci doraemon berhelmet, tapi itu langkah" jelas ibunya


"oh apa adek mau ini?" tanya Joana jongkok menyodorkan gantungan kuncinya


"iya itu ada" jawab anak itu


"tapi itu sudah punya kakak ini" kata ibunya


"ayolah" ucap ayahnya kesal kepada rewelnya sang anak


"adek mau? kalau mau ada syaratnya" kata Joana


"berapa nak kami akan bayar" kata ibu itu


"bukan bu, bukan uang, kakak tanya dulu siapa namamu dek?" tanya Joana


"Brielle (dibaca Bril)"


"nah, Brielle harus janji sama kakak, kalau kakak kasih ini, Brielle harus sekolah dengan rajin, harus belajar, harus pintar, harus banyak baca buku, buku itu jendela nya dunia deh, jadi bisa kita lihat dunia karna buku" kata Joana


"siap kak, aku janji aku akan belajar"


"ini" ucap Joana memberikan bungkusannya


"kak makasih" ucap Brielle memeluk Joana


"salam kenal, nama kakak, Joana"


"salam kenal kakak Joana baik"


"iyaaa, kamu juga anak baik"


"kakak yang baik karna sudah memberikan ini kepada aku, makasih kakak cantik" kata Brielle


"ah kamu bisa saja merayuku ya adek kecil"


"haha iyaa lah"


Joana pun berdiri dan berpamitan pergi, ayah Brielle memanggilnya


"nak, tunggu, ini berapa saya ganti"


"tidak usah pak, dia sudah janji sama saya buat belajar, saya minta dia itu saja, yang penting dia belajar dan pintar" kata Joana


kedua orang tua Brielle disana langsung mengucapkan terimakasih yang banyak untuk kebaikan dan ketulusan Joana


Joana melihat senyum lepas Brielle merasa jauh lebih tenang disana, ia juga tersenyum ketika sang anak itu tidak lagi sedih


"kak Joana, aku janji akan belajar dan jadi pintar" kata Brielle sedikit teriak


Joana tersenyum dan melambaikan tangannya kearah Brielle. lalu ia menyapa Marcello disana


"susah sekali ya nyari gantungan kunci yang aku pemgen itu"